Back to News

Rahasia Sehat Puasa Sunnah Senin Kamis Dalam Tinjauan Medis

Membiasakan diri dengan puasa sunnah Senin dan Kamis merupakan praktik ibadah rutin yang sangat dicintai oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan alasan ibadah ini: 'Amal-amal manusia dilaporkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalku dilaporkan saat aku sedang berpuasa.' Di balik dimensi spiritual dan pengharapan ridho Ilahi, ilmu kedokteran modern secara mengejutkan membuktikan betapa menakjubkannya efek 'Intermittent Fasting' atau puasa berkala dalam jadwal ini bagi tubuh manusia. Secara fisiologis, ketika lambung diistirahatkan dari aktivitas mencerna secara rutin selama 14 jam, organ pankreas mendapatkan waktu untuk beristirahat sehingga sensitivitas insulin meningkat tajam. Hal ini sangat krusial dalam mencegat risiko penyakit diabetes tipe-2. Lebih jauh lagi, proses adaptasi metabolisme saat puasa memicu mekanisme brilian bernama 'Autophagy' di mana sel-sel tubuh mulai memakan racun, partikel rusak, serta sel-sel tua yang berpotensi menjadi tumor atau kanker. Proses pembuangan sel-sel mati ini menghasilkan regenerasi sel tubuh yang luar biasa, membuat kulit terlihat lebih awet muda dan memperbaiki memori otak serta fungsi kognitif. Praktik puasa Senin Kamis juga melatih ketahanan emosional manusia, mereduksi hormon stres (kortisol), dan menstabilkan tekanan darah. Semua penelitian sains mutakhir ini seolah membenarkan apa yang telah menjadi sunnah kekasih Allah sejak lebih dari 14 abad yang lalu.