An-Nisaa
سُورَةُ النِّسَاءِ
Wanita • Madaniyah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا
Yaaa aiyuhan naasut taqu Rabbakumul lazi khalaqakum min nafsinw waahidatinw wa khalaqa minhaa zaujahaa wa bas sa minhumaa rijaalan kasiranw wa nisaaa'aa; wattaqul laahallazi tasaaa 'aluna bihi wal arhaam; innal laaha kaana 'alaikum Raqiba
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
O MANKIND! Be conscious of your Sustainer, who has created you out of one living entity, and out of it created its mate, and out of the two spread abroad a multitude of men and women. And remain conscious of God, in whose name you demand [your rights] from one another, and of these ties of kinship. Verily, God is ever watchful over you!
وَءَاتُوا۟ ٱلْيَتَٰمَىٰٓ أَمْوَٰلَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا۟ ٱلْخَبِيثَ بِٱلطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَهُمْ إِلَىٰٓ أَمْوَٰلِكُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حُوبًۭا كَبِيرًۭا
Wa aatul yataamaaa amwaalahum wa laa tatabad dalul khabisa bittaiyibi wa laa taakuluo amwaalahum ilaaa amwaalikum; innahu kaana huban kabiraa
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
Hence, render unto the orphans their possessions, and do not substitute bad things [of your own] for the good things [that belong to them], and do not consume their possessions together with your own: this, verily, is a great crime.
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا۟ فِى ٱلْيَتَٰمَىٰ فَٱنكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ فَوَٰحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُوا۟
Wa in khiftum allaa tuqsitu fil yataamaa fankihu maa taaba lakum minan nisaaa'i masnaa wa sulaasa wa rubaa'a fa'in khiftum allaa ta'dilu fauaahidatan au maa malakat aimaanukum; zaalika adnaaa allaa ta'ulu
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
And if you have reason to fear that you might not act equitably towards orphans, then marry from among [other] women such as are lawful to you - [even] two, or three, or four: but if you have reason to fear that you might not be able to treat them with equal fairness, then [only] one - or [from among] those whom you rightfully possess. This will make it more likely that you will not deviate from the right course.
وَءَاتُوا۟ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَٰتِهِنَّ نِحْلَةًۭ ۚ فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍۢ مِّنْهُ نَفْسًۭا فَكُلُوهُ هَنِيٓـًۭٔا مَّرِيٓـًۭٔا
Wa aatun nisaaa'a sadu qaatihinna nihlah; fa in tibna lakum 'an syai'im minhu nafsan fakuluhu hani'am marie'aa
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.
And give unto women their marriage portions in the spirit of a gift; but if they, of their own accord, give up unto you aught thereof, then enjoy it with pleasure and good cheer.
وَلَا تُؤْتُوا۟ ٱلسُّفَهَآءَ أَمْوَٰلَكُمُ ٱلَّتِى جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمْ قِيَٰمًۭا وَٱرْزُقُوهُمْ فِيهَا وَٱكْسُوهُمْ وَقُولُوا۟ لَهُمْ قَوْلًۭا مَّعْرُوفًۭا
Wa laa tu'tus sufahaaa'a amwaalakumul lati ja'alal laahu lakum qiyaamanw-warzuquhum fihaa waksuhum wa qulu lahum qaulam ma'rufaa
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.
And do not entrust to those who are weak of judgment the possessions which God has placed in your charge for [their] support; but let them have their sustenance therefrom, and clothe them, and speak unto them in a kindly way.
وَٱبْتَلُوا۟ ٱلْيَتَٰمَىٰ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغُوا۟ ٱلنِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًۭا فَٱدْفَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ أَمْوَٰلَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًۭا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا۟ ۚ وَمَن كَانَ غَنِيًّۭا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَن كَانَ فَقِيرًۭا فَلْيَأْكُلْ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَٰلَهُمْ فَأَشْهِدُوا۟ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًۭا
Wabtalul yataamaa hattaaa izaa balaghun nikaaha fa in aanastum minhum rusydan fad fa'uo ilaihim amwaalahum wa laa taa kuluhaaa israafanw wa bidaaran ai yakbaru; wa mai kaana ghaniyyan falyasta' fif wa mai kaana faqiran falyaakul bilma'ruf; fa izaa dafa'tum ilaihim amwaalahum fa'asyhidu 'alaihim; wa kafaa billaahi Hasiba
Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
And test the orphans [in your charge] until they reach a marriageable age; then, if you find them to be mature of mind, hand over to them their possessions; and do not consume them by wasteful spending, and in haste, ere they grow up. And let him who is rich abstain entirely [from his ward's property]; and let him who is poor partake thereof in a fair manner. And when you hand over to them their possessions, let there be witnesses on their behalf - although none can take count as God does.
لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًۭا مَّفْرُوضًۭا
Lirrijaali nasibum mimmaa tarakal waalidaani wal aqrabuna wa lin nisaaa'i nasibum mimmaa tarakal waalidaani wal aqrabuna mimmaa qalla minhu au kasur; nasibam mafrudaa
Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.
MEN SHALL have a share in what parents and kinsfolk leave behind, and women shall have a share in what parents and kinsfolk leave behind, whether it be little or much - a share ordained [by God].
وَإِذَا حَضَرَ ٱلْقِسْمَةَ أُو۟لُوا۟ ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينُ فَٱرْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا۟ لَهُمْ قَوْلًۭا مَّعْرُوفًۭا
Wa izaa hadaral qismata ulul qurbaa walyataamaa walmasaakinu farzuquhum minhu wa qulu lahum qaulam ma'rufaa
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
And when [other] near of kin and orphans and needy persons are present at the distribution [of inheritance], give them something thereof for their sustenance, and speak unto them in a kindly way.
وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةًۭ ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًا
Walyakhsyal lazina lau taraku min khalfihim zurriyyatan di'aafan khaafu 'alaihim falyattaqul laaha walyaqulu qaulan sadidaa
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
And let them stand in awe [of God], those [legal heirs] - who, if they [themselves] had to leave behind weak offspring, would feel fear on their account - and let them remain conscious of God, and let them speak [to the poor] in a just manner.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ نَارًۭا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًۭا
Innal lazina yaakuluna amwaalal yataamaa zulman innamaa yaakuluna fi butunihim Naaranw-wa saiaslauna sa'iraa
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
Behold, those who sinfully devour the possessions of orphans but fill their bellies with fire: for [in the life to come] they will have to endure a blazing flame!
يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَٰدِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءًۭ فَوْقَ ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِن كَانَتْ وَٰحِدَةًۭ فَلَهَا ٱلنِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُۥ وَلَدٌۭ وَوَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخْوَةٌۭ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصِى بِهَآ أَوْ دَيْنٍ ۗ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًۭا ۚ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًۭا
Yusikumul laahu fie aulaadikum liz zakari mislu hazzil unsaiain; fa in kunna nisaaa'an fauqas nataini falahunna suhusaa maa taraka wa in kaanat waahidatan falahan nisf; wa li abauaihi likulli waahidim minhumas sudusu mimmma taraka in kaana lahu walad; fa il lam yakul lahowaladunw wa warisahuo abauaahu fali ummihis sulus; fa in kaana lahu ikhwatun fali ummihis sudus; mim ba'di wasiyyatiny yusi bihaaa au dain; aabaaa'ukum wa abnaaa'ukum laa tadruna aiyuhum aqrabu lakum naf'aa; faridatam minallaah; innal laaha kaana 'Aliman Hakimaa
Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
CONCERNING [the inheritance of] your children, God enjoins [this] upon you: The male shall have the equal of two females’ share; but if there are more than two females, they shall have two-thirds of what [their parents] leave behind; and if there is only one daughter, she shall have one-half thereof. And as for the parents [of the deceased], each of them shall have one-sixth of what he leaves behind, in the event of his having [left] a child; but if he has left no child and his parents are his [only] heirs, then his mother shall have one-third; and if he has brothers and sisters, then his mother shall have one-sixth after [the deduction of] any bequest he may have made, or any debt [he may have incurred]. As for your parents and your children - you know not which of them is more deserving of benefit from you: [therefore this] ordinance from God. Verily, God is all-knowing, wise.
۞ وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَٰجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌۭ فَلَكُمُ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصِينَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍۢ ۚ وَلَهُنَّ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌۭ فَلَهُنَّ ٱلثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُم ۚ مِّنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ تُوصُونَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍۢ ۗ وَإِن كَانَ رَجُلٌۭ يُورَثُ كَلَٰلَةً أَوِ ٱمْرَأَةٌۭ وَلَهُۥٓ أَخٌ أَوْ أُخْتٌۭ فَلِكُلِّ وَٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ ۚ فَإِن كَانُوٓا۟ أَكْثَرَ مِن ذَٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَآءُ فِى ٱلثُّلُثِ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصَىٰ بِهَآ أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَآرٍّۢ ۚ وَصِيَّةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌۭ
Wa lakum nisfu maa taraka azwaajukum il lam yakul lahunna walad; fa in kaana lahunna waladun falakumur rub'u mimmaa tarakna mim ba'di wasiyyatiny yusina bihaaa au dain; wa lahunnar rubu'u mimmaa tarakum il lam yakul lakum walad; fa in kaana lakum waladun falahunnas sumunu mimmaa taraktum; mim ba'di wasiyyatin tusuna bihaaa au dain; wa in kaana rajuluny yurasu kalaalatan auim ra atunw wa lahuo akhun au ukhtun falikulli waahidim minhumas sudus; fa in kaanuo aksara min zaalika fahum syurakaaa'u fissulusi mim ba'di wasiyyatiny yusaa bihaaa au dainin ghaira mudaaarr; wasiyyatam minal laah; wallaahu 'Alimun Halim
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
And you shall inherit one-half of what your wives leave behind, provided they have left no child; but if they have left a child, then you shall have one-quarter of what they leave behind, after [the deduction of] any bequest they may have made, or any debt [they may have incurred]. And your widows shall have one-quarter of what you leave behind, provided you have left no child; but if you have left a child, then they shall have one-eighth of what you leave behind, after [the deduction of] any bequest you may have made, or any debt [you may have incurred]. And if a man or a woman has no heir in the direct line, but has a brother or a sister, then each of these two shall inherit one-sixth; but if there are more than two, then they shall share in one-third [of the inheritance], after [the deduction of] any bequest that may have been made, or any debt [that may have been incurred], neither of which having been intended to harm [the heirs]. [This is] an injunction from God: and God is all-knowing, forbearing.
تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدْخِلْهُ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Tilka hududul laah; wa mai yuti'il laaha wa Rasulahu yudkhilhu Jannaatin tajri min tahtihal anhaaru khaalidina fihaa; wa zaalikal fauzul 'azim
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
These are the bounds set by God. And whoever pays heed unto God and His Apostle, him will He bring into gardens through which running waters flow, therein to abide: and this is a triumph supreme.
وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدْخِلْهُ نَارًا خَٰلِدًۭا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٌۭ مُّهِينٌۭ
Wa mai ya'sil laaha wa Rasulahu wa yata'adda hududahu yudkhilhu Naaran khaalidan fihaa wa lahu 'azaabum muhin
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.
And whoever rebels against God and His Apostle and transgresses His bounds, him will He commit unto fire, therein to abide; and shameful suffering awaits him.
وَٱلَّٰتِى يَأْتِينَ ٱلْفَٰحِشَةَ مِن نِّسَآئِكُمْ فَٱسْتَشْهِدُوا۟ عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةًۭ مِّنكُمْ ۖ فَإِن شَهِدُوا۟ فَأَمْسِكُوهُنَّ فِى ٱلْبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّىٰهُنَّ ٱلْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ ٱللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًۭا
Wallaati yaatinal faahisyata min nisaaa'ikum fastasyhidu 'alaihinna arba'atam minkum fa in syahidu fa amsikuhunna fil buyuti hatta yatauaffaa hunnal mautu au yaj'alal laahu lahunna sabilaa
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.
AND AS FOR those of your women who become guilty of immoral conduct, call upon four from among you who have witnessed their guilt; and if these bear witness thereto, confine the guilty women to their houses until death takes them away or God opens for them a way [through repentance].
وَٱلَّذَانِ يَأْتِيَٰنِهَا مِنكُمْ فَـَٔاذُوهُمَا ۖ فَإِن تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا۟ عَنْهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ تَوَّابًۭا رَّحِيمًا
Wallazaani yaatiyaanihaa minkum fa aazuhumaa fa in taabaa wa aslahaa fa a'ridu 'anhumaaa; innal laaha kaana Tauwaabar Rahima
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
And punish [thus] both of the guilty parties; but if they both repent and mend their ways, leave them alone: for, behold, God is an acceptor of repentance, a dispenser of grace.
إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍۢ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍۢ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا
Innamat taubatu 'alallaahi lillazina ya'malunas suo'a bijahaalatin summa yatubuna min qaribin faulaaika yatubul laahu 'alaihim; wa kaanal laahu 'Aliman Hakimaa
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Verily, God's acceptance of repentance relates only to those who do evil out of ignorance and then repent before their time runs out: and it is they unto whom God will turn again in His mercy - for God is all-knowing, wise;
وَلَيْسَتِ ٱلتَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ ٱلْـَٰٔنَ وَلَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا
Wa laisatit taubatu lillazina ya'malunas saiyiaati hattaaa izaa hadara ahadahumul mautu qaala inni tubtul 'aana wa lallazina yamutuna wa hum kuffaar; ulaaa'ika a'tadnaa lahum 'azaaban alimaa
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.
whereas repentance shall not be accepted from those who do evil deeds until their dying hour and then say, "Behold, I now repent"; nor from those who die as deniers of the truth: it is these for whom We have readied grievous suffering.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًۭا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍۢ مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًۭا كَثِيرًۭا
Yaaa aiyuhal lazina aamanu laa yahillu lakum an tarisun nisaaa'a karhan wa laa ta'duluhunna litazhabu biba'di maaa aataitumuhunna illaaa ai yaatina bifaahisyatim bubaiyinah; wa 'aasyiru hunna bilma'ruf; fa in karihtumuhunna fa'asaaa an takrahu syai'anw wa yaj'alal laahu fihi khairan kasiraa
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
O YOU who have attained to faith! It is not lawful for you to [try to] become heirs to your wives [by holding onto them] against their will; and neither shall you keep them under constraint with a view to taking away anything of what you may have given them, unless it be that they have become guilty, in an obvious manner, of immoral conduct. And consort with your wives in a goodly manner; for if you dislike them, it may well be that you dislike something which God might yet make a source of abundant good.
وَإِنْ أَرَدتُّمُ ٱسْتِبْدَالَ زَوْجٍۢ مَّكَانَ زَوْجٍۢ وَءَاتَيْتُمْ إِحْدَىٰهُنَّ قِنطَارًۭا فَلَا تَأْخُذُوا۟ مِنْهُ شَيْـًٔا ۚ أَتَأْخُذُونَهُۥ بُهْتَٰنًۭا وَإِثْمًۭا مُّبِينًۭا
Wa in arattumustib daala zaujim makaana zaujin wa aataitum ihdaahunna qintaaran falaa taakhuzu minhu syai'aa; ataakhuzunahu buhtaannanw wa ismam mubinaa
Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?
But if you desire to give up a wife and to take another in her stead, do not take away anything of what you have given the first one, however much it may have been. Would you, perchance, take it away by slandering her and thus committing a manifest sin?
وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُۥ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍۢ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَٰقًا غَلِيظًۭا
Wa kaifa taakhuzunahu wa qad afdaa ba'dukum ilaa ba'dinw wa akhazna minkum misaaqan ghalizaa
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.
And how could you take it away after you have given yourselves to one another, and she has received a most solemn pledge from you?
وَلَا تَنكِحُوا۟ مَا نَكَحَ ءَابَآؤُكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةًۭ وَمَقْتًۭا وَسَآءَ سَبِيلًا
Wa laa tankihu maa nakaha aabaaa'ukum minan nisaaa'i illaa maa qad salaf; inahu kaana faahisyatanw wa maqtanw wa saaa'a sabilaa
Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
AND DO NOT marry women whom your fathers have previously married - although what is past is past: this, verily, is a shameful deed, and a hateful thing, and an evil way.
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَٰتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَٰتُكُمْ وَعَمَّٰتُكُمْ وَخَٰلَٰتُكُمْ وَبَنَاتُ ٱلْأَخِ وَبَنَاتُ ٱلْأُخْتِ وَأُمَّهَٰتُكُمُ ٱلَّٰتِىٓ أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَٰتُكُم مِّنَ ٱلرَّضَٰعَةِ وَأُمَّهَٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَٰٓئِبُكُمُ ٱلَّٰتِى فِى حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ ٱلَّٰتِى دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُوا۟ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَٰٓئِلُ أَبْنَآئِكُمُ ٱلَّذِينَ مِنْ أَصْلَٰبِكُمْ وَأَن تَجْمَعُوا۟ بَيْنَ ٱلْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
Hurrimat 'alaikum umma haatukum wa bannaatukum wa akhauaatukum wa 'ammaatukum wa khaalaatukum wa banaatul akhi wa banaatul ukhti wa ummahaatu kumul laatie arda' nakum wa akhauaatukum minarradaa'ati wa ummahaatu nisaaa'ikum wa rabaaa'i bukumul laati fi hujurikum min nisaaa'ikumul laati dakhaltum bihinna Fa il lam takunu dakhaltum bihina falaa junaaha 'alaikum wa halaaa'ilu abnaaa'ikumul lazina min aslaabikum wa an tajma'u bainal ukhtaini illaa maa qad salaf; innallaaha kaana Ghafurar Rahima
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Forbidden to you are your mothers, and your daughters, and your sisters, and your aunts paternal and maternal, and a brother's daughters, and a sister's daughters; and your milk-mothers, and your milk-sisters; and the mothers of your wives; and your step-daughters - who are your foster children - born of your wives with whom you have consummated your marriage; but if you have not consummated your marriage, you will incur no sin [by marrying their daughters]; and [forbidden to you are] the spouses of the sons who have sprung from your loins; and [you are forbidden] to have two sisters [as your wives] at one and the same time - but what is past is past: for, behold, God is indeed much-forgiving, a dispenser of grace.
۞ وَٱلْمُحْصَنَٰتُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۖ كِتَٰبَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَآءَ ذَٰلِكُمْ أَن تَبْتَغُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَٰفِحِينَ ۚ فَمَا ٱسْتَمْتَعْتُم بِهِۦ مِنْهُنَّ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةًۭ ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَٰضَيْتُم بِهِۦ مِنۢ بَعْدِ ٱلْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًۭا
Walmuhsanaatu minan nisaaa'i illaa maa malakat aimaanukum kitaabal laahi 'alaikum; wa uhilla lakum maa waraaa'a zaalikum an tabtaghu bi amwaali kum muhsinina ghaira musaa fihin; famastamta'tum bihi minhunna fa aatuhunna ujurahunna faridah; wa laa junaaha 'alaikum fimaa taraadaitum bihi mim ba'dil faridah; innal laaha kaana 'Aliman Hakimaa
dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
And [forbidden to you are] all married women other than those whom you rightfully possess [through wedlock]: this is God's ordinance, binding upon you. But lawful to you are all [women] beyond these, for you to seek out, offering them of your possessions, taking them in honest wedlock, and not in fornication. And unto those with whom you desire to enjoy marriage, you shall give the dowers due to them; but you will incur no sin if, after [having agreed upon] this lawful due, you freely agree with one another upon anything [else]: behold, God is indeed all-knowing, wise.
وَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنكُمْ طَوْلًا أَن يَنكِحَ ٱلْمُحْصَنَٰتِ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ فَمِن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُم مِّن فَتَيَٰتِكُمُ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۚ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَٰنِكُم ۚ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍۢ ۚ فَٱنكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَءَاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ مُحْصَنَٰتٍ غَيْرَ مُسَٰفِحَٰتٍۢ وَلَا مُتَّخِذَٰتِ أَخْدَانٍۢ ۚ فَإِذَآ أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَٰحِشَةٍۢ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى ٱلْمُحْصَنَٰتِ مِنَ ٱلْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ ٱلْعَنَتَ مِنكُمْ ۚ وَأَن تَصْبِرُوا۟ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Wa mal lam yastati' minkum taulan ai yankihal muhsanaatil mu'minaati famimmaa malakat aimaanukum min fataiaatikumul mu'minaat; wallaahu a'lamu bi imaanikum; ba'dukum mim ba'd; fankihuhunna bi izni ahlihinna wa aatuhunna ujurahunna bilma'rufi muhsanaatin ghaira musaa fihaatinw wa laa muttakhizaati akhdaan; fa izaaa uhsinna fa in ataina bifaahi syatin fa'alaihinnna nisfu maa 'alal muhsanaati minal 'azaab; zaalika liman khasyiyal 'anata minkum; wa an tasbiru khairul lakum; wallaahu Ghafurur Rahim
Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
And as for those of you who, owing to circumstances, are not in a position to marry free believing women, [let them marry] believing maidens from among those whom you rightfully possess. And God knows all about your faith; each one of you is an issue of the other. Marry them, then, with their people's leave, and give them their dowers in an equitable manner - they being women who give themselves in honest wedlock, not in fornication, nor as secret love-companions. And when they are married, and thereafter become guilty of immoral conduct, they shall be liable to half the penalty to which free married women are liable. This [permission to marry slave-girls applies] to those of you who fear lest they stumble into evil. But it is for your own good to persevere in patience [and to abstain from such marriages]: and God is much-forgiving, a dispenser of grace.
يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Yuridul laahu liyubai yina lakum wa yahdiyakum sunanal lazina min qablikum wa yatuba 'alaikum; wallaahu 'Alimun Hakim
Allah hendak menerangkan (hukum syari'at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
God wants to make [all this] clear unto you, and to guide you onto the [righteous] ways of life of those who preceded you, and to turn unto you in His mercy: for God is all-knowing, wise.
وَٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُوا۟ مَيْلًا عَظِيمًۭا
Wallaahu yuridu ai yatuba 'alaikum wa yuridul lazina yattabi 'unasy syahauaati an tamilu mailan 'azimaa
Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).
And God wants to turn unto you in His mercy, whereas those who follow [only] their own lusts want you to drift far away from the right path.
يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ ۚ وَخُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ ضَعِيفًۭا
Yuridul laahu ai yukhaffifa 'ankum; wa khuliqal insaanu da'ifaa
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
God wants to lighten your burdens: for man has been created weak.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍۢ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًۭا
Yaaa aiyuhal lazina aamanu laa taakuluo amwaalakum bainakum bilbaatili 'illaaa an takuna tijaaratan 'an taraadim minkum; wa laa taqtuluo anfusakum; innal laaha kaana bikum Rahimaa
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
O YOU who have attained to faith! Do not devour one another's possessions wrongfully - not even by way of trade based on mutual agreement - and do not destroy one another: for, behold, God is indeed a dispenser of grace unto you!
وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَٰنًۭا وَظُلْمًۭا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًۭا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا
Wa mai yaf'al zaalika 'udwaananw wa zulman fasaufa nuslihi Naaraa; wa kaana zaalika 'alal laahi yasiraa
Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
And as for him who does this with malicious intent and a will to do wrong - him shall We, in time, cause to endure [suffering through] fire: for this is indeed easy for God.
إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًۭا كَرِيمًۭا
In tajtanibu kabaaa'ira maa tunhauna 'anhu nukaffir 'ankum saiyiaatikum wa nudkhilkum mudkhalan karimaa
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
If you avoid the great sins, which you have been enjoined to shun, We shall efface your [minor] bad deeds, and shall cause you to enter an abode of glory.
وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًۭا
Wa laa tatamannau maa faddalal laahu bihi ba'dakum 'alaa ba'd; lirrijaali nasibum mimak tasabu wa linnisaaa'i nasibum mimmak tasabna; was'alullaaha min fadlih; innal laaha kaana bikulli syai'in 'Alimaa
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Hence, do not covet the bounties which God has bestowed more abundantly on some of you than on others. Men shall have a benefit from what they earn, and women shall have a benefit from what they earn. Ask, therefore, God [to give you] out of His bounty: behold, God has indeed full knowledge of everything.
وَلِكُلٍّۢ جَعَلْنَا مَوَٰلِىَ مِمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ ۚ وَٱلَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَٰنُكُمْ فَـَٔاتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ شَهِيدًا
Wa likullin ja'alnaa ma waaliya mimmaa tarakal waalidaani wal aqrabun; wallazina 'aqadat aimaanukum fa aatuhum nasibahum; innal laaha kaana 'alaa kulli syai'in Syahidaa
Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.
And unto everyone have We appointed heirs to what he may leave behind: parents, and near kinsfolk, and those to whom you have pledged your troth give them, therefore, their share. Behold, God is indeed a witness unto everything.
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌۭ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّۭا كَبِيرًۭا
Arrijaalu qauwaamuna 'alan nisaaa'i bimaa fad dalallaahu ba'dahum 'alaa ba'dinw wa bimaaa anfoqu min amwaalihim; fassaalihaatu qaanitaatun haafizaatul lil ghaibi bimaa hafizal laah; wallaati takhaafuna nusyu zahunna fa 'izuhunna wahjuruhunna fil madaaji'i wadribuhunna fa in ata'nakum falaa tabghu 'alaihinna sabilaa; innallaaha kaana 'Aliyyan Kabiraa
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
MEN SHALL take full care of women with the bounties which God has bestowed more abundantly on the former than on the latter, and with what they may spend out of their possessions. And the righteous women are the truly devout ones, who guard the intimacy which God has [ordained to be] guarded. And as for those women whose ill-will you have reason to fear, admonish them [first]; then leave them alone in bed; then beat them; and if thereupon they pay you heed, do not seek to harm them. Behold, God is indeed most high, great!
وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًۭا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًۭا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَٰحًۭا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًۭا
Wa in khiftum syiqaaqa baini himaa fab'asu haka mam min ahlihi wa hakamam min ahlihaa; iny-yuridaaa islaah ai-yuwaffiqil laahu bainahumaa; innal laaha kaana 'Aliman Khabiraa
Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
And if you have reason to fear that a breach might occur between a [married] couple, appoint an arbiter from among his people and an arbiter from among her people; if they both want to set things aright, God may bring about their reconciliation. Behold, God is indeed all-knowing, aware.
۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًۭا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًۭا فَخُورًا
Wa'budul laaha wa laa tusyriku bihi syai'anw wa bilwaalidaini ihsaananw wa bizil qurbaa walyataamaa walmasaakini waljaari zilqurbaa waljaaril junubi wassaahibi biljambi wabnis sabili wa maa malakat aimaanukum; innal laaha laa yuhibbu man kaana mukhtaalan fakhuraa
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
AND WORSHIP God [alone], and do not ascribe divinity, in any way, to aught beside Him. And do good unto your parents, and near of kin, and unto orphans, and the needy, and the neighbour from among your own people, and the neighbour who is a stranger, and the friend by your side, and the wayfarer, and those whom you rightfully possess. Verily, God does not love any of those who, full of self-conceit, act in a boastful manner;
ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ عَذَابًۭا مُّهِينًۭا
Allazina yabkhaluna wa yaamurunan naasa bilbukhli wa yaktumuna maaa aataahu mullaahu min fadlih; wa a'tadnaa lilkaafirina 'azaabam muhinaa
(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.
[nor] those who are niggardly, and bid others to be niggardly, and conceal whatever God has bestowed upon them out of His bounty; and so We have readied shameful suffering for all who thus deny the truth.
وَٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۗ وَمَن يَكُنِ ٱلشَّيْطَٰنُ لَهُۥ قَرِينًۭا فَسَآءَ قَرِينًۭا
Wallazina yunfiquna amwaalahum ri'aaa'an naasi wa laa yu'minuna billaahi wa laa bil Yaumil Aakhir; wa mai yakunisy syaitaanu lahu qarinan fasaaa'a qarinaa
Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.
And [God does not love] those who spend their possessions on others [only] to be seen and praised by men, the while they believe neither in God nor in the Last Day; and he who has Satan for a soul-mate, how evil a soul-mate has he!
وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا
Wa maazaa 'alaihim lau aamanu billaahi wal Yaumil Aakhiri wa anfaqu mimmaa razaqahumul laah; wa kaanallaahu bihim Aalimaa
Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
And what would they have to fear if they would but believe in God and the Last Day, and spend [in His way] out of what God has granted them as sustenance - since God has indeed full knowledge of them?
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةًۭ يُضَٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًۭا
Innal laaha laa yazlimu misqaala zarratinw wa in taku hasanatany yudaa'ifhaa wa yu'ti mil ladunhu ajran 'azimaa
Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.
Verily, God does not wrong [anyone] by as much as an atom's weight; and if there be a good deed, He will multiply it, and will bestow out of His grace a mighty reward.
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍۢ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًۭا
Fakaifa izaa ji'naa min kulli ummatim bisyahidinw wa ji'naabika 'alaa haaa'ulaaa 'i Syahidan
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).
How, then, [will the sinners fare on Judgment Day,] when We shall bring forward witnesses from within every community, and bring thee [O Prophet] as witness against them?
يَوْمَئِذٍۢ يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَعَصَوُا۟ ٱلرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ ٱلْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ ٱللَّهَ حَدِيثًۭا
Yauma'iziny yauad dullazina kafaru wa'asauur Rasula lau tusauwaa bihimul ardu wa laa yaktumunal laaha hadisaa
Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.
Those who were bent on denying the truth and paid no heed to the Apostle will on that Day wish that the earth would swallow them: but they shall not [be able to] conceal from God anything that has happened.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
yaaa aiyuhal lazina aamanu laa taqrabus Salaata wa antum sukaaraa hatta ta'lamu ma taquluna wa la junuban illaa 'aabiri sabilin hatta taghtasilu; wa in kuntum mardaaa au 'alaa safarin au jaaa'a ahadum minkum minal ghaaa'iti au laamastumun nisaaa'a falam tajidu maaa'an fataiam mamu sa'idan taiyiban famsahu biwujuhikum wa aidikum; innal laaha kaana 'Afuwwan Ghafuraa
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
O YOU who have attained to faith! Do not attempt to pray while you are in a state of drunkenness, [but wait] until you know what you are saying; nor yet [while you are] in a state requiring total ablution, until you have bathed - except if you are travelling [and are unable to do so]. But if you are ill, or are travelling, or have just satisfied a want of nature, or have cohabited with a woman, and can find no water - then take resort to pure dust, passing [therewith] lightly over your face and your hands. Behold, God is indeed an absolver of sins, much-forgiving.
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًۭا مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ يَشْتَرُونَ ٱلضَّلَٰلَةَ وَيُرِيدُونَ أَن تَضِلُّوا۟ ٱلسَّبِيلَ
Alam tara ilal lazina utu nasibam minal Kitaabi yasytarunad dalaalata wa yuriduna an tadillus sabil
Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).
ART THOU NOT aware of those who, having been granted their share of the divine writ, now barter it away for error, and want you [too] to lose your way?
وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَآئِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَلِيًّۭا وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ نَصِيرًۭا
Wallaahu a'lamu bi a'daaa'i-kum; wa kafaa billaahi waliyyanw wa kafaa billaahi nasira
Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).
But God knows best who are your enemies: and none can befriend as God does, and none can give succour as God does.
مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَٱسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍۢ وَرَٰعِنَا لَيًّۢا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًۭا فِى ٱلدِّينِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَٱسْمَعْ وَٱنظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَٰكِن لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًۭا
Minal lazina haadu yuharrifunal Kalima 'am mauaadi'ihi wa yaquluna sami'naa wa 'asainaa wasma' ghaira musma'inw wa raa'inaa laiyam bi alsinatihim wa ta'nan fiddin; wa lau annahum qaalu sami'naa wa ata'naa wasma' wanzurnaa lakaana khairal lahum wa aqwama wa laakil la ''anahumul laahu bikufrihim falaa yu'minuna illaa qalila
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): "Raa'ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.
Among those of the Jewish faith there are some who distort the meaning of the [revealed] words, taking them out of their context and saying, [as it were,] "We have heard, but we disobey," and, "Hear without hearkening,” and, “Hearken thou unto us, (O Muhammad)” - thus making a play with their tongues, and implying that the [true] Faith is false. And had they but said, "We have heard, and we pay heed," and "Hear [us], and have patience with us," it would indeed have been for their own good, and more upright: but God has rejected them because of their refusal to acknowledge the truth - for it is in but few things that they believe.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ ءَامِنُوا۟ بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًۭا لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبْلِ أَن نَّطْمِسَ وُجُوهًۭا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰٓ أَدْبَارِهَآ أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّآ أَصْحَٰبَ ٱلسَّبْتِ ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ مَفْعُولًا
yaaa aiyuha lazina utu Kitaaba aaminu bimaa nazzalnaa musadiqallimaa ma'akum min qabli an natmisa wujuhan fanaruddahaa 'alaaa adbaarihaaa au nal'anahum kamaa la'annaaa Asyaabas Sabt; wa kaana amrul laahi maf'ulaa
Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
O you who have been granted revelation [aforetime]! Believe in what We have [now] bestowed from on high in confirmation of whatever [of the truth] you already possess, lest We efface your hopes and bring them to an end - just as We rejected those people who broke the Sabbath: for God's will is always done.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا
Innal laaha laa yaghfiru ai yusyraka bihi wa yaghfiru maa duna zaalika limai yasyaaa'; wa mai yusyrik billaahi faqadif taraaa isman 'azimaa
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
VERILY, God does not forgive the ascribing of divinity to aught beside Him, although He forgives any lesser sin unto whomever He wills: for he who ascribes divinity to aught beside God has indeed contrived an awesome sin.
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ ٱللَّهُ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
Alam tara ilal lazina yuzakkuna anfusahum; balil laahu yuzakki mai yasyaaa'u wa laa yuzlamuna fatilaa
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun.
Art thou not aware of those who consider themselves pure? Nay, but it is God who causes whomever He wills to grow in purity; and none shall be wronged by as much as a hair's breadth.
ٱنظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۖ وَكَفَىٰ بِهِۦٓ إِثْمًۭا مُّبِينًا
Unzur kaifa yaftaruna 'alal laahil kazib, wakafaa bihie ismamm mubinaa
Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
Behold how they attribute their own lying inventions to God - than which there is no sin more obvious.
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًۭا مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ يُؤْمِنُونَ بِٱلْجِبْتِ وَٱلطَّٰغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ هَٰٓؤُلَآءِ أَهْدَىٰ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ سَبِيلًا
Alam tara ilal lazina 'utu nasibam minal kitaabi yu'minuna bil Jibti wat Taaghuti wa yaquluna lillazina kafaru haaa ulaaa'i ahdaa minal lazina aamanu sabilaa
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.
Art thou not aware of those who, having been granted their share of the divine writ, [now] believe in baseless mysteries and in the powers of evil, and maintain that those who are bent on denying the truth are more surely guided than those who have attained to faith?
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَمَن يَلْعَنِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ نَصِيرًا
Ulaaa'ikal lazina la'ana humul laahu wa mai yal'anil laahu falan tajida lahu nasiraa
Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.
It is they whom God has rejected: and he whom God rejects shall find none to succour him.
أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌۭ مِّنَ ٱلْمُلْكِ فَإِذًۭا لَّا يُؤْتُونَ ٱلنَّاسَ نَقِيرًا
Am lahum nasibum minal mulki fa izal laa yu'tunan naasa naqiraa
Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia.
Have they, perchance, a share in [God's] dominion? But [if they had], lo, they would not give to other people as much as [would fill] the groove of a date-stone!
أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًۭا
Am yahsudunan naasa 'alaa maaa aataahumul laahu min fadlihi faqad aatainaaa Aala Ibraahimal Kitaaba wal Hikmata wa aatainaahum mulkan 'azimaa
ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
Do they, perchance, envy other people for what God has granted them out of His bounty? But then, We did grant revelation and wisdom unto the House of Abraham, and We did bestow on them a mighty dominion:
فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا
Faminhum man aamana bihi wa minhum man sadda 'anh; wa kafaa bi Jahannama sa'iraa
Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.
and among them are such as [truly] believe in him, and among them are such as have turned away from him. And nothing could be as burning as [the fire of] hell:
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًۭا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًۭا
Innal lazina kafaru bi Aaiaatinaa saufa nuslihim Naaran kullamaa nadijat juluduhum baddalnaahum juludan ghairahaa liyazuqul 'azaab; innallaaha kaana 'Azizan Hakimaa
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
for, verily, those who are bent on denying the truth of Our messages We shall, in time, cause to endure fire: [and] every time their skins are burnt off, We shall replace them with new skins, so that they may taste suffering [in full] Verily, God is almighty, wise.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۖ لَّهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌۭ مُّطَهَّرَةٌۭ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّۭا ظَلِيلًا
Wallazina aamanu wa 'amilus saalihaati sanud khiluum jannaatin tajri min tahtihal anhaaru khaalidina fihaaa abadaa, lahum fihaaa azwaajum mutahharatun wa nudkhiluhum zillan zalilaa
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
But those who attain to faith and do righteous deeds We shall bring into gardens through which running waters flow, therein to abide beyond the count of time; there shall they have spouses pure: and [thus] We shall bring them unto happiness abounding.
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًۭا
Innal laaha yaamurukum an tu'addul amaanaati ilaaa ahlihaa wa izaa hakamtum bainan naasi an tahkumu bil 'adl; innal laaha yaamurukum an tu'addul amaanaati ilaaa ahlihaa wa izaa hakamtum bainan naasi an tahkumu bil 'adl; innal laaha ni'immaa ya'izukum bih; innal laaha kaana Sami'am Basira
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
BEHOLD, God bids you to deliver all that you have been entrusted with unto those who are entitled thereto, and whenever you judge between people, to judge with justice. Verily, most excellent is what God exhorts you to do: verily, God is all-hearing, all-seeing!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍۢ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Yaaa aiyuhal lazina aamanuo ati'ul laaha wa ati'ur Rasula wa ulil amri minkum fa in tanaaza'tum fi syai'in farudduhu ilal laahi war Rasuli in kuntum tu'minuna billaahi wal yaumil Aakhir; zaalika khairunw wa ahsanu taauilaa
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
O you who have attained to faith! Pay heed unto God, and pay heed unto the Apostle and unto those from among you who have been entrusted with authority; and if you are at variance over any matter, refer it unto God and the Apostle, if you [truly] believe in God and the Last Day. This is the best [for you], and best in the end.
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّٰغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوٓا۟ أَن يَكْفُرُوا۟ بِهِۦ وَيُرِيدُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًۭا
Alam tara ilal lazina yaz'umuna annahum aarmanu bimaa unzilaa ilaika wa maaa unzila min qablika yuriduna ai yatahaakamuo ilat Taaghuti wa qad umiruo ai yakfuru bih, wa yuridusy Syaitaanu ai yudillahum dalaalam ba'idaa
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
ART THOU NOT aware of those who claim that they believe in what has been bestowed from on high upon thee, [O Prophet,] as well as in what was bestowed from on high before thee, [and yet] are willing to defer to the rule of the powers of evil - although they were bidden to deny it, seeing that Satan but wants to lead them far astray?
