Ghafir
سُورَةُ غَافِرٍ
Maha Pengampun • Makkiyah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ حمٓ
Haa-Miem
Haa Miim.
Ha. Mim.
تَنزِيلُ ٱلْكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ
Tanzilul Kitaabi minal laahil Azizil 'Alim
Diturunkan Kitab ini (Al Quran) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui,
THE BESTOWAL from on high of this divine writ issues from God, the Almighty, the All-Knowing,
غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ ذِى ٱلطَّوْلِ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ
Ghaafiriz zambi wa qaabilit taubi syadidil 'iqaabi zit tauli laaa ilaaha illaa Huwa ilaihil masir
Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk).
forgiving sins and accepting repentance, severe in retribution, limitless in His bounty. There is no deity save Him: with Him is all journeys’ end.
مَا يُجَٰدِلُ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِى ٱلْبِلَٰدِ
Maa yujaadilu fie Aaiaatil laahi illal lazina kafaru falaa yaghrurka taqallubuhum fil bilaad
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.
NONE BUT THOSE who are bent on denying the truth would call God’s messages in question. But let it not deceive thee that they seem to be able to do as they please on earth:
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍۢ وَٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَعْدِهِمْ ۖ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍۭ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ ۖ وَجَٰدَلُوا۟ بِٱلْبَٰطِلِ لِيُدْحِضُوا۟ بِهِ ٱلْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ
Kazzabat qablahum qaumu Nuhinw wal Ahzaabu mim ba'dihim wa hammat kullu ummatim bi Rasulihim liyaa khuzubhu wa jaadalu bilbaatili liyudzidu bihil haqqa fa akhaztuhum fakifa kaana 'iqaab
Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?
to the truth gave the lie, before their time, the people of Noah and, after them, all those [others] who were leagued together [against God’s message-bearers]; and each of those communities schemed against the apostle sent unto them, aiming to lay hands on him; and they contended [against his message] with fallacious arguments, so as to render void the truth thereby: but then I took them to task - and how awesome was My retribution!
وَكَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ
Wa kazaalika haqqat Kalimatu Rabbika 'alal lazina kafaruo annahum Asyaabun Naar
Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.
And thus shall thy Sustainer’s word come true against all who are bent on denying the truth: they shall find themselves in the fire [of hell].
ٱلَّذِينَ يَحْمِلُونَ ٱلْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِۦ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍۢ رَّحْمَةًۭ وَعِلْمًۭا فَٱغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا۟ وَٱتَّبَعُوا۟ سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ ٱلْجَحِيمِ
Allazina yahmilunal 'Arsya wa man haulahu yusabbihuna bihamdi Rabbihim wa yu'minuna bihi wa yastaghfiruna lillazina aamanu Rabbanaa wasi'ta kulla syai'ir rahmantanw wa 'ilman faghfir lillazina taabu wattaba'u sabilaka wa qihim 'azaabal Jahim
(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,
THEY WHO BEAR [within themselves the knowledge of] the throne of [God’s] almightiness, as well as all who are near it, extol their Sustainer’s limitless glory and praise, and have faith in Him, and ask forgiveness for all [others] who have attained to faith: “O our Sustainer! Thou embracest all things within [Thy] grace and knowledge: forgive, then, their sins unto those who repent and follow Thy path, and preserve them from suffering through the blazing fire!
رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِى وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Rabbannaa wa adkhilhum Jannaati 'adninil lati wa'attahum wa man salaha min aabaaa'ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim; innaka Antal 'Azizul Hakim
ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
“And, O our Sustainer, bring them into the gardens of perpetual bliss which Thou hast promised them, together with the righteous from among their forebears, and their spouses, and their offspring - for, verily, Thou alone art almighty, truly wise –
وَقِهِمُ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ وَمَن تَقِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ يَوْمَئِذٍۢ فَقَدْ رَحِمْتَهُۥ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Wa qihimus saiyi-aat; wa man taqis saiyi-aati Yauma'izin faqad rahimtah; wa zaalika huwal fauzul 'azim
dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar".
and preserve them from [doing] evil deeds: for anyone whom on that Day [of Judgment] Thou wilt have preserved from [the taint of] evil deeds, him wilt Thou have graced with Thy mercy: and that, that will be the triumph supreme!”
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ مِن مَّقْتِكُمْ أَنفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى ٱلْإِيمَٰنِ فَتَكْفُرُونَ
Innal lazina kafaru yunaadauna lamaqtul laahi akbaru mim maqtikum anfusakum iz tud'auna ilal imaani fatakfurun
Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir".
