Luqman
سُورَةُ لُقۡمَانَ
Luqman • Makkiyah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ الٓمٓ
Alif-Laaam-Miem
Alif Laam Miim
Alif. Lam. Mim.
تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْحَكِيمِ
Tilka Aaiaatul Kitaabil Hakim
Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat,
THESE ARE MESSAGES of the divine writ, full of wisdom,
هُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لِّلْمُحْسِنِينَ
Hudanw wa rahmatal lilmuhsinin
menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,
providing guidance and grace unto the doers of good
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
Allazina yuqimunas Salaata wa yu'tunaz Zakaata wa hum bil Aakhirati hum yuqinun
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
who are constant in prayer and dispense charity: for it is they, they who in their innermost are certain of the life to come!
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًۭى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Ulaaa'ika 'alaa hudam mir Rabbihim wa ulaaa'ika humul muflihun
Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
It is they who follow the guidance [that comes to them] from their Sustainer; and it is they, they who shall attain to a happy state!
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍۢ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌۭ مُّهِينٌۭ
Wa minan naasi mai-yasytari lahuwal hadisi li yudilla 'an sabilil laahi bighairi 'ilminw wa yattakhizahaa huzuwaa; ulaaa'ika lahum 'azaabum muhin
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
But among men there is many a one that prefers a mere play with words [to divine guidance], so as to lead [those] without knowledge astray from the path of God, and to turn it to ridicule: for such there is shameful suffering in store.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا وَلَّىٰ مُسْتَكْبِرًۭا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِىٓ أُذُنَيْهِ وَقْرًۭا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Wa izaa tutlaa 'alaihi Aaiaatunaa wallaa mustakbiran ka al lam yasma'haa ka anna fie uzunwihi waqran fabasy syiru bi'azaabin alim
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
For, whenever Our messages are conveyed to such a one, he turns away in his arrogance as though he had not heard them - as though there were deafness in his ears. Give him, then, the tiding of grievous suffering [in the life to come].
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ جَنَّٰتُ ٱلنَّعِيمِ
Innal lazina aamanu wa 'amilus saalihaati lahum Janaatun Na'im
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,
[As against this,] verily, those who attain to faith and do righteous deeds shall have gardens of bliss,
خَٰلِدِينَ فِيهَا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّۭا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Khaalidina fiha wa'dal laahi haqqaa; wa Huwal 'Azizul Hakim
Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
to abide therein in accordance with God’s true promise: for He alone is almighty, truly wise.
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍۢ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍۢ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍۢ كَرِيمٍ
Khalaqas samaauaati bi ghairi 'amadin taraunahaa wa alqaa fil ardi rauaasiya an tamida bikum wa bassa fihaa min kulli daaabbah; wa anzalnaa minas samaaa'i maaa'an fa ambatnaa fiha min kulli zaujin karim
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
He [it is who] has created the skies without any supports that you could see, and has placed firm mountains upon the earth, lest it sway with you, and has caused all manner of living creatures to multiply thereon. And We send down water from the skies, and thus We cause every noble kind [of life] to grow on earth.
هَٰذَا خَلْقُ ٱللَّهِ فَأَرُونِى مَاذَا خَلَقَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ بَلِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى ضَلَٰلٍۢ مُّبِينٍۢ
Haazaa khalqul laahi fa aruni maazaa khalaqal lazina min dunih; baliz zaalimuna fi dalalim Mubin
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
[All] this is God’s creation: show Me, then, what others than He may have created! Nay, but the evildoers are obviously lost in error!
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌۭ
Wa laqad aatainaa Luqmaanal hikmata anisykur lillaah; wa many yasykur fa innamaa yasykuru linafsihi wa man kafara fa innal laaha Ghaniyyun Hamid
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
and, indeed, we granted this wisdom unto Luqman: “Be grateful unto God - for he who is grateful [unto Him] is but grateful for the good of his own self; whereas he who chooses to be ungrateful [ought to know that], verily, God is self-sufficient, ever to be praised!”
وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌۭ
Wa iz qaala luqmaanu libnihi wa huwa ya'izuhu ya bunaiya laa tusyrik billaah; innasy syirka lazulmun 'azim
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
And, lo, Luqman spoke thus unto his son, admonishing him: “O my dear son! Do not ascribe divine powers to aught beside God: for, behold, such [a false] ascribing of divinity is indeed an awesome wrong!
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍۢ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
Wa wassainal bi waalidaihi hamalat hu ummuhu wahnan 'alaa wahninw wa fisaaluhu fi 'aamaini anisykur li wa liwaalidaika ilaiyal masir
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
“And [God says:] ‘We have enjoined upon man goodness towards his parents: his mother bore him by bearing strain upon strain, and his utter dependence on her lasted two years: [hence, O man,] be grateful towards Me and towards thy parents, [and remember that] with Me is all journeys’ end.
وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌۭ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًۭا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Wa in jaahadaaka 'alaaa an tusyrika bi maa laisa laka bihi 'ilmun falaa tuti'humaa wa saahib humaa fid dunyaa ma'rufanw wattabi' sabila man anaaba ilaiy; summa ilaiya marji'ukum fa unabbi'ukum bimaa kuntum ta'malun
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
“‘[Revere thy parents;] yet should they endeavour to make thee ascribe divinity, side by side with Me, to something which thy mind cannot accept [as divine], obey them not; but [even then] bear them company in this world’s life with kindness, and follow the path of those who turn towards Me. In the end, unto Me you all must return; and thereupon I shall make you [truly] understand all that you were doing [in life].’
يَٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍۢ مِّنْ خَرْدَلٍۢ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌۭ
Ya bunaiya innahaaa in taku misqaala habbatim min khardalin fatakun fi sakhratin au fis samaauaati au fil ardi yaati bihal laa; innal laaha latifun Khabir
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
“O my dear son,” [continued Luqman,] “verily, if there be but the weight of a mustard-seed, and though it be [hidden] in a rock, or in the skies, or in the earth, God will bring it to light: for, behold, God is unfathomable [in His wisdom], all-aware
يَٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ
Yaa bunaiya aqimis-Salaata waamur bilma'rufi wanha 'anil munkari wasbir 'alaa maaa asaabaka inna zaalika min 'azmil umur
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
“O my dear son! Be constant in prayer, and enjoin the doing of what is right and forbid the doing of what is wrong, and bear in patience whatever [ill] may befall thee: this, behold, is something to set one’s heart upon!
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍۢ فَخُورٍۢ
Wa laa tusa'-'ir khaddaka linnaasi wa laa tamsyi fil ardi maarahan innal laaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhur
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
“And turn not thy cheek away from people in [false] pride, and walk not haughtily on earth: for, behold, God does not love anyone who, out of self- conceit, acts in a boastful manner.
وَٱقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَٱغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلْأَصْوَٰتِ لَصَوْتُ ٱلْحَمِيرِ
Waqsid fi masyyika waghdud min sautik; inna ankaral aswaati lasautul hamir
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
“Hence, be modest in thy bearing, and lower thy voice: for, behold, the ugliest of all voices is the [loud] voice of asses…”
أَلَمْ تَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُۥ ظَٰهِرَةًۭ وَبَاطِنَةًۭ ۗ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍۢ وَلَا هُدًۭى وَلَا كِتَٰبٍۢ مُّنِيرٍۢ
Alam tarau annal laaha sakhkhara lakum maa fis sa maauaati wa maa fil ardi wa asbaha 'alaikum ni'amahu zaahiratanw wa baatinah; wa minan naasi many yujaadilu fil laahi bighairi 'ilminw wa laa hudanw wa laa Kitaabim munir
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
ARE YOU NOT aware that God has made subservient to you all that is in the heavens and all that is on earth, and has lavished upon you His blessings, both outward and inward? And yet, among men there is many a one that argues about God without having any knowledge [of Him], without any guidance, and without any light-giving revelation;
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُوا۟ بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۚ أَوَلَوْ كَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ
Wa izaa qila lahumut-tabi'u maaa anzalal laahu qaalu bal nattabi'u maa wajadnaa 'alaihi aabaaa'anaa; aualau kaanasy Syaitaanu yad'uhum ilaa 'azaabis sa'ir
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?
and when such [people] are told to follow that which God has bestowed from on high, they answer, “Nay, we shall follow that which we found our forefathers believing in and doing!” Why - [would you follow your forefathers] even if Satan had invited them unto the suffering of the blazing flame?
۞ وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌۭ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ
Wa many yuslim wajha huo ilal laahi wa huwa muhsinun faqadistamsaka bil'ur watil wusqaa; wa ilal laahi 'aaqibatul umur
Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.
Now whoever surrenders his whole being unto God, and is a doer of good withal, has indeed taken hold of a support most unfailing: for with God rests the final outcome of all events.
وَمَن كَفَرَ فَلَا يَحْزُنكَ كُفْرُهُۥٓ ۚ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
Wa man kafara falaa yahzunka kufruh; ilainaa marji'uhum fanunabbi'uhum bimaa 'amilu; innal laaha 'alimum bizaatis sudur
Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
But as for him who is bent on denying the truth - let not his denial grieve thee: unto Us they must return, and then We shall make them [truly] understand all that they were doing [in life]: for, verily, God has full knowledge of what is in the hearts [of men].
نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًۭا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَىٰ عَذَابٍ غَلِيظٍۢ
Numatti'uhum qalilan summa nadtarruhum ilaa 'azaabin ghaliz
Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.
We will let them enjoy themselves for a short while - but in the end We shall drive them into suffering severe.