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيْتَ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًۭا
Wa izaa qila lahum ta'aalau ilaa maaa anzalallaahu wa ilar Rasuli ra aital munaafiqina yasudduna 'anka sududaa
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.
And so, whenever they are told, "Come unto that which God has bestowed from on high, and unto the Apostle," thou canst see these hypocrites turn away from thee with aversion.
فَكَيْفَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَٰنًۭا وَتَوْفِيقًا
Fakaifa izaaa asaabatsum musibatum summa jaaa'uka yahlifuna billaahi in aradnaaa illaaa ihsaananw wa taufiqaa
Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".
But how [will they fare] when calamity befalls them [on the Day of Judgment] because of what they have wrought in this world - whereupon they will come to thee, swearing by God, "Our aim was but to do good, and to bring about harmony"?
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَعْلَمُ ٱللَّهُ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُل لَّهُمْ فِىٓ أَنفُسِهِمْ قَوْلًۢا بَلِيغًۭا
Ulaaa'ikal lazina ya'la mullaahu maa fi qulubihim fa a'rid 'anhum wa 'izhum wa qul lahum fie anfusihim qaulam balighaa
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.
As for them - God knows all that is in their hearts; so leave them alone, and admonish them, and speak unto them about themselves in a gravely searching manner:
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ جَآءُوكَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ ٱللَّهَ وَٱسْتَغْفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُوا۟ ٱللَّهَ تَوَّابًۭا رَّحِيمًۭا
Wa maa arsalnaa mir Rasulin illaa liyutaa'a bi iznil laah; wa lau annahum 'iz zalamuo anfusahum jaaa'uka fastaghfarul laaha wastaghfara lahumur Rasulu la wajadul laaha Tauwaabar Rahimaa
Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
for We have never sent any apostle save that he should be heeded by God's leave. If, then, after having sinned against themselves, they would but come round to thee and ask God to forgive them - with the Apostle, too, praying that they be forgiven - they would assuredly find that God is an acceptor of repentance, a dispenser of grace.
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًۭا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًۭا
Falaa wa Rabbika laa yu'minuna hattaa yuhakkimuka fe emaa syajara bainahum summa laa yajidu fi anfusihim harajam mimmaa qadaita wa yusal limu taslimaa
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
But nay, by thy Sustainer! They do not [really] believe unless they make thee [O Prophet] a judge of all on which they disagree among themselves, and then find in their hearts no bar to an acceptance of thy decision and give themselves up [to it] in utter self-surrender.
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ ٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ أَوِ ٱخْرُجُوا۟ مِن دِيَٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌۭ مِّنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا۟ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًۭا
Wa lau annaa katabnaa 'alaihim aniq tuluo anfusakum auikh ruju min diyaarikum maa fa'aluhu illaa qalilum minhum wa lau annahum fa'alu maa yu'azuna bihi lakaana khairal lahum wa asyadda tasbitaa
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),
Yet if We were to ordain for them, "Lay down your lives," or, "Forsake your homelands," only a very few of them would do it - although, if they did what they are admonished to do, it would indeed be for their own good and apt to strengthen them greatly [in faith],
وَإِذًۭا لَّءَاتَيْنَٰهُم مِّن لَّدُنَّآ أَجْرًا عَظِيمًۭا
Wa izal la aatainaahum mil ladunnaaa ajran 'azimaa
dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,
whereupon We should indeed grant them, out of Our grace, a mighty reward,
وَلَهَدَيْنَٰهُمْ صِرَٰطًۭا مُّسْتَقِيمًۭا
Wa lahadainaahum Siraatam mustaqimaa
dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
and indeed guide them onto a straight way.
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًۭا
Wa many-yuti'il laaha war Rasula fa ulaaa'ika ma'al lazina an'amal laahu 'alaihim minan nabiyyina wassiddiqina wasysyuhadaaa'i wassaalihin; wa hasuna ulaaa'ika rafiqaa
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
For, all who pay heed unto God and the Apostle shall be among those upon whom God has bestowed His blessings: the prophets, and those who never deviated from the truth, and those who [with their lives] bore witness to the truth, and the righteous ones: and how goodly a company are these!
ذَٰلِكَ ٱلْفَضْلُ مِنَ ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ عَلِيمًۭا
Zaalikal fadlu minal laah; wa kafaa billaahi 'Alimaa
Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.
Such is the bounty of God - and none has the knowledge which God has.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ خُذُوا۟ حِذْرَكُمْ فَٱنفِرُوا۟ ثُبَاتٍ أَوِ ٱنفِرُوا۟ جَمِيعًۭا
Yaaa aiyuhal lazina aamanu khuzu hizrakum fanfiru subaain auin firu jami'aa
Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!
O YOU who have attained to faith! Be fully prepared against danger, whether you go to war in small groups or all together.
وَإِنَّ مِنكُمْ لَمَن لَّيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَٰبَتْكُم مُّصِيبَةٌۭ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَىَّ إِذْ لَمْ أَكُن مَّعَهُمْ شَهِيدًۭا
Wa inna minkum lamal la yubatti'anna fa in asaabatkum musibatun qaala qad an'amal laahu 'alaiya iz lam akum ma'ahum syahida
Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata: "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.
And, behold, there are indeed among you such as would lag behind, and then, if calamity befalls you, say, "God has bestowed His favour upon me in that I did not accompany them."
وَلَئِنْ أَصَٰبَكُمْ فَضْلٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَن لَّمْ تَكُنۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُۥ مَوَدَّةٌۭ يَٰلَيْتَنِى كُنتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًۭا
Wa la'in asaabakum fadlum minal laahi la yaqulanna ka al lam takum bainakum wa bainahu mauaddatuny yaa laitani kuntu ma'ahum fa afuza fauzan 'azimaa
Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-oleh belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: "Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)".
But if good fortune comes to you from God, such a person is sure to say - just as if there had never been any question of love between you and him -: "Oh, would that I had been with them, and thus had a [share in their] mighty triumph!"
۞ فَلْيُقَٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشْرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا
Falyuqaatil fi sabilil laahil lazina yasyrunal haiaatad dunyaa bil Aakhirah; wa many-uqaatil fi sabilil laahi fa yuqtal au yaghlib fasaufa nu'tihi ajran 'azimaa
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
Hence, let them fight in God's cause - all who are willing to barter the life of this world for the life to come: for unto him who fights in God's cause, whether he be slain or be victorious, We shall in time grant a mighty reward.
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلظَّالِمِ أَهْلُهَا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّۭا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا
Wa maa lakum laa tuqaatiluna fi sabilil laahi walmustad'afina minar rijaali wannisaaa'i walwildaanil lazina yaquluna Rabbanaaa akhrijnaa min haazihil qaryatiz zaalimi ahluhaa waj'al lanaa mil ladunka waliyanw waj'al lanaa mil ladunka nasiraa
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!".
And how could you refuse to fight in the cause of God and of the utterly helpless men and women and children who are crying, "O our Sustainer! Lead us forth [to freedom] out of this land whose people are oppressors, and raise for us, out of Thy grace, a protector, and raise for us, out of Thy grace, one who will bring us succour!"
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطَّٰغُوتِ فَقَٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطَٰنِ ۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطَٰنِ كَانَ ضَعِيفًا
Allazina aamanu yuqaatiluna fi sabilil laahi wallazina kafaru yuqaatiluna fi sabilit Taaghut faqaatilu auliyaaa'asy Syaitaan; inna kaidasy Syairaani kaana da'ifa
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
Those who have attained to faith fight in the cause of God, whereas those who are bent on denying the truth fight in the cause of the powers of evil. Fight, then, against those friends of Satan: verily, Satan's guile is weak indeed!
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوٓا۟ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌۭ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ ٱلنَّاسَ كَخَشْيَةِ ٱللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةًۭ ۚ وَقَالُوا۟ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا ٱلْقِتَالَ لَوْلَآ أَخَّرْتَنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ ۗ قُلْ مَتَٰعُ ٱلدُّنْيَا قَلِيلٌۭ وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا
Alam tara ilal lazina qila lahum kuffuo aidiyakum wa aqimus Salaata w aaatuz Zakaata falammaa kutiba 'alaihimul qitaalu izaa fariqum minhum yakhsyaunnan naasa kakhasyyatil laahi au asyadda khasyyah; wa qaalu Rabbanaa lima katabta 'alainal qitaala lau laaa akhkhartanaa ilaaa ajalin qarib; qul mataa'ud dunyaa qalilunw wal Aakhiratu khairul limanit taqaa wa laa tuzlamuna fatilaa
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
ART THOU NOT aware of those who have been told, "Curb your hands, and be constant in prayer, and render the purifying dues"? But as soon as fighting [in God's cause] is ordained for them, lo, some of them stand in awe of men as one should stand in awe of God - or in even greater awe - and say, "O our Sustainer! Why hast Thou ordained fighting for us? If only Thou hadst granted us a delay for a little while!" Say: "Brief is the enjoyment of this world, whereas the life to come is the best for all who are conscious of God - since none of you shall be wronged by as much as a hair's breadth.
أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍۢ مُّشَيَّدَةٍۢ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًۭا
Ainamaa takunu yudrikkumul mautu wa lau kuntum fi burujim musyai yadah; wa in tusibhum hasanatuny yaqulu haazihi min indil laahi wa in tusibhum saiyi'atuny yaqulu haazihi min 'indik; qul kullum min 'indillaahi famaa lihaaa 'ulaaa'il qaumi laa yakkaaduna yafqahuna hadisaa
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?
Wherever you may be, death will overtake you - even though you be in towers raised high. "Yet, when a good thing happens to them, some [people] say, "This is from God," whereas when evil befalls them, they say, "This is from thee [O fellowman]!” Say: "All is from God." What, then, is amiss with these people that they are in no wise near to grasping the truth of what they are told?
مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍۢ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍۢ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًۭا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۭا
Maaa asaabaka min hasanatin faminal laahi wa maaa asaaabaka min saiyi'atin famin nafsik; wa arsalnaaka linnaasi Rasulaa; wa kafaa billaahi Syahidaa
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Whatever good happens to thee is from God; and whatever evil befalls thee is from thyself. AND WE have sent thee [O Muhammad] as an apostle unto all mankind: and none can bear witness [thereto] as God does.
مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًۭا
Man yuti'ir Rasula faqad ataa'al laaha wa man tauallaa famaaa arsalnaaka 'alaihim hafizaa
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.
Whoever pays heed unto the Apostle pays heed unto God thereby; and as for those who turn away - We have not sent thee to be their keeper.
وَيَقُولُونَ طَاعَةٌۭ فَإِذَا بَرَزُوا۟ مِنْ عِندِكَ بَيَّتَ طَآئِفَةٌۭ مِّنْهُمْ غَيْرَ ٱلَّذِى تَقُولُ ۖ وَٱللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا
Wa yaquluna taa'antun fa izaa barazu min 'indika baiyata taaa'ifatum minhum ghairal lazi taqulu wallaahu yaktubu maa yubaiyituna faa'rid 'anhum wa tauakkal 'alal laah; wa kafaa billaahi Wakilaa
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
And they say, "We do pay heed unto thee'' - but when they leave thy presence, some of them devise, in the dark of night, [beliefs] other than thou art voicing; and all the while God records what they thus devise in the dark of night. Leave them, then, alone, and place thy trust in God: for none is as worthy of trust as God.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُوا۟ فِيهِ ٱخْتِلَٰفًۭا كَثِيرًۭا
Afalaa yatadabbarunal Qur'aan; wa lau kaana min 'indi ghairil laahi la wajadu fi hikh tilaafan kasiraa
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
Will they not, then, try to understand this Qur’an? Had it issued from any but God, they would surely have found in it many an inner contradiction!
وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرٌۭ مِّنَ ٱلْأَمْنِ أَوِ ٱلْخَوْفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَٱتَّبَعْتُمُ ٱلشَّيْطَٰنَ إِلَّا قَلِيلًۭا
Wa izaa jaaa'ahum amrum minal amni auil kkhaufi azaa'u bihi wa lau radduhu ilar Rasuli wa ilaaa ulil amri minhum la'alimahul lazina yastambitunahu minhum; wa lau laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhu lattaba'tumusy Syaitaana illaa qalilaa
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).
AND IF any [secret] matter pertaining to peace or war comes within their ken, they spread it abroad - whereas, if they would but refer it unto the Apostle and unto those from among the believers who have been entrusted with authority, such of them as are engaged in obtaining intelligence would indeed know [what to do with] it And but for God's bounty towards you, and His grace, all but a few of you would certainly have followed Satan.
فَقَٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًۭا وَأَشَدُّ تَنكِيلًۭا
Faqaatil fi sabilil laahi laa tukallafu illa nafsaka wa harridil mu'minina 'asallaahu ai yakuffa baasallazina kafaru; wallaahu asyaddu baasanw wa asyaaddu tanakilaa
Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).