[But,] behold, as for those who are bent on denying the truth - [on that same Day] a voice will call out unto them: “Indeed, greater than your [present] loathing of yourselves was God’s loathing of you [at the time] when you were called unto faith but went on denying the truth!”
قَالُوا۟ رَبَّنَآ أَمَتَّنَا ٱثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا ٱثْنَتَيْنِ فَٱعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍۢ مِّن سَبِيلٍۢ
Qaalu Rabbanaaa amat tanasnataini wa ahyaitanas nataini fa'tarafnaa bizunu binaa fahal ilaa khurujim min sabil
Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"
[Whereupon] they will exclaim: “O our Sustainer! Twice hast Thou caused us to die, just as twice Thou hast brought us to life!
ذَٰلِكُم بِأَنَّهُۥٓ إِذَا دُعِىَ ٱللَّهُ وَحْدَهُۥ كَفَرْتُمْ ۖ وَإِن يُشْرَكْ بِهِۦ تُؤْمِنُوا۟ ۚ فَٱلْحُكْمُ لِلَّهِ ٱلْعَلِىِّ ٱلْكَبِيرِ
Zaalikum bi annahuo izaa du'iyal laahu wahdahu kafartum wa iny yusyrak bihi tu'minu; falhukmu lillaahil 'Aliyyil Kabir
Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
[And they will be told:] “This [has befallen you] because, whenever the One God was invoked, you denied this truth; whereas, when divinity was ascribed to aught beside Him, you believed [in it]! But all judgment rests with God, the Exalted, the Great!”
هُوَ ٱلَّذِى يُرِيكُمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُنَزِّلُ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ رِزْقًۭا ۚ وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ
Huwal lazi yurikum Aaiaatihi wa yunazzilu lakum minas samaaa'i rizqaa; wa maa tatazakkaru illaa mai yunib
Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).
HE IT IS who shows you His wonders [in all nature], and sends down sustenance for you from the sky: but none bethinks himself [thereof] save those who are wont to turn to God.
فَٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ
Fad'ul laaha mukhlisina lahud dina wa lau karihal kaafirun
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
Invoke, then, God, sincere in your faith in Him alone, however hateful this may be to those who deny the truth!
رَفِيعُ ٱلدَّرَجَٰتِ ذُو ٱلْعَرْشِ يُلْقِى ٱلرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ لِيُنذِرَ يَوْمَ ٱلتَّلَاقِ
Rafi'ud darajaati zul 'Arsyi yulqir ruha min amrihi 'alaa mai yasyaaa'u min 'ibaadihi liyunzira yaumat talaaq
(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).
High above all orders [of being] is He, in almightiness enthroned. By His Own will does He bestow inspiration upon whomever He wills of His servants, so as to warn [all human beings of the coming] of the Day when they shall meet Him
يَوْمَ هُم بَٰرِزُونَ ۖ لَا يَخْفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنْهُمْ شَىْءٌۭ ۚ لِّمَنِ ٱلْمُلْكُ ٱلْيَوْمَ ۖ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ
Yauma hum baarizuna laa yakhfaa 'alal laahi minhum syai; limanil mulkul Yauma lillaahil Waahidil Qahaar
(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
the Day when they shall come forth [from death], with nothing of themselves hidden from God. With whom will sovereignty rest on that Day? With God, the One who holds absolute sway over all that exists!
ٱلْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ ٱلْيَوْمَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ
Al-Yauma tujzaa kullu nafsim bimaa kasabat; laa zulmal Yaum; innal laaha sari'ul hisaab
Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.
On that Day will every human being be requited for what he has earned: no wrong [will be done] on that Day: verily, swift in reckoning is God!
وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْءَازِفَةِ إِذِ ٱلْقُلُوبُ لَدَى ٱلْحَنَاجِرِ كَٰظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ حَمِيمٍۢ وَلَا شَفِيعٍۢ يُطَاعُ
Wa anzirhum yaumal aazifati izil qulubu ladal hanaajiri kaazimin; maa lizzaalimina min hamiminw wa laa syafi'iny-yutaa'
Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya.
Hence, warn them of that Day which draws ever nearer, when the hearts will chokingly come up to the throats: no loving friend will the evildoers have, nor any intercessor who would be heeded:
يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ
Ya'lamu khaaa'inatal a'yuni wa maa tukhfis sudur
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
[for] He is aware of the [most] stealthy glance, and of all that the hearts would conceal.
وَٱللَّهُ يَقْضِى بِٱلْحَقِّ ۖ وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَقْضُونَ بِشَىْءٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Wallaahu yaqdi bilhaqq, wallazina yad'una min dunihi laa yaqduna bisyai'; innal laaha Huwas Sami'ul Basir
Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
And God will judge in accordance with truth and justice, whereas those [beings] whom they invoke beside Him cannot judge at all: for, verily, God alone is all-hearing, all-seeing.