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Wa la'in sa altahum man khalaqas samaauaati wal arda la yaqulunnal laah; qulil hamdu lillaah; bal aksaruhum laa ya'lamun
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
AND THUS it is [with most people]: if thou ask them, “Who is it that has created the heavens and the earth?” - they will surely answer, “God.” Say: “[Then you ought to know that] all praise is due to God!”- for most of them do not know [what this implies].
لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ
Lilaahi ma fis samaa waati wal ard; innal laaha Huwal Ghaniyyul Hamid
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Unto God belongs all that is in the heavens and on earth. Verily, God alone is self-sufficient, the One to whom all praise is due!
وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَٰمٌۭ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍۢ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ
Wa lau annamaa fil ardi min syajaratin aqlaamunw wal bahru yamudduhu mim ba'dihi sab'atu abhurim maa nafidat Kalimaatul laah; innal laaha 'azizun Hakim
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
And if all the trees on earth were pens, and the sea [were] ink, with seven [morel seas yet added to it, the words of God would not be exhausted: for, verily, God is almighty, wise.
مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍۢ وَٰحِدَةٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ
Maa khalqukum wa laa ba'sukum illaa kanafsinw-waa hidah; innal laaha Sami'um Basir
Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
[For Him,] the creation of you all and the resurrection of you all is but like [the creation and resurrection of] a single soul: for, verily, God is all-hearing, all-seeing.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ كُلٌّۭ يَجْرِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى وَأَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ
Alam tara annal laaha yulijul laila fin nahaari wa yulijun nahaara fil laili wa sakhkharasy syamsa wal qamara kulluny yajrie ilaaa ajalim musammanw wa annal laaha bimaa ta'malona Khabir
Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Art thou not aware that it is God who makes the night grow longer by shortening the day, and makes the day grow longer by shortening the night, and that He has made the sun and the moon subservient [to His laws], each running its course for a term set [by Him] and that God is fully aware of all that you do?
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلْبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ
Zaalika bi annal laaha Huwal Haqqu wa anna maa yad'una min dunihil baatilu wa annal laaha Huwal 'Aliyyul Kabir
Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Thus it is, because God alone is the Ultimate Truth, so that all that men invoke instead of Him is sheer falsehood; and because God alone is exalted, truly great!
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱلْفُلْكَ تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِنِعْمَتِ ٱللَّهِ لِيُرِيَكُم مِّنْ ءَايَٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّكُلِّ صَبَّارٍۢ شَكُورٍۢ
Alam tara annal fulka tajri fil bahri bini'matil laahi li yuriyakum min Aaiaatih; inna fi zaalika la Aaiaatil likulli sabbaarin syakur
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.
Art thou not aware how the ships speed through the sea by God’s favour, so that He might show you some of His wonders? Herein, behold, there are messages indeed for all who are wholly patient in adversity and deeply grateful [to God].
وَإِذَا غَشِيَهُم مَّوْجٌۭ كَٱلظُّلَلِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ فَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌۭ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍۢ كَفُورٍۢ
Wa izaa ghasyiyahum maujun kazzulali da'a-wul laaha mukhlisina lahud dina fa lammaa najjaahum ilal barri faminhum muqtasid; wa maa yajhadu bi Aaiaatinaa illaa kullu khattaarin kafur
Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.
For [thus it is with most men:] when the waves engulf them like shadows [of death], they call unto God, sincere [at that moment] in their faith in Him alone: but as soon as He has brought them safe ashore, some of them stop half-way [between belief and unbelief] Yet none could knowingly reject Our messages unless he be utterly perfidious, ingrate.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱخْشَوْا۟ يَوْمًۭا لَّا يَجْزِى وَالِدٌ عَن وَلَدِهِۦ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِۦ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ
Yaaa aiyuhan naasuttaqu Rabbakum wakhsyau Yaumal laa yajzi waalidun 'anw waladihi wa laa mauludun huwa jaazin 'anw waalidihi syai'aa; innaa wa'dal laahi haqqun falaa taghurran nakumul haiaatud dunyaa wa laa yaghur rannakum billaahil gharun
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
O MEN! Be conscious of your Sustainer, and stand in awe of the Day on which no parent will be of any avail to his child, nor a child will in the least avail his parent! Verily, God’s promise [of resurrection] is true indeed: let not, then, the life of this world deludes you, and let not [your own] deceptive thoughts about God delude you!
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۭ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًۭا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍۢ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ
Innal laaha 'indahu 'ilmus saa'ati wa yunazzilul ghaisa wa ya'lamu maa fil arhaami wa maa tadri nafsum maazaa takisbu ghadaa; wa maa tadri nafsum bi aiyi ardin tamut; innal laaha 'Alimun Khabir
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Verily, with God alone rests the knowledge of when the Last Hour will come: and He [it is who] sends down rain; and He [alone] knows what is in the wombs: whereas no one knows what he will reap tomorrow, and no one knows in what land he will die, Verily. God [alone] is all-knowing, all-aware.