Fight thou, then, in God's cause - since thou art but responsible for thine own self - and inspire the believers to overcome all fear of death. God may well curb the might of those who are bent on denying the truth: for God is stronger in might, and stronger in ability to deter.
مَّن يَشْفَعْ شَفَٰعَةً حَسَنَةًۭ يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٌۭ مِّنْهَا ۖ وَمَن يَشْفَعْ شَفَٰعَةًۭ سَيِّئَةًۭ يَكُن لَّهُۥ كِفْلٌۭ مِّنْهَا ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ مُّقِيتًۭا
Mai yasyfa' syafaa'atan hasanatai yakul lahu nasibum minhaa wa mai yasyfa' syafaa'tan saiyi'atanny-yakul lahu kiflum minhaa; wa kaanal laahu 'alaa kulli syai'im Muqitaa
Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Whoever rallies to a good cause shall have a share in its blessings; and whoever rallies to an evil cause shall be answerable for his part in it: for, indeed, God watches over everything.
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍۢ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا
Wa izaa huyyitum bitahiy yatin fahaiyu bi ahsana minhaaa au rudduhaa; innal laaha kaana 'alaa kulli syai'in Hasiba
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.
But when you are greeted with a greeting [of peace], answer with an even better greeting, or [at least] with the like thereof. Verily, God keeps count indeed of all things.
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۗ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ ٱللَّهِ حَدِيثًۭا
Allaahu laaa ilaaha illaa huwa la yajma'annakum ilaa Yaumil Qiyaamati laa raiba fih; wa man asdaqu mminallaahi hadisaa
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?
God - save whom there is no deity - will surely gather you all together on the Day of Resurrection, [the coming of] which is beyond all doubt: and whose word could be truer than God's?
۞ فَمَا لَكُمْ فِى ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِئَتَيْنِ وَٱللَّهُ أَرْكَسَهُم بِمَا كَسَبُوٓا۟ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَهْدُوا۟ مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًۭا
Famaa lakum filmuna afiqina fi'ataini wallaahu arkasahum bimaa kasabu; aturiduna an tahdu man adallal laahu wa mmai yudlilil laahu falan tajida lahu sabilaa
Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.
How, then, could you be of two minds about the hypocrites, seeing that God [Himself] has disowned them because of their guilt? Do you, perchance, seek to guide those whom God has let go astray - when for him whom God lets go astray thou canst never find any way?
وَدُّوا۟ لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا۟ فَتَكُونُونَ سَوَآءًۭ ۖ فَلَا تَتَّخِذُوا۟ مِنْهُمْ أَوْلِيَآءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَخُذُوهُمْ وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ ۖ وَلَا تَتَّخِذُوا۟ مِنْهُمْ وَلِيًّۭا وَلَا نَصِيرًا
Wadu lau takfuruna kamaa kafaru fatakununa sauaaa'an falaa tattakhizu minhum auliyaaa'a hattaa yuhaajiru fi sabilil laah; fa in tauallau fa khuzuhum waqtuluhum haisu wajat tumuhum wa laa tattakhizu minhum waliyyanw wa laa nasiraa
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,
They would love to see you deny the truth even as they have denied it, so that you should be like them. Do not, therefore, take them for your allies until they forsake the domain of evil for the sake of God; and if they revert to [open] enmity, seize them and slay them wherever you may find them. And do not take any of them for your ally or giver of succour,
إِلَّا ٱلَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَٰقٌ أَوْ جَآءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَن يُقَٰتِلُوكُمْ أَوْ يُقَٰتِلُوا۟ قَوْمَهُمْ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَٰتَلُوكُمْ ۚ فَإِنِ ٱعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا۟ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَمَ فَمَا جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًۭا
Illal lazina yasiluna ilaa qaumim binakum wa bainahum misaaqun au jaaa'ukum hasirat suduruhum ai yuqaatilukum au yuqaatilu qaumahum, wa lau syaaa'al laahu lasallatahum 'alaikum falaqaatalukum; fa ini' tazalukum falam yuqaatilukum wa alqau ilaikumus salama famaa ja'alal laahu lakum 'alaihim sabilaa
kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.
unless it be such [of them] as have ties with people to whom you yourselves are bound by a covenant, or such as come unto you because their hearts shrink from [the thought of] making war either on you or on their own folk - although, if God had willed to make them stronger than you, they would certainly have made war on you. Thus, if they let you be, and do not make war on you, and offer you peace, God does not allow you to harm them.
سَتَجِدُونَ ءَاخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا۟ قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱلْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا۟ فِيهَا ۚ فَإِن لَّمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوٓا۟ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَمَ وَيَكُفُّوٓا۟ أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَٰنًۭا مُّبِينًۭا
Satajiduna aakharina yuriduna ai yaamanukum wa yaamanu qaumahum kullamaa rudduo ilal itnati urkisu fihaa; fa il lam ya'tazilukum wa yulquo ilai kumus salama wa yakuffuo aidiyahum fakhuzuhum waqtuluhum haisu saqif tumuhum; wa ulaaa'ikum ja'alnaa lakum 'alaihim sultaanam mubinaa
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.
You will find [that there are] others who would like to be safe from you as well as safe from their own folk, [but who,] whenever they are faced anew with temptation to evil, plunge into it headlong. Hence, if they do not let you be, and do not offer you peace, and do not stay their hands, seize them and slay them whenever you come upon them: for it is against these that We have clearly empowered you [to make war].
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَـًۭٔا ۚ وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَـًۭٔا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ وَدِيَةٌۭ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَصَّدَّقُوا۟ ۚ فَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ عَدُوٍّۢ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَٰقٌۭ فَدِيَةٌۭ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا
Wa maa kaana limu'minin ai yaqtula mu'minan illaa khata'aa; waman qatala mu'minan khata'an fatabriru raqabatim mu'minatinw wa diyatum mmusallamatun ilaaa ahlihie illaaa ai yassaddaqu; fa in kaana min qaumin 'aduwwil lakum wa huwa mu'minun fatabriru raqabatim mu'minah; wa in kaana min qaumim bainakum wa bainahum misaaqun fadiyatum mmusallamatun ilaaa ahlihi wa tahriru raqabatim mu'minatin famal lam yajid fa Siyaamu syahraini mutataabi'aini tauhatam minal laah; wa kaanal laahu 'Aliman hakimaa
Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
AND IT IS not conceivable that a believer should slay another believer, unless it be by mistake. And upon him who has slain a believer by mistake there is the duty of freeing a believing soul from bondage and paying an indemnity to the victim's relations, unless they forgo it by way of charity. Now if the slain, while himself a believer, belonged to a people who are at war with you, [the penance shall be confined to] the freeing of a believing soul from bondage; whereas, if he belonged to a people to whom you are bound by a covenant, [it shall consist of] an indemnity to be paid to his relations in addition to the freeing of a believing soul from bondage. And he who does not have the wherewithal shall fast [instead] for two consecutive months. (This is) the atonement ordained by God: and God is indeed all-knowing, wise.
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًۭا مُّتَعَمِّدًۭا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدًۭا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًۭا
Wa mai yaqtul mu'minammuta 'ammidan fajazaaa'uhu Jahannamu khaalidan fihaa wa ghadibal laahu' alaihi wa la'anahu wa a'adda lahu 'azaaban 'azimaa
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
But whoever deliberately slays another believer, his requital shall be hell, therein to abide; and God will condemn him, and will reject him, and will prepare for him awesome suffering.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَتَبَيَّنُوا۟ وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَنْ أَلْقَىٰٓ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًۭا تَبْتَغُونَ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فَعِندَ ٱللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌۭ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًۭا
Yaaa aiyuhal lazina aamanu izaa darabtum fi sabilil laahi fatabaiyanu wa laa taqulu liman alqaaa ilaikumus salaama lasta mu'minan tabtaghuna 'aradal haiaatid dunyaa fa'indal laahi maghaanimu kasirah; kazaalika kuntum min qablu famannnal laahu 'alaikum fatabaiyanu; innallaaha kaana bimaa ta'maluna Khabiraa
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[Hence,] O you who have attained to faith, when you go forth [to war] in God's cause, use your discernment, and do not - out of a desire for the fleeting gains of this worldly life - say unto anyone who offers you the greeting of peace, "Thou art not a believer" for with God there are gains abundant. You, too, were once in the same condition - but God has been gracious unto you. Use, therefore, your discernment: verily, God is always aware of what you do.
لَّا يَسْتَوِى ٱلْقَٰعِدُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُو۟لِى ٱلضَّرَرِ وَٱلْمُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَٰهِدِينَ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى ٱلْقَٰعِدِينَ دَرَجَةًۭ ۚ وَكُلًّۭا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَٰهِدِينَ عَلَى ٱلْقَٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًۭا
Laa yastauil qaa'iduna Minal mu'minina ghairu ulid darari walmujaahiduna fi sabilil laahi bi amwaalihim wa anfusihim; faddalal laahul mujaahidina bi amwaalihim wa anfusihim; faddalal laahul mujaahidina bi am waalihim wa anfusihim 'alalqaa'idina darajab; wa kullanw wa'adal laahul husnaa; wa faddalal laahul mujaahidina 'alal qaa'idina ajran 'azimaa
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,
SUCH of the believers as remain passive - other than the disabled - cannot be deemed equal to those who strive hard in God's cause with their possessions and their lives: God has exalted those who strive hard with their possessions and their lives far above those who remain passive. Although God has promised the ultimate good unto all [believers], yet has God exalted those who strive hard above those who remain passive by [promising them] a mighty reward -
دَرَجَٰتٍۢ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةًۭ وَرَحْمَةًۭ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًا
Darajaatim minhu wa maghfiratanw wa rahmah; wa kaanal laahu Ghafurar Rahima
(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[many] degrees thereof - and forgiveness of sins, and His grace; for God is indeed much-forgiving, a dispenser of grace.
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا۟ فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا۟ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا۟ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةًۭ فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا ۚ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا
Innal lazina tauaffaa humul malaaa'ikatu zaalimie anfusihim qaalu fima kuntum qaalu kunnaa mustad'afina fil-ard; qaaluo alam takun ardul laahi waasi'atan fatuhaajiru fihaa; fa ulaaa'ika maauaahum Jahannamu wa saaa'at masiraa
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,
Behold, those whom the angels gather in death while they are still sinning against themselves, [the angels] will ask, "What was wrong with you?'' They will answer: "We were too weak on earth." [The angels] will say: "Was, then, God's earth not wide enough for you to forsake the domain of evil?" For such, then, the goal is hell - and how evil a journey's end!
إِلَّا ٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةًۭ وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًۭا
Illal mustad 'afina minar rijaali wannisaaa'i walwildaani laa yastati'una hilatanw wa laa yahtaduna sabila
kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),
But excepted shall be the truly helpless - be they men or women or children - who cannot bring forth any strength and have not been shown the right way:
فَأُو۟لَٰٓئِكَ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًۭا
Fa ulaaa'ika 'asal laahu ai ya'fuwa 'anhum; wa kaanal laahu 'Afuwwan Ghafuraa
mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
as for them, God may well efface their sin - for God is indeed an absolver of sins, much-forgiving.
۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرَٰغَمًۭا كَثِيرًۭا وَسَعَةًۭ ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ ٱلْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
Wa mai yuhaajir fi sabilil laahi yajid fil ardi mmuraaghaman kasiranw wa sa'ah; wa mai yakhruj mim baitihi muhaajiran ilal laahi wa Rasulihi summa yudrikhul mautu faqad waqa'a ajruhu 'alal laah; wa kaanal laahu Ghafurar Rahimaa
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
And he who forsakes the domain of evil for the sake of God shall find on earth many a lonely road, as well as life abundant. And if anyone leaves his home, fleeing from evil unto God and His Apostle, and then death overtakes him - his reward is ready with God: for God iss indeed much-forgiving, a dispenser of grace.
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّۭا مُّبِينًۭا
Wa izaa darabtum fil ardi falaisa 'alaikum junaahun an taqsuru minas Salaati in khiftum ai yaftinakumul lazina kafaruo; innal kaafirina kaanu lakum aduwwam mubinaa
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
AND WHEN you go forth [to war] on earth, you will incur no sin by shortening your prayers if you have reason to fear that those who are bent on denying the truth might suddenly fall upon you: for, verily, those who deny the truth are your open foes.
وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌۭ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوٓا۟ أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا۟ فَلْيَكُونُوا۟ مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا۟ فَلْيُصَلُّوا۟ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا۟ حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةًۭ وَٰحِدَةًۭ ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًۭى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَن تَضَعُوٓا۟ أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا۟ حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَٰفِرِينَ عَذَابًۭا مُّهِينًۭا
Wa izaa kunta fihim fa aqamta lahumus Salaata faltaqum taaa'ifatum minhum ma'aka walyaakhuzuo aslihatahum fa izaa sajadu fal yakunu minw waraaa'ikum waltaati taaa'ifatun ukhraa lam yusallu falyusallo ma'aka walyaakhuzu hizrahum wa aslihatahum; waddal lazina kafaru lau taghfuluna 'anaslihatikum wa amti'atikum fa yamiluna 'alaikum mailatanw waahidah; wa laa junaaha 'alaikum in kaana bikum azam mimmatarin au kuntum mmardaaa an tada'uo aslihatakum wa khuzu hizrakum; innal laaha a'adda lilkaafirina 'azaabam muhinaa
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.