۞ أَوَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا۟ هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةًۭ وَءَاثَارًۭا فِى ٱلْأَرْضِ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَمَا كَانَ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن وَاقٍۢ
Aualam yasiru fil ardi fa yanzuru kaifa kaana 'aaqibatul lazina kaanu min qablihim; kaanu hum asyadda minhum quwwatanw wa aasaaran fil ardi fa akhazahumul laahu bizunubihim wa maa kaana lahum minal laahi minw waaq
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.
Have they, then, never journeyed about the earth and beheld what happened in the end to those [deniers of the truth] who lived before their time? Greater were they in power than they are, and in the impact which they left on earth: but God took them to task for their sins, and they had none to defend them against God:
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانَت تَّأْتِيهِمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَكَفَرُوا۟ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّهُۥ قَوِىٌّۭ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Zaalika bi annahum kaanat taatihim Rusuluhum bilbaiyinaati fakafaru fa akhazahumul laah; innahu qauiyyun syadidul 'iqaab
Yang demiklan itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya.
this, because their apostles had come to them with all evidence of the truth, and yet they rejected it: and so God took them to task - for, verily, He is powerful, severe in retribution!
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلْطَٰنٍۢ مُّبِينٍ
Wa laqad arsalnaa Musaa bi Aaiaatinaa wa sultaanim mubin
Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata,
THUS, INDEED, did We send Moses with Our messages and a manifest authority [from Us]
إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَهَٰمَٰنَ وَقَٰرُونَ فَقَالُوا۟ سَٰحِرٌۭ كَذَّابٌۭ
Ilaa Fir'auna wa Haamaana qa Qaaruna faqaalu saahirun kazzaab
kepada Fir'aun, Haman dan Qarun; maka mereka berkata: "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta".
unto Pharaoh, and Haman, and Qarun; but they [only] said, “A spellbinder is he, a liar!”
فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ مِنْ عِندِنَا قَالُوا۟ ٱقْتُلُوٓا۟ أَبْنَآءَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ وَٱسْتَحْيُوا۟ نِسَآءَهُمْ ۚ وَمَا كَيْدُ ٱلْكَٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍۢ
Falamuna jaaa'ahum bil haqqi min 'indinaa qaaluq tuluo abnaaa'al lazina aamanu ma'ahu wastahyu nisaaa'ahum; wa maa kaidul kaafirina illaa fi dalaal
Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka". Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
Now [as for Pharaoh and his followers,] when he came to them, setting forth the truth from Us, they said, “Slay the sons of those who share his beliefs, and spare [only] their women!” - but the guile of those deniers of the truth could not lead to aught but failure.
وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِىٓ أَقْتُلْ مُوسَىٰ وَلْيَدْعُ رَبَّهُۥٓ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَن يُظْهِرَ فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْفَسَادَ
Wa qaala Fir'aunu zarunie aqtul Musaa walyad'u Rabbahu innie akhaafu ai yubaddila dinakum au ai yuzhira fil ardil fasaad
Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".
And Pharaoh said: “Leave it to me to slay Moses - and let him invoke his [alleged] sustainer! Behold, I fear lest he cause you to change your religion, or lest he cause corruption to prevail in the land!”
وَقَالَ مُوسَىٰٓ إِنِّى عُذْتُ بِرَبِّى وَرَبِّكُم مِّن كُلِّ مُتَكَبِّرٍۢ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ ٱلْحِسَابِ
Wa qaala Musaaaa inni 'uztu bi Rabbi wa Rabbikum min kulli mutakabbiril laaiu'minu bi Yaumil Hisaab
Dan Musa berkata: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab".
But Moses said: “With [Him who is] my Sustainer as well as your Sustainer have I indeed found refuge from everyone who, immersed in false pride, will not believe in [the coming of] the Day of Reckoning!”
وَقَالَ رَجُلٌۭ مُّؤْمِنٌۭ مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَٰنَهُۥٓ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَن يَقُولَ رَبِّىَ ٱللَّهُ وَقَدْ جَآءَكُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ مِن رَّبِّكُمْ ۖ وَإِن يَكُ كَٰذِبًۭا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُۥ ۖ وَإِن يَكُ صَادِقًۭا يُصِبْكُم بَعْضُ ٱلَّذِى يَعِدُكُمْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ مُسْرِفٌۭ كَذَّابٌۭ
Wa qaala rajulum mu'minummin Aali Fir'auna yaktumu imaanahuo ataqtuluna rajulan ai yaqula Rabbi yal laahu wa qad jaaa'akum bil haiyinaati mir Rabbikum wa iny yaku kaaziban fa'alaihi kazi buhu wa iny yaku saadiqany yasibkum ba'dul lazi ya'idukum innal laaha laa yahdi man huwa musrifun kaazaab
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
At that, a believing man of Pharaoh’s family, who [until then] had concealed his faith, exclaimed: “Would you slay a man because he says, ‘God is my Sustainer’ - seeing, withal, that he has brought you all evidence of this truth from your Sustainer? Now if he be a liar, his lie will fall back on him; but if he is a man of truth, something [of the punishment] whereof he warns you is bound to befall you: for, verily, God would not grace with His guidance one who has wasted his own self by lying [about Him].
