Back to News

Sejarah Perjuangan Berdakwah Nabi Muhammad di Mekkah

Dakwah Nabi Muhammad SAW di periode Mekkah adalah tonggak sejarah yang paling krusial dalam pembentukan akidah dan ketauhidan umat Islam. Selama kurang lebih 13 tahun, Rasulullah SAW menghadapi tantangan yang sangat berat dari kaum kafir Quraisy yang menolak keras ajaran untuk menyembah satu Tuhan (Tauhid). Di awal masa kenabiannya, dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi kepada keluarga terdekat dan sahabat-sahabat terpercaya, yang dikenal sebagai as-Sabiqun al-Awwalun. Mereka adalah orang-orang pertama yang menerima hidayah, seperti Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Abu Bakar ash-Shiddiq. Setelah turun perintah untuk berdakwah secara terang-terangan melalui Surah Al-Hijr ayat 94, penolakan, ejekan, hingga penyiksaan fisik mulai dilancarkan oleh para elit Quraisy. Mereka merasa terancam karena ajaran Islam menjunjung tinggi kesetaraan manusia yang bertentangan dengan sistem perbudakan serta kesombongan status sosial suku Quraisy saat itu. Penyiksaan parah dialami oleh banyak sahabat, termasuk Bilal bin Rabah yang ditindih batu besar di padang pasir yang membakar, serta keluarga Yasir yang bahkan menjadi syuhada pertama dalam Islam. Namun, ketabahan Rasulullah SAW dan para sahabat tak pernah goyah. Periode Mekkah ini secara spesifik berfokus pada pembersihan hati (tazkiyatun nafs) dan penekanan iman mengenai kebangkitan di hari kiamat, surga, dan neraka, sebelum nantinya berbagai aturan fikih diturunkan di Madinah.