Thus, when thou art among the believers and about to lead them in prayer, let [only] part of them stand up with thee, retaining their arms. Then, after they have finished their prayer, let them provide you cover while another group, who have not yet prayed, shall come forward and pray with thee, being fully prepared against danger and retaining their arms: (for) those who are bent on denying the truth would love to see you oblivious of your arms and your equipment, so that they might fall upon you in a surprise attack. But it shall not be wrong for you to lay down your arms [while you pray] if you are troubled by rain or if you are ill; but [always] be fully prepared against danger. Verily, God has readied shameful suffering for all who deny the truth!
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًۭا مَّوْقُوتًۭا
Fa izaa qadaitumus Salaata fazkurul laaha qiyaamanw wa qu'udanw wa 'alaa junubikum; fa izat maanantum fa aqimus Salaah; innas Salaata kaanat 'alal mu'minina kitaabam mauqutaa
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
And when you have finished your prayer, remember God - standing and sitting and lying down; and when you are once again secure, observe your prayers [fully]. Verily, for all believers prayer is indeed a sacred duty linked to particular times [of day].
وَلَا تَهِنُوا۟ فِى ٱبْتِغَآءِ ٱلْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا۟ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Wa laa tahinu fibtighaaa'il qaumi in takunu taalamuna fa innahum yaalamuna kamaa taalamuna wa tarjuna minal laahi maa laa yarjun; wa kaanal laahu 'Aliman Hakimaa
Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
And be not faint of heart when you seek out the [enemy] host. If you happen to suffer pain, behold, they suffer pain even as you suffer it: but you are hoping [to receive] from God what they cannot hope for. And God is indeed all-knowing, wise.
إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًۭا
Innaaa anzalnaaa ilaikal Kitaaba bilhaqqi litahkuma bainan naasi bimaaa araakal laah; wa laa takul lilkhaaa'inina khasimaa
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,
BEHOLD, We have bestowed upon thee from on high this divine writ, setting forth the truth, so that thou may judge between people in accordance with what God has taught thee. Hence, do not contend with those who are false to their trust,
وَٱسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
Wastaghfiril laaha innal laaha kaana Ghafurar Rahima
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
but pray God to forgive [them]: behold, God is indeed much-forgiving, a dispenser of grace.
وَلَا تُجَٰدِلْ عَنِ ٱلَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنفُسَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًۭا
Wa laa tujaadil 'anil lazina yakhtaanuna anfusahum; innal laaha laa yuhibbuman kaana khauwaanan asimaa
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,
Yet do not argue in behalf of those who are false to their own selves: verily, God does not love those who betray their trust and persist in sinful ways.
يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ ٱلْقَوْلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا
Yastakhfuna minannaasi wa laa yastakh funa minal laahi wa huwa ma'ahum iz yubaiyituna maa laa yardaa minal qaul; wa kaanal laahu bimaa ya'maluna muhitaa
mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.
They would conceal their doings from men; but from God they cannot conceal them - for He is with them whenever they devise, in the dark of night, all manner of beliefs which He does not approve. And God indeed encompasses [with His knowledge] whatever they do.
هَٰٓأَنتُمْ هَٰٓؤُلَآءِ جَٰدَلْتُمْ عَنْهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فَمَن يُجَٰدِلُ ٱللَّهَ عَنْهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَم مَّن يَكُونُ عَلَيْهِمْ وَكِيلًۭا
haaa antum haaa'ulaaa'i jaadaltum 'anhum fil haiaatid dunyaa famai yujaadilul laaha 'anhum Yaumal Qiyaamati am mai yakunu 'alaihim wakilaa
Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?
Oh, you might well argue in their behalf in the life of this world: but who will argue in their behalf with God on the Day of Resurrection, or who will be their defender?
وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
Wa mai ya'mal suo'an au yazlim nafsahu summa yastaghfiril laaha yajidil laaha Ghafurar Rahimaa
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Yet he who does evil or [otherwise] sins against himself, and thereafter prays God to forgive him, shall find God much-forgiving, a dispenser of grace:
وَمَن يَكْسِبْ إِثْمًۭا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُۥ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا
Wa mai yaksib isman fa innamaa yaksibuhu 'alaa nafsih; wa kaanal laahu 'Aliman hakimaa
Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
for he who commits a sin, commits it only to his own hurt; and God is indeed all-knowing, wise.
وَمَن يَكْسِبْ خَطِيٓـَٔةً أَوْ إِثْمًۭا ثُمَّ يَرْمِ بِهِۦ بَرِيٓـًۭٔا فَقَدِ ٱحْتَمَلَ بُهْتَٰنًۭا وَإِثْمًۭا مُّبِينًۭا
Wa mai yaksib khatie'atan au isman summa yarmi bihi barie'an faqadih tamala buhtaananw wa ismam mubinaa
Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
But he who commits a fault or a sin and then throws the blame therefore on an innocent person, burdens himself with the guilt of calumny and [yet another] flagrant sin.
وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُۥ لَهَمَّت طَّآئِفَةٌۭ مِّنْهُمْ أَن يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِن شَىْءٍۢ ۚ وَأَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًۭا
Wa lau laa fadlul laahi 'alaika wa rahmatuhu lahammat taaa'ifatum minhum ai yudilluka wa maa yudilluna illaaa anfusahum wa maa yadurrunaka min syai'; wa anzalal laahu 'alaikal Kitaaba wal Hikmata wa 'allamaka maa lam takun ta'lam; wa kaana fadlul laahi 'alaika 'azimaa
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.
And but for God's favour upon thee and His grace, some of those [who are false to themselves] would indeed endeavour to lead thee astray; yet none but themselves do they lead astray. Nor can they harm thee in any way, since God has bestowed upon thee from on high this divine writ and [given thee] wisdom, and has imparted unto thee the knowledge of what thou didst not know. And God's favour upon thee is tremendous indeed.
۞ لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍۢ مِّن نَّجْوَىٰهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَٰحٍۭ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا
laa khaira fi kasirim min najwaahum illaa man amara bisadaqatin au ma'rufin au islaahim bainan naas; wa mai yaf'al zaalikab tighaaa'a mardaatil laahi fa saufa nu'tihi ajran 'azimaa
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.
NO GOOD comes, as a rule, out of secret confabulations - saving such as are devoted to enjoining charity, or equitable dealings, or setting things to rights between people: and unto him who does this out of a longing for God's goodly acceptance We shall in time grant a mighty reward.
وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا
Wa mai yusyaaqiqir Rasula mim ba'di maa tabaiyana lahul hudaa wa tattabi' ghaira sabilil mu'minina nuwallihi ma tauallaa wa nuslihi Jahannama wa saaa'at masiraa
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
But as for him who, after guidance has been vouchsafed to him, cuts himself off from the Apostle and follows a path other than that of the believers - him shall We leave unto that which he himself has chosen, and shall cause him to endure hell: and how evil a journey’s end!
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا
Innal laaha laa yaghfiru ai yusyraka bihi waiaghfiru maa duna zaalika limai yasyaaa'; wa mai yusyrik billaahi faqad dalla dalaalam ba'idaa
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
VERILY, God does not forgive the ascribing of divinity to aught beside Him, although He forgives any lesser sin unto whomever He wills: for those who ascribe divinity to aught beside God have indeed gone far astray.
إِن يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَٰثًۭا وَإِن يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَٰنًۭا مَّرِيدًۭا
iny yad'una min dunihie illaaa inaasanw wa iny yad'una illaa Syaitaanam maridaa
Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,
In His stead, they invoke only lifeless symbols - thus invoking none but a rebellious Satan
لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًۭا مَّفْرُوضًۭا
La'anahul laah; wa qaala la attakhizanna min 'ibaadika nasibam mafrudaa
yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),
whom God has rejected for having said, "Verily, of Thy servants I shall most certainly take my due share,
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلْأَنْعَٰمِ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَٰنَ وَلِيًّۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًۭا مُّبِينًۭا
Wa la udillannahum wa la umanni yannnahum wa la aamurannahum fala yubat tikunna aazaanal lan'aami wa la aamurannahum fala yughai yirunna khalqal laah; wa mai yattakhizisy Syaitaana waliyyam mmin dunil laahi faqad khasira khusraanam mubina
dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
and shall lead them astray, and fill them with vain desires; and I shall command them - and they will cut off the ears of cattle [in idolatrous sacrifice]; and I shall command them - and they will corrupt God's creation!" But all who take Satan rather than God for their master do indeed, most clearly, lose all:
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا
Ya'iduhum wa yuman nihim wa maa ya'iduhumusy Syaitaanu illaa ghururaa
Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
he holds out promises to them, and fills them with vain desires: yet whatever Satan promises them is but meant to delude the mind.
أُو۟لَٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًۭا
Ulaaa'ika maauaahum Jahannamu wa laa yajiduna 'anhaa mahisaa
Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya.
Such as these have hell for their goal: and they shall find no way to escape therefrom.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّۭا ۚ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ ٱللَّهِ قِيلًۭا
Wallazina aamanu wa 'amilus saalihaati sanud khiluhum Jannaatin tajri min tahtihal anhaaru khaalidina fihaaa abadaa; wa'dal laahi haqqaa; wa man asdaqu minal laahi qilaa
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?
Yet those who attain to faith and do righteous deeds We shall bring into gardens through which running waters flow, therein to abide beyond the count of time: this is, in truth, God's promise - and whose word could be truer than God's?
لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَآ أَمَانِىِّ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ ۗ مَن يَعْمَلْ سُوٓءًۭا يُجْزَ بِهِۦ وَلَا يَجِدْ لَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّۭا وَلَا نَصِيرًۭا
Laisa bi amaaniyyikum wa laaa amaaniyyi Ahlil Kitaab; mai ya'mal suo'ai yujza bihi wa laa yajid lahu min dunil laahi waliyanw wa laa nasiraa
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
It may not accord with your wishful thinking - nor with the wishful thinking of the followers of earlier revelation - [that] he who does evil shall be requited for it, and shall find none to protect him from God, and none to bring him succour,
وَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًۭا
Wa mai ya'mal minas saalihaati min zakarin au unsaa wa huwa mu'minun fa ulaaa'ika yadkhulunal Jannata wa laa yuzlamuna naqiraa
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.
whereas anyone - be it man or woman - who does [whatever he can] of good deeds and is a believer withal, shall enter paradise, and shall not be wronged by as much as [would fill] the groove of a date-stone.
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًۭا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌۭ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًۭا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًۭا
Wa man ahsanu dinam mimmman aslama wajhahu lillaahi wa huwa muhsinunw wattaba'a Millata Ibraahima hanifaa; wattakhazal laahu Ibraahima khalilaa
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.
And who could be of better faith than he who surrenders his whole being unto God and is a doer of good withal, and follows the creed of Abraham, who turned away from all that is false - seeing that God exalted Abraham with His love?
وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍۢ مُّحِيطًۭا
Wa lillaahi maa fis samaauaati wa maa fil ard; wa kaanal laahu bikulli syai'im muhitaa
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.
For, unto God belongs all that is in the heavens and all that is on earth; and, indeed, God encompasses everything.
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِى ٱلنِّسَآءِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فِى ٱلْكِتَٰبِ فِى يَتَٰمَى ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِى لَا تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَن تَنكِحُوهُنَّ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلْوِلْدَٰنِ وَأَن تَقُومُوا۟ لِلْيَتَٰمَىٰ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِهِۦ عَلِيمًۭا
Wa yastaftunaka finnisaaa'i qulil laahu yuftikum fihinna wa maa yutlaa 'alaikum fil Kitaabi fi yataaman nisaaa'il laati laa tu'tunahunna mmaa kutiba lahunnna wa targhabuna an tankihuhunna wal mustad'a fina minal wildaani wa an taqumu lilyataamaa bilqist; wa maa taf'alu min khairin fa innal laaha kaana bihi 'Alimaa
Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.
AND THEY will ask thee to enlighten them about the laws concerning women. Say: "God [Himself] enlightens you about the laws concerning them"- for [His will is shown] in what is being conveyed unto you through this divine writ about orphan women [in your charge], to whom - because you yourselves may be desirous of marrying them - you do not give that which has been ordained for them; and about helpless children; and about your duty to treat orphans with equity. And whatever good you may do - behold, God has indeed full knowledge thereof.
وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًۭا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًۭا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌۭ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًۭا
Wa inimra atun khaafat mim ba'lihaa nusyuzan au i'raadan falaa junaaha 'alaihi maaa ai yuslihaa bainahumaa sulhaa; wassulhu khair; wa uhdiratil anfususy syuhh; wa in tuhsinu wa tattaqu fa innal laaha kaana bimaa ta'maluna Khabiraa
Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
And if a woman has reason to fear ill-treatment from her husband, or that he might turn away from her, it shall not be wrong for the two to set things peacefully to rights between themselves: for peace is best, and selfishness is ever-present in human souls. But if you do good and are conscious of Him - behold, God is indeed aware of all that you do.