يَٰقَوْمِ لَكُمُ ٱلْمُلْكُ ٱلْيَوْمَ ظَٰهِرِينَ فِى ٱلْأَرْضِ فَمَن يَنصُرُنَا مِنۢ بَأْسِ ٱللَّهِ إِن جَآءَنَا ۚ قَالَ فِرْعَوْنُ مَآ أُرِيكُمْ إِلَّا مَآ أَرَىٰ وَمَآ أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ
Yaa qaumi lakumul mulkul yauma zaahirina fil ardi famai yansurunaa mim baasil laahi in jaaa'anaa; qaala Fir'aunu maaa urikum illaa maaa araa wa maaa ahdikum illaa sabilar Rasyaad
(Musa berkata): "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Fir'aun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar".
“O my people! Yours is the dominion today, [and] most eminent are you on earth: but who will rescue us from God’s punishment, once it befalls us?” Said Pharaoh: “I but want to make you see what I see myself; and I would never make you follow any path but that of rectitude!”
وَقَالَ ٱلَّذِىٓ ءَامَنَ يَٰقَوْمِ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُم مِّثْلَ يَوْمِ ٱلْأَحْزَابِ
Wa qaalal lazi aamana yaa qaumi innie akhaafu 'alaikum misla yaumil Ahzaab
Dan orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu.
Thereupon exclaimed he who had attained to faith: “O my people! Verily, I fear for you the like of what one day befell those others who were leagued together [against God’s truth] –
مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍۢ وَعَادٍۢ وَثَمُودَ وَٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِمْ ۚ وَمَا ٱللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًۭا لِّلْعِبَادِ
Misla daabi qaumi Nuhinw wa 'aadinw wa Samuda wallazina mim ba'dihim; wa mal laahu yuridu zulmal lil'ibaad
(Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, 'Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.
the like of what happened to Noah’s people, and to [the tribes of] Ad and Thamud and those who came after them! And, withal, God does not will any wrong for His creatures.
وَيَٰقَوْمِ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ ٱلتَّنَادِ
Wa yaa qaumi innie akhaafu 'alaikum yaumat tanaad
Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil.
“And, O my people, I fear for you [the coming of] that Day of [Judgment - the Day when you will be] calling unto one another [in distress] –
يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ مَا لَكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنْ عَاصِمٍۢ ۗ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍۢ
Yauma tuwalluna mud birina maa lakum minal laahi min 'aasim; wa mai yudlilil laahu famaa lahu min haad
(yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk.
the Day when you will [wish to] turn your backs and flee, having none to defend you against God: for he whom God lets go astray can never find any guide.
وَلَقَدْ جَآءَكُمْ يُوسُفُ مِن قَبْلُ بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَمَا زِلْتُمْ فِى شَكٍّۢ مِّمَّا جَآءَكُم بِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَن يَبْعَثَ ٱللَّهُ مِنۢ بَعْدِهِۦ رَسُولًۭا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌۭ مُّرْتَابٌ
Wa laqad jaaa'akum Yusufu min qablu bil baiyinaati famaa ziltum fi syakkim mimaa jaaa'akum bihi hattaaa izaa halaka qultum lai yab asal laahu mim ba'dihi Rasulaa; kazaalika yudillul laahu man huwa Musrifum murtaab
Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: "Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
“And [remember:] it was to you that Joseph came aforetime with all evidence of the truth; but you never ceased to throw doubt on all [the messages] that he brought you - so much so that when he died, you said, ‘Never will God send any apostle [even] after him!’ “In this way God lets go astray such as waste their own selves by throwing suspicion [on His revelations] –
ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَٰنٍ أَتَىٰهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍۢ جَبَّارٍۢ
Allazina yujaadiluna fie Aaaiaatil laahi bighairi sultaanin ataahum kabura maqtan 'indal laahi wa 'indal lazina aamanu; kazaalika yatsa'ul laahu 'alaa kulli qalbi mutakabbirin jabbaar
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.
such as would call God’s messages in question without having any evidence therefor: [a sin] exceedingly loathsome in the sight of God and of those who have attained to faith. It is in this way that God sets a seal on every arrogant, self-exalting heart.”
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَٰهَٰمَٰنُ ٱبْنِ لِى صَرْحًۭا لَّعَلِّىٓ أَبْلُغُ ٱلْأَسْبَٰبَ
Wa qaala Fir'aunu yaa Haamaanub-ni li sarhal la'allie ablughul asbaab
Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu,
But Pharaoh said: “O Haman! Build me a lofty tower, that haply I may attain to the [right] means
أَسْبَٰبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ فَأَطَّلِعَ إِلَىٰٓ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّى لَأَظُنُّهُۥ كَٰذِبًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ وَصُدَّ عَنِ ٱلسَّبِيلِ ۚ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِى تَبَابٍۢ
Asbaabas samaauaati faattali'a ilaaa ilaahi Musaa wa inni la azunnuhu kaazibaa; wa kazaalika zuyyina li-Fir'auna suo'u 'amalihi wa sudda 'anis sabil; wa maa kaidu Fir'auna illaa fi tabaab
(yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.
the means of approach to the heavens - and that [thus] I may have a look at the god of Moses: for, behold, I am indeed certain that he is a liar!” And thus, goodly seemed unto Pharaoh the evil of his own doings, and so he was barred from the path [of truth]: and Pharaoh’s guile did not lead to aught but ruin.
وَقَالَ ٱلَّذِىٓ ءَامَنَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ
Wa qaalal lazie aamana yaa qaumit tabi'uni ahdikum sabilar rasyaad
Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.
Still, the man who had attained to faith went on: “O my people! Follow me: I shall guide you onto the path of rectitude!
يَٰقَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا مَتَٰعٌۭ وَإِنَّ ٱلْءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلْقَرَارِ
Yaa qaumi innamaa haazihil haiaatud dunyaa mataa'unw wa innal Aakhirata hiya daarul qaraar
Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.
“O my people! This worldly life is but a brief enjoyment, whereas, behold, the life to come is the home abiding.
مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةًۭ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَٰلِحًۭا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍۢ
Man 'amila saiyi'atan falaa yujzaaa illaa mislahaa wa man 'amila saaliham min zakarin au unsaa wa huwa mu'minun fa ulaaa'ika yadkhulunal Jannata yurzaquna fihaa bighairi hisaab
Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.
[There,] anyone who has done a bad deed will be requited with no more than the like thereof, whereas anyone, be it man or woman, who has done righteous deeds and is a believer withal - all such will enter paradise, wherein they shall be blest with good beyond all reckoning!
۞ وَيَٰقَوْمِ مَا لِىٓ أَدْعُوكُمْ إِلَى ٱلنَّجَوٰةِ وَتَدْعُونَنِىٓ إِلَى ٱلنَّارِ
Wa yaa qaumi maa lie ad'ukum ilan najaati wa tad'unanie ilan Naar
Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?
“And, O my people, how is it that I summon you to salvation, the while you summon me to the fire?
تَدْعُونَنِى لِأَكْفُرَ بِٱللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِۦ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌۭ وَأَنَا۠ أَدْعُوكُمْ إِلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلْغَفَّٰرِ
Tad'unani li-akfura billaahi wa usyrika bihi maa laisa li bihi 'ilmunw wa ana ad'ukum ilal'Azizil Ghaffaar
(Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?
- [for] you call upon me to deny [the oneness of] God and to ascribe a share in His divinity to aught of which I cannot [possibly] have any knowledge the while I summon you to [a cognition of] the Almighty, the All-Forgiving!
لَا جَرَمَ أَنَّمَا تَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ لَيْسَ لَهُۥ دَعْوَةٌۭ فِى ٱلدُّنْيَا وَلَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ وَأَنَّ مَرَدَّنَآ إِلَى ٱللَّهِ وَأَنَّ ٱلْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ
Laa jarama annamaa tad'unani ilaihi laisa lahu da'watun fid dunyaa wa laa fil Aakhirati wa anna maraddanaaa ilal laahi wa annal musrifinahum Asyaabun Naar
Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.
“There is no doubt that what you summon me to is something that has no claim to being invoked either in this world or in the life to come - as [there is no doubt] that unto God is our return, and that they who have wasted their own selves shall find themselves in the fire:
فَسَتَذْكُرُونَ مَآ أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ
Fasatazkuruna maaa aqulu lakum; wa ufauwidu amrie ilal laah; innallaaha basirum bil'ibaad
Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya".
and at that time you will [have cause to] remember what I am telling you [now]. “But [as for me,] I commit myself unto God: for, verily, God sees all that is in [the hearts of] His servants.”
فَوَقَىٰهُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِ مَا مَكَرُوا۟ ۖ وَحَاقَ بِـَٔالِ فِرْعَوْنَ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِ
Fa waqaahul laahu saiyiaati maa makaru wa haaqa bi Aali-Fir'auna suo'ul 'azaab
Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.
And God preserved him from the evil of their scheming, whereas suffering vile was to encompass Pharaoh’s folk:
ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّۭا وَعَشِيًّۭا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ
An Naaru yu'raduna 'alaihaa ghuduwwanw wa 'asyiyyanw wa Yauma taqumus Saa'aatu adkhiluo Aala Fir'auna asyaddal 'azaab
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".
the fire [of the hereafter - that fire] which they had been made to contemplate [in vain], morning and evening: for on the Day when the Last Hour dawns [God will say], “Make Pharaoh’s folk enter upon suffering most severe!”
وَإِذْ يَتَحَآجُّونَ فِى ٱلنَّارِ فَيَقُولُ ٱلضُّعَفَٰٓؤُا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًۭا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًۭا مِّنَ ٱلنَّارِ
Wa iz yatahaaajjuna fin Naari fa-yaqulud du'afaaa'u lillazinas takbaruo innaa kunnaa lakum taba'an fahal antum mughnuna annaa nasibam minan Naar
Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?"
AND LO! They [who in life were wont to deny the truth] will contend with one another in the fire [of the hereafter]; and then the weak will say unto those who had gloried in their arrogance, “Behold, we were but your followers: can you, then, relieve us of some [of our] share of this fire?”
قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا كُلٌّۭ فِيهَآ إِنَّ ٱللَّهَ قَدْ حَكَمَ بَيْنَ ٱلْعِبَادِ
Qaalal lazinas takbaruo innaa kullun fihaaa innal laaha qad hakama bainal'ibaad
Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: "Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)".
[to which] they who had [once] been arrogant will reply, “Behold, we are all in it [together]! Verily, God has judged between His creatures!”
وَقَالَ ٱلَّذِينَ فِى ٱلنَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًۭا مِّنَ ٱلْعَذَابِ
Wa qaalal lazena fin Naari likhazanati Jahannamad-'u Rabbakum yukhaffif 'annaa yaumam minal 'azaab
Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari".
And they who are in the fire will say to the keepers of hell, “Pray unto your Sustainer that He lighten, [though it be] for one day [only], this suffering of ours!”
قَالُوٓا۟ أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۚ قَالُوا۟ فَٱدْعُوا۟ ۗ وَمَا دُعَٰٓؤُا۟ ٱلْكَٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ
Qaaluo aualam taku taatikum Rusulukum bilbaiyinaati qaalu balaa' qaalu fad'u; wa maa du'aaa'ul kaafirina illaa fi dalaal
Penjaga Jahannam berkata: "Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab: "Benar, sudah datang". Penjaga-penjaga Jahannam berkata: "Berdoalah kamu". Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.
[But the keepers of hell] will ask, “Is it not [true] that your apostles came unto you with all evidence of the truth?” Those [in the fire] will reply, “Yea, indeed.” [And the keepers of hell] will say, “Pray, then!” - for the prayer of those who deny the truth cannot lead to aught but delusion.
إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ ٱلْأَشْهَٰدُ
Innaa lanansuru Rusulanaa wallazina aamanu fil haiaatid dunyaa wa Yauma yaqumul asyhaad
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),
BEHOLD, We shall indeed succour Our apostles and those who have attained to faith, [both] in this world’s life and on the Day when all the witnesses shall stand up
يَوْمَ لَا يَنفَعُ ٱلظَّٰلِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ ۖ وَلَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ
Yauma laa yanfa'uz zaalimina ma'ziratuhum wa lahumul la'natu wa lahum suoud daar
(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.
the Day when their excuses will be of no avail to the evildoers, seeing that their lot will be rejection from all that is good, and a woeful hereafter.
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْهُدَىٰ وَأَوْرَثْنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْكِتَٰبَ
Wa laqad aatainaa Musal hudaa wa aurasnaa Banie Israaa 'ilal Kitaab
Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa; dan Kami wariskan Taurat kepada Bani Israil,
And, indeed, We bestowed aforetime [Our] guidance on Moses, and [thus] made the children of Israel heirs to the divine writ [revealed to him]
هُدًۭى وَذِكْرَىٰ لِأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Hudanw wa zikraa li ulil albaab
untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir.
as a [means of] guidance and a reminder for those who were endowed with insight:
فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِبْكَٰرِ
Fasbir inna wa'dal laahi haqqunw wastaghfir lizambika wa sabbih bihamdi Rabbika bil'asyiyyi wal ibkaar
Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.
hence, remain thou patient in adversity - for, verily, God’s promise always comes true - and ask forgiveness for thy sins, and extol thy Sustainer’s glory and praise by night and by day.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَٰنٍ أَتَىٰهُمْ ۙ إِن فِى صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌۭ مَّا هُم بِبَٰلِغِيهِ ۚ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Innal lazina yujaadi luna fie Aaiaatil laahi bighairi sultaanin ataahum in fi sudurihim illaa kibrum maa hum bibaalighih; fasta'iz billaahi innahu Huwas Sami'ul Basir
Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Behold, as for those who call God’s messages in question without having any evidence therefore in their hearts is nothing but overweening self-conceit, which they will never be able to satisfy: seek thou, then, refuge with God - for, verily, He alone is all-hearing, all-seeing!
لَخَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Lakhalqus samaauaati wal ardi akbaru min khalqin naasi wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamun
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Greater indeed than the creation of man is the creation of the heavens and the earth: yet most men do not understand [what this implies].
وَمَا يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَلَا ٱلْمُسِىٓءُ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَتَذَكَّرُونَ
Wa maa yastauil a'maa walbasiru wallazina aamanu wa 'amilus saalihaati wa lal musie'; qalilam maa tatazakkarun
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.
But [then,] the blind and the seeing are not equal; and neither [can] they who have attained to faith and do good works and the doers of evil [be deemed equal]. How seldom do you keep this in mind!
إِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَءَاتِيَةٌۭ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
Innas Saa'ata la aatiyatul laa raiba fihaa wa laakinna aksaran naasi laa yu'minun
Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.
Verily, the Last Hour is sure to come: of this there is no doubt; yet most men will not believe it.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Wa qaala Rabbukumud 'unie astajib lakum; innal lazina yastakbiruna an 'ibaadati sa yadkhuluna jahannama daakhirin
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
But your Sustainer says: “Call unto Me, [and] I shall respond to you! Verily, they who are too proud to worship Me will enter hell, abased!”
ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Allaahul lazi ja'ala lakumul laila litqaskunu fihi wannahaara mubsiraa; innal laaha lazu fadlin 'alan naasi wa laakinna aksaran naasi laa yasykurun
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
IT IS GOD who has made the night for you, so that you might rest therein, and the day, to make [you] see. Behold, God is indeed limitless in His bounty unto man - but most men are ungrateful.
ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍۢ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ
Zaalikumul laahu Rabbukum khaaliqu kulli syai'; laaa ilaaha illaa Huwa fa annaa tu'fakun
Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?
Such is God, your Sustainer, the Creator of all that exists: there is no deity save Him. How perverted, then, are your minds!
كَذَٰلِكَ يُؤْفَكُ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ
Kazaalika yu'fakul loazina kaanu bi Aaiaatil laahi yajhadun
Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah.
[For] thus it is: perverted are the minds of those who knowingly reject God’s messages.
ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ قَرَارًۭا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءًۭ وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Allaahul lazi ja'ala lakumul arda qaraaranw wassa maaa'a binaaa'anw wa sauwarakum fa ahsana suwarakum wa razaqakum minat taiyibaat; zaalikumul laahu Rabbukum fatabaarakal laahu Rabbul 'aalamin
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.
It is God who has made the earth a resting- place for you and the sky a canopy, and has formed you - and formed you so well and provided for you sustenance out of the good things of life. Such is God, your Sustainer: hallowed, then, is God, the Sustainer of all the worlds!
هُوَ ٱلْحَىُّ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۗ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Huwal Haiyu laaa ilaaha illaa Huwa fad'uhu mukh lisina lahudin; alhamdu lillaahi Rabbil 'aalamin
Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
He is the Ever-Living; there is no deity save Him: call, then, unto Him [alone], sincere in your faith in Him. All praise is due to God, the Sustainer of all the worlds!
۞ قُلْ إِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَمَّا جَآءَنِىَ ٱلْبَيِّنَٰتُ مِن رَّبِّى وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Qul inni nuhitu an a'budal lazina tad'una min dunil laahi lammaa jaaa'a niyal biyinaatu mir Rabbi wa umirtu an uslima li Rabbil 'aalamin
Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.
Say: “Since all evidence of the truth has come to me from my Sustainer, I am forbidden to worship [any of] those beings whom you invoke instead of God; and I am bidden to surrender myself to the Sustainer of all the worlds.”