وَلَن تَسْتَطِيعُوٓا۟ أَن تَعْدِلُوا۟ بَيْنَ ٱلنِّسَآءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا۟ كُلَّ ٱلْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَٱلْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِن تُصْلِحُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
Wa lan tastati'uo an ta'dilu bainan nisaaa'i wa lau harastum falaa tamilu kullal maili fatazaruhaa kalmu'al laqah; wa in tuslihu wa tattaqu fa innal laaha kaana Ghafurar Rahima
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
And it will not be within your power to treat your wives with equal fairness, however much you may desire it; and so, do not allow yourselves to incline towards one to the exclusion of the other, leaving her in a state, as it were, of having and not having a husband. But if you put things to rights and are conscious of Him - behold, God is indeed much-forgiving, a dispenser of grace.
وَإِن يَتَفَرَّقَا يُغْنِ ٱللَّهُ كُلًّۭا مِّن سَعَتِهِۦ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ وَٰسِعًا حَكِيمًۭا
Wa iny-yatafarraqaa yughnil laahu kullam min sa'atih; wa kaanal laahu Waasi'an Hakimaa
Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.
And if husband and wife do separate, God shall provide for each of them out of His abundance: for God is indeed infinite, wise,
وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًۭا
Wa lillaahi maafis samaauaati wa maa fil ard; wa laqad wassainal lazina utul Kitaaba min qablikum wa iyyaakum anit taqul laah; wa intakfuru fa inna lillaahi maa fis samaauaati wa maa fil ard; wa kaanal laahu Ghaniyyan hamidaa
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.
and unto God belongs all that is in the heavens and all that is on earth. AND, INDEED, We have enjoined upon those who were granted revelation before your time, as well as upon yourselves, to remain conscious of God. And if you deny Him - behold, unto God belongs all that is in the heavens and all that is on earth, and God is indeed self-sufficient, ever to be praised.
وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا
Wa lillaahi maa fis samaauaati wa maa fil ard; wa kafaa billaahi Wakilaa
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
And unto God belongs all that is in the heavens and all that is on earth; and none is as worthy of trust as God.
إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا ٱلنَّاسُ وَيَأْتِ بِـَٔاخَرِينَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًۭا
Iny-yasyaa yuzhibkum aiyuhan naasu wa yaati bi aakharin; wa kaanal laahu 'alaa zaalika Qadiraa
Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
If He so wills, He can cause you, O mankind, to disappear, and bring forth other beings [in your stead]: for God has indeed the power to do this.
مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا فَعِندَ ٱللَّهِ ثَوَابُ ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًۢا بَصِيرًۭا
man kaana yuridu sauaabad dunyaa fa'indallaahi sauaabud dunyaa wal Aakhirah; wa kaanal laahu Sami'am Basiraa
Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
If one desires the rewards of this world, [let him remember that] with God are the rewards of [both] this world and the life to come: and God is indeed all-hearing, all-seeing.
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ بِٱلْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَوِ ٱلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًۭا فَٱللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلْهَوَىٰٓ أَن تَعْدِلُوا۟ ۚ وَإِن تَلْوُۥٓا۟ أَوْ تُعْرِضُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًۭا
Yaa aiyuhal lazina aamanu kunu qauwa amina bilqisti syuhadaaa'a lillaahi wa lau 'alaa anfusikum auil waalidaini wal aqrabin iny yakun ghaniyyan au faqiran fallaahu aulaa bihimaa falaaa tattabi'ul hauaaa an ta'dilu; wa in talwuo au tu'ridu fa innal laaha kaana bimaa ta'maluna Khabira
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
O YOU who have attained to faith! Be ever steadfast in upholding equity, bearing witness to the truth for the sake of God, even though it be against your own selves or your parents and kinsfolk. Whether the person concerned be rich or poor, God's claim takes precedence over [the claims of] either of them. Do not, then, follow your own desires, lest you swerve from justice: for if you distort [the truth], behold, God is indeed aware of all that you do!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا
Yaaa aiyuhal lazina aamanuo aaminu billaahi wa Rasulihi wal Kitaabil lazi nazzala 'alaa Rasulihi wal Kitaabil lazie anzala min qabl; wa mai yakfur billaahi wa Malaaa'ikatihi wa Kutubihi wa Rusulihi wal Yaumil Aakhiri faqad dalla dalaalam ba'idaa
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
O you who have attained to faith! Hold fast unto your belief in God and His Apostle, and in the divine writ which He has bestowed from on high upon His Apostle, step by step, as well as in the revelation which He sent down aforetime: for he who denies God, and His angels, and His revelations, and His apostles, and the Last Day, has indeed gone far astray.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ ثُمَّ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ ثُمَّ ٱزْدَادُوا۟ كُفْرًۭا لَّمْ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًۢا
Innal lazina aamanu summa kafaru summa aamanu summa kafaru summaz daado kufral lam yakunil laahu liyaghfira lahum wa laa liyahdiyahum sabilaa
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
Behold, as for those who come to believe, and then deny the truth, and again come to believe, and again deny the truth, and thereafter grow stubborn in their denial of the truth - God will not forgive them, nor will He guide them in any way.
بَشِّرِ ٱلْمُنَٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Basysyiril munaafiqina bi anna lahum 'azaaban alimaa
Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,
Announce thou to such hypocrites that grievous suffering awaits them.
ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلْكَٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلْعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًۭا
Allazina yattakhizu nal kaafirina auliyaaa'a min dunil mu'minin; a-yabta ghuna 'indahumul 'izzata fainnnal 'izzata lillaahi jami'aa
(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.
As for those who take the deniers of the truth for their allies in preference to the believers - do they hope to be honoured by them when, behold, all honour belongs to God [alone]?
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلْكِتَٰبِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا۟ مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦٓ ۚ إِنَّكُمْ إِذًۭا مِّثْلُهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱلْكَٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا
Wa qad nazzala 'alaikum fil Kitaabi an izaa sami'tum Aaiaatil laahi yukfaru bihaa wa yustahza u bihaa falaa taq'udu ma'ahum hattaa yakhudu fi hadisin ghairih; innakum izam misluhum; innal laaha jaami'ul munaafiqina wal kaafirina fi jahannama jami'aa
Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,
And, indeed, He has enjoined upon you in this divine writ that whenever you hear people deny the truth of God's messages and mock at them, you shall avoid their company until they begin to talk of other things - or else, verily, you will become like them. Behold, together with those who deny the truth God will gather in hell the hypocrites,
ٱلَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ قَالُوٓا۟ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَٰفِرِينَ نَصِيبٌۭ قَالُوٓا۟ أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ فَٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلَن يَجْعَلَ ٱللَّهُ لِلْكَٰفِرِينَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
Allazina yatarab basuna bikum fa in kaana lakum fatsum minal laahi qaaluo alam nakum ma'akum wa in kaana lilkaafirina nasibun qaaluo alam nastah wiz 'alaikum wa nammna'kum minal mu'minin; fallaahu yahkumu bainakum Yaumal Qiyaamah; wa lai yaj'alal laahu lilkaafirina 'alal mu'minina sabilaa
(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.
who but wait to see what betides you: thus, if triumph comes to you from God, they say, "Were we not on your side?"- whereas if those who deny the truth are in luck, they say [to them], "Have we not earned your affection by defending you against those believers?'' But God will judge between you all on the Day of Resurrection; and never will God allow those who deny the truth to harm the believers.
إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًۭا
Innal munaafiqina yukhaadi'unal laaha wa huwa khaadi'uhum wa izaa qaamuo ilas Salaati qaamu kusaalaa yuraaa'unan naasa wa laa yazkurunal laaha illaa qalilaa
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
Behold, the hypocrites seek to deceive God - the while it is He who causes them to be deceived [by themselves] And when they rise to pray, they rise reluctantly, only to be seen and praised by men, remembering God but seldom,
مُّذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًۭا
Muzabzabina baina zaalika laaa ilaa haaa' ulaaa'i wa laaa ilaa haaa'ulaaa'; wa mai yudlilil laahu falan tajida lahu sabila
Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
wavering between this and that, [true] neither to these nor those. But for him whom God lets go astray thou canst never find any way.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْكَٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَٰنًۭا مُّبِينًا
Yaaa aiyuhal lazina aamanu laa tattakhizul kaafirina auliyaaa'a min dunil mu'minin; aturi duna an taj'alu lillaahi 'alaikum sultaanam mubinaa
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
O you who have attained to faith! Do not take the deniers of the truth for your allies in preference to the believers! Do you want to place before God a manifest proof of your guilt?
إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Innal munaafiqina fiddarkil asfali minan Naari wa lan tajjida lahum nasiraa
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
Verily, the hypocrites shall be in the lowest depth of the fire, and thou wilt find none who could succour them.
إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَٱعْتَصَمُوا۟ بِٱللَّهِ وَأَخْلَصُوا۟ دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًۭا
Illal lazina taabu wa aslahu wa'tasamu billaahi wa akhlasu dinahum lillaahi faulaaa'ika ma'al mu'minina wa saufa yu'til laahul mu'minina ajran 'azimaa
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.
But excepted shall be they who repent, and live righteously, and hold fast unto God, and grow sincere in their faith in God alone: for these shall be one with the believers - and in time God will grant to all believers a mighty reward.
مَّا يَفْعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًۭا
maa yafa'lul laahu bi 'azaabikum in syakartum wa aamantum; wa kaanal laahu Syaakiran 'Alima
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
Why would God cause you to suffer [for your past sins] if you are grateful and attain to belief - seeing that God is always responsive to gratitude, all-knowing?
۞ لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
Laa yuhibbullaahul jahra bis suo'i minal qauli illaa man zulim; wa kaanallaahu Sami'an 'Aliman
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
God does not like any evil to be mentioned openly, unless it be by him who has been wronged (thereby) And God is indeed all-hearing, all-knowing,
إِن تُبْدُوا۟ خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا۟ عَن سُوٓءٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّۭا قَدِيرًا
in tubdu khairann au tukhfuhu au ta'fu 'an suo'in fa innal laaha kaana 'afuwwan Qadiraa
Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
whether you do good openly or in secret, or pardon others for evil [done unto you]: for, behold, God is indeed an absolver of sins, infinite in His power.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا۟ بَيْنَ ٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍۢ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍۢ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا۟ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Innal lazina yakkfuruna billaahi wa Rusulihi wa yuriduna ai yufarriqu bainal laahi wa Rusulihi wa yaquluna nu'minu biba'dinw wa nakfuru biba' dinw wa yuriduna ai yattakhizu baina zaalika sabilaa
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),
VERILY, those who deny God and His apostles by endeavouring to make a distinction between [belief in] God and [belief in] His apostles, and who say, "We believe in the one but we deny the other," and want to pursue a path in-between -
أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ حَقًّۭا ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ عَذَابًۭا مُّهِينًۭا
Ulaaa'ika humul kaafiruna haqqaa; wa a'tadnaa lilkaafirina 'azaabam muhinaa
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.
it is they, they who are truly denying the truth: and for those who deny the truth We have readied shameful suffering.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَلَمْ يُفَرِّقُوا۟ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّنْهُمْ أُو۟لَٰٓئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
Wallazina aamanu billaahi wa Rusulihi wa lam yufarriqu baina ahadim minhum ulaaa'ika saufa yu'tihim ujurahum; wa kaanal laahu Ghafurar Rahima
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
But as for those who believe in God and His apostles and make no distinction between any of them - unto them, in time, will He grant their rewards [in full]. And God is indeed much-forgiving, a dispenser of grace.
يَسْـَٔلُكَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَٰبًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ فَقَدْ سَأَلُوا۟ مُوسَىٰٓ أَكْبَرَ مِن ذَٰلِكَ فَقَالُوٓا۟ أَرِنَا ٱللَّهَ جَهْرَةًۭ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ۚ ثُمَّ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلْعِجْلَ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ فَعَفَوْنَا عَن ذَٰلِكَ ۚ وَءَاتَيْنَا مُوسَىٰ سُلْطَٰنًۭا مُّبِينًۭا
yas'aluka Ahlul Kitaabi an tunazzila 'alaihim Kitaabam minas samaaa'i faqad sa alu Musaa akbara min zaalika faqaalu arinal laaha jahratan fa akhazat humus saa'iqatu bizulmihim; summat takhazul 'ijla mim ba'di maa jaa'at humul baiyinaatu fa'afaunaa 'ann zaalik; wa aatainaa Musaa sultaanam mubinaa
Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
THE FOLLOWERS of the Old Testament demand of thee [O Prophet] that thou cause a revelation to be sent down to them from heaven. And an even greater thing than this did they demand of Moses when they said, "Make us see God face to face" - whereupon the thunderbolt of punishment overtook them for this their wickedness. After that, they took to worshipping the [golden] calf - and this after all evidence of the truth had come unto them! None the less, We effaced this [sin of theirs], and vouchsafed unto Moses a clear proof [of the truth],
وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ ٱلطُّورَ بِمِيثَٰقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ سُجَّدًۭا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا۟ فِى ٱلسَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظًۭا
Wa rafa'naa fauqahumut Tura bimisaaqihim wa qulnaa lahumud khulul baaba sujjadanw wa qulnaa lahum laa ta'du fis Sabti wa akhaznaa minhum misaaqan ghalizaa
Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.
raising Mount Sinai high above them in witness of their solemn pledge. And We said unto them, “Enter the gate humbly”; and We told them, "Do not break the Sabbath-law"; and We accepted from them a most solemn pledge.
فَبِمَا نَقْضِهِم مِّيثَٰقَهُمْ وَكُفْرِهِم بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَقَتْلِهِمُ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّۢ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌۢ ۚ بَلْ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًۭا
Fabimaa naqdihim misaaqahum wa kufrihim bi Aaiaatil laahi wa qatlihimul Ambiyaaa'a bighairi haqqinw wa qaulihim qulubunna ghulf; bal taba'al laahu 'alaihaa bikufrihim falaa yu'minuna illaa qalilaa
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
And so, [We punished them] for the breaking of their pledge, and their refusal to acknowledge God's messages, and their slaying of prophets against all right, and their boast, "Our hearts are already full of knowledge"- nay, but God has sealed their hearts in result of their denial of the truth, and [now] they believe in but few things -;
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَٰنًا عَظِيمًۭا
Wa bikufrihim wa qaulihim 'alaa Maryama buh taanan 'azima
Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),
and for their refusal to acknowledge the truth, and the awesome calumny which they utter against Mary,
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا ٱلْمَسِيحَ عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ لَفِى شَكٍّۢ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًۢا
Wa qaulihim innaa qatal nal masiha 'Isab-na-Maryama Rasulal laahi wa maa qataluhu wa maa salabuhu wa laakin syubbiha lahum; wa innal lazinakh talafu fi lafi syakkim minh; maa lahum bihi min 'ilmin illat tibaa'az zann; wa maa qataluhu yaqinaa
dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
and their boast, "Behold, we have slain the Christ Jesus, son of Mary, [who claimed to be] an apostle of God!" However, they did not slay him, and neither did they crucify him, but it only seemed to them [as if it had been] so; and, verily, those who hold conflicting views thereon are indeed confused, having no [real] knowledge thereof, and following mere conjecture. For, of a certainty, they did not slay him:
بَل رَّفَعَهُ ٱللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًۭا
Bar rafa'ahul laahu ilaih; wa kaanal laahu 'Azizan Hakimaa
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
nay, God exalted him unto Himself - and God is indeed almighty, wise.
وَإِن مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِۦ قَبْلَ مَوْتِهِۦ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًۭا
Wa im min Ahlil Kitaabi illaa laiu'minanna bihi qabla mautihi wa Yaumal Qiyaamati yakunu 'alaihim syahidaa
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
Yet there is not one of the followers of earlier revelation who does not, at the moment of his death, grasp the truth about Jesus; and on the Day of Resurrection he [himself] shall bear witness to the truth against them.
فَبِظُلْمٍۢ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَٰتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرًۭا
Fabizulmin minal lazina haadu harramnaa 'alaihim taiyibaatin uhillat lahum wa bisadihim 'an sabilil laahi kasiraa
Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,
So, then, for the wickedness committed by those who followed the Jewish faith did We deny unto them certain of the good things of life which [aforetime] had been allowed to them; and [We did this] for their having so often turned away from the path of God,
وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَقَدْ نُهُوا۟ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا
Wa akhzihimur ribaa wa qad nuhu 'anhu wa aklihim amwaalan naasi bilbaatil; wa a'tadnaa lilkaafirina minhum 'azaaban alima
dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.
and [for] their taking usury although it had been forbidden to them, and their wrongful devouring of other people's possessions. And for those from among them who [continue to] deny the truth We have readied grievous suffering.
لَّٰكِنِ ٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ مِنْهُمْ وَٱلْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ ۚ وَٱلْمُقِيمِينَ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَٱلْمُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ أُو۟لَٰٓئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا
Laakinir raasikhuna fil'ilmi minhum walmu'minuna yu'minuna bimaaa unzila ilaika wa maaa unzila min qablika walmuqiminas Salaata walmu'tunaz Zakaata walmu 'minuna billaahi wal yaumil Aakhir; ulaaa'ika sanu'tihim ajran 'azimaa
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.
But as for those from among them who are deeply rooted in knowledge, and the believers who believe in that which has been bestowed upon thee from on high as well as that which was bestowed from on high before thee, and those who are [especially] constant in prayer, and spend in charity, and all who believe in God and the Last Day - these it is unto whom We shall grant a mighty reward.
۞ إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ نُوحٍۢ وَٱلنَّبِيِّۦنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَٰرُونَ وَسُلَيْمَٰنَ ۚ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًۭا
innaaa auhainaaa ilaika kamaaa auhainaaa ilaa Nuhinw wan nabiyyina mim ba'dih; wa auhainaaa ilaaa ibraahima wa Ismaaa'ila wa Isyaaqa wa Ya'quba wal Asbaati wa 'Isaa wa Aiyuba wa Yunusa wa haaruna wa Sulaimaan; wa aatainaa Daauuda Zaburaa
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
BEHOLD, We have inspired thee [O Prophet] just as We inspired Noah and all the prophets after him - as We inspired Abraham, and Ishmael, and Isaac, and Jacob, and their descendants, including Jesus and Job, and Jonah, and Aaron, and Solomon; and as We vouchsafed unto David a book of divine wisdom;
وَرُسُلًۭا قَدْ قَصَصْنَٰهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلًۭا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًۭا
Wa Rusulan qad qasas naahum 'alaika min qablu wa Rusulal lam naqsusyum 'alaik; wa kallamallaahu Musaa taklimaa
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.
and as [We inspired other] apostles whom We have mentioned to thee ere this, as well as apostles whom We have not mentioned to thee; and as God spoke His word unto Moses:
رُّسُلًۭا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ ٱلرُّسُلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًۭا
Rusulam mubasysyirina wa munzirina li'allaa yakuna linnaasi 'alal laahi hujjatum ba'dar Rusul; wa kaanallaahu 'Azizan Hakima
(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
[We sent all these] apostles as heralds of glad tidings and as warners, so that men might have no excuse before God after [the coming of] these apostles: and God is indeed almighty, wise.
لَّٰكِنِ ٱللَّهُ يَشْهَدُ بِمَآ أَنزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنزَلَهُۥ بِعِلْمِهِۦ ۖ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
Laakinil laahu yasyhadu bimaaa anzala ilaika anzalahu bi'ilmihi wal malaaa'ikatu yasyhadun; wa kafaa billaahi Syahida
(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.
However it be, God [Himself] bears witness to the truth of what He has bestowed from on high upon thee: out of His own wisdom has He bestowed it from on high, with the angels bearing witness thereto - although none can bear witness as God does.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ قَدْ ضَلُّوا۟ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا
Innal lazina kafaru wa saddu 'an sabilil laahi qad dallu dalaalam ba'idaa
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.
Behold, those who are bent on denying the truth and on turning others away from the path of God have indeed gone far astray.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَظَلَمُوا۟ لَمْ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا
Innal lazinakafaru wa zalamu lam yakkunillaahu liyaghfira lahum wa laa liyahdiyahum tariqaa
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,
Behold, those who are bent on denying the truth and on evildoing - God will indeed not forgive them, nor will He guide them onto any road
إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًۭا
Illaa tariqa jahannamma khaalidina fihaa abadaa; wa kaana zaalika 'alal laahi yasiraa
kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
but the road that leads to hell, therein to abide beyond the count of time: and this is indeed easy for God.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلرَّسُولُ بِٱلْحَقِّ مِن رَّبِّكُمْ فَـَٔامِنُوا۟ خَيْرًۭا لَّكُمْ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا
Yaaa aiyuhan naasu qad jaaa'akumur Rasulu bilhaqqi mir Rabbikum fa ammminu khairal lakum; wa in takfuru fainnna lillaahi maa fis samaauaati wal ard; wa kaanal laahu 'Alimann hakimaa
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
O mankind! The Apostle has now come unto you with the truth from your Sustainer: believe, then, for your own good! And if you deny the truth - behold, unto God belongs all that is in the heavens and all that is on earth, and God is indeed all-knowing, wise!
يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ إِنَّمَا ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلْقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌۭ مِّنْهُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۖ وَلَا تَقُولُوا۟ ثَلَٰثَةٌ ۚ ٱنتَهُوا۟ خَيْرًۭا لَّكُمْ ۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ سُبْحَٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٌۭ ۘ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًۭا
Yaaa Ahlal Kitaabi laa taghlu fi dinikum wa laa taqulu 'alal laahi illalhaqq; innamal Masihu 'Isab-nu-Maryamma Rasulul laahi wa Kalimatuhuo alqaahaaa ilaa Maryamma wa ruhum minhum fa aaminu billaahi wa Rusulihi wa laa taqulu salaasah; intahu khairallakum; innamal laahu Ilaahunw Waahid, Subhaanahuo ani yakuna lahu walad; lahu maa fissamaauaati wa maa fil ard; wa kafaa billaahi Wakilaa
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
O FOLLOWERS of the Gospel! Do not overstep the bounds [of truth] in your religious beliefs, and do not say of God anything but the truth. The Christ Jesus, son of Mary, was but God's Apostle - [the fulfilment of] His promise which He had conveyed unto Mary - and a soul created by Him. Believe, then, in God and His apostles, and do not say, "[God is] a trinity". Desist [from this assertion] for your own good. God is but One God; utterly remote is He, in His glory, from having a son: unto Him belongs all that is in the heavens and all that is on earth; and none is as worthy of trust as God.
لَّن يَسْتَنكِفَ ٱلْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْدًۭا لِّلَّهِ وَلَا ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ ٱلْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًۭا
Lanny yastankifal Masihu ai yakuna 'abdal lillaahi wa lal malaaa'ikatul muqarrabun; wa mai yastankif 'an ibaadatihi wa yastakbir fasa yahsyuruhum ilaihi jami'aa
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
Never did the Christ feel too proud to be God's servant, nor do the angels who are near unto Him. And those who feel too proud to serve Him and glory in their arrogance [should know that on Judgment Day] He will gather them all unto Himself:
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسْتَنكَفُوا۟ وَٱسْتَكْبَرُوا۟ فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّۭا وَلَا نَصِيرًۭا
Fa ammal lazina aamanu wa 'amilus saalihaati fa yuwaffihim ujurahum wa yaziduhum min fadlihi wa ammal lazinas tankafu wastakbaru fa yu'azzibuhum 'azaaban alimanw wa laa yajiduna lahum min dunil laahi waliyyanw wa laa nasiraa
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.
whereupon unto those who attained to faith and did good deeds He will grant their just rewards, and give them yet more out of His bounty; whereas those who felt too proud and gloried in their arrogance He will chastise with grievous suffering: and they shall find none to protect them from God, and none to bring them succour.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُم بُرْهَٰنٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ نُورًۭا مُّبِينًۭا
yaa aiyuhan naasu qad jaaa'akum burhaanum mir Rabbikum wa anzalnaaa ilaikum Nuram Mubina
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).
O MANKIND! A manifestation of the truth has now come unto you from your Sustainer, and We have sent down unto you a clear light.
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱعْتَصَمُوا۟ بِهِۦ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِى رَحْمَةٍۢ مِّنْهُ وَفَضْلٍۢ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَٰطًۭا مُّسْتَقِيمًۭا
Fa ammal lazina aamanu billaahi wa'tasamu bihi fasa yudkhiluhum fi rah matim minhu wa fadlinw wa yahdihim ilaihi Siraatam Mustaqima
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.
And as for those who have attained to faith in God and hold fast unto Him - He will enfold them within His grace and bounty, and guide them unto Himself by a straight way.
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ ٱللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِى ٱلْكَلَٰلَةِ ۚ إِنِ ٱمْرُؤٌا۟ هَلَكَ لَيْسَ لَهُۥ وَلَدٌۭ وَلَهُۥٓ أُخْتٌۭ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمْ يَكُن لَّهَا وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَتَا ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا ٱلثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِن كَانُوٓا۟ إِخْوَةًۭ رِّجَالًۭا وَنِسَآءًۭ فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ أَن تَضِلُّوا۟ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ
Yastaftunaka qulillaahu yaftikum fil kalaalah; inimru'un halaka laisa lahu waladunw wa lahu ukhtun falahaa nisfu maa tarak; wa huwa yarisuhaaa il lam yakkul lahaa walad; fa in kaanatas nataini falahumas sulusaani mimmmaa tarak; wa in kaanuo ikhwatar rijaalanw wa nisaaa'an faliz zakari mislu hazzil unsaiain; yubaiyinullaahu lakum an tadillu; wallaahu bikulli syai'in Alim
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
THEY WILL ASK thee to enlighten them. Say: "God enlightens you [thus] about the laws concerning [inheritance from] those who leave no heir in the direct line: If a man dies childless and has a sister, she shall inherit one-half of what he has left, just as he shall inherit from her if she dies childless. But if there are two sisters, both [together] shall have two-thirds of what he has left; and if there are brothers and sisters, then the male shall have the equal of two females' share." God makes [all this] clear unto you, lest you go astray; and God knows everything.