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍۢ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍۢ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍۢ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًۭا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا۟ شُيُوخًۭا ۚ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ مِن قَبْلُ ۖ وَلِتَبْلُغُوٓا۟ أَجَلًۭا مُّسَمًّۭى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Huwal lazi khalaqakum min turaabin summa min nutfatin summa min 'alaqatin summa yukhrijukum tiflan summa litablughuo asyuddakum summa litakunu syuyukhaa; wa minkum mai yutauaffaa min qablu wa litablughuo ajalam musam manw-wa la'allakum ta'qilun
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
It is He who creates you out of dust, and then out of a drop of sperm, and then out of a germ-cell; and then He brings you forth as children; and then [He ordains] that you reach maturity, and then, that you grow old - though some of you [He causes to] die earlier -: and [all this He ordains] so that you might reach a term set [by Him], and that you might [learn to] use your reason.
هُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
Huwal lazi yuhyi wa yumitu fa izaa qadaaa amran fa innamaa yaqulu lahu kun fa yakon
Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.
It is He who grants life and deals death; and when He wills a thing to be, He but says unto it, “Be” - and it is.
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ أَنَّىٰ يُصْرَفُونَ
Alam tara ilal lazina yujaadiluna fie Aaiaatil laahi annaa yusrafun
Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan?
ART THOU NOT aware of how far they who call God’s messages in question have lost sight of the truth?
ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِٱلْكِتَٰبِ وَبِمَآ أَرْسَلْنَا بِهِۦ رُسُلَنَا ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Allazina kazzabu bil Kitaabi wa bimaa arsalnaa bihi Rusulanaa fasaufa ya'lamun
(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab (Al Quran) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui,
they who give the lie to this divine writ and [thus] to all [the messages] with which We sent forth Our apostles [of old]? But in time they will come to know [how blind they have been: they will know it on Judgment Day],
إِذِ ٱلْأَغْلَٰلُ فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ وَٱلسَّلَٰسِلُ يُسْحَبُونَ
Izil aghlaalu fie a'naaqi-him wassalaasilu yasyabun
ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,
when they shall have to carry the shackles and chains [of their own making] around their necks,
فِى ٱلْحَمِيمِ ثُمَّ فِى ٱلنَّارِ يُسْجَرُونَ
Fil hamimi summa fin Naari Yasjarun
ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,
and are dragged into burning despair, and in the end become fuel for the fire [of hell].
ثُمَّ قِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تُشْرِكُونَ
Summaa qila lahum aina maa kuntum tusyrikun
kemudian dikatakan kepada mereka: "Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan,
And then they will be asked: “Where now are those [powers] to which you were wont to ascribe divinity
مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالُوا۟ ضَلُّوا۟ عَنَّا بَل لَّمْ نَكُن نَّدْعُوا۟ مِن قَبْلُ شَيْـًۭٔا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلْكَٰفِرِينَ
Min dunil laahi qaalu dallu 'annaa bal lam nakun nad'u min qablu syai'aa; kazaalika yudillul laahul kaafirin
(yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab: "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu". Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir.
side by side with God?” They will answer: “They have forsaken us - or, rather, what we were wont to invoke aforetime did not exist at all!” And they will be told:] “It is thus that God lets the deniers of the truth go astray:
ذَٰلِكُم بِمَا كُنتُمْ تَفْرَحُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَمْرَحُونَ
Zaalikum bimaa kuntum tafrahuna fil ardi bighairil haqqi wa bimaa kuntum tamrahun
Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).
this is an outcome of your having arrogantly exulted on earth without any [concern for what is] right, and of your having been so full of self-conceit!
ٱدْخُلُوٓا۟ أَبْوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ
Udkhuluo abwaaba Jahannama khaalidina fihaa fabi'sa maswal mutakabbirin
(Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong".
Enter [now] the gates of hell, therein to abide: and how vile an abode for all who are given to false pride!”
فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ ۚ فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ ٱلَّذِى نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ
Fasbir inna wa'dal laahi haqq; fa immaa nuriyannak ba'dal lazi na'i duhum au natauaffaiannaka fa ilainaa yurja'un
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.
HENCE, remain thou patient in adversity - for, verily, God’s promise always comes true. And whether We show thee [in this world] something of what We hold in store for those [deniers of the truth], or whether We cause thee to die [ere that retribution takes place - know that, in the end], it is unto Us that they will be brought back.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًۭا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ فَإِذَا جَآءَ أَمْرُ ٱللَّهِ قُضِىَ بِٱلْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ٱلْمُبْطِلُونَ
Wa laqad arsalnaa Rusulam min qablika minhum man qasasnaa 'alaika wa minhum mal lam naqsus 'alaik; wa maa kaana li Rasulin any yaatiya bi Aaiatin illaa bi iznil laah; fa izaa jaaa'a amrul laahi qudiya bilhaqqi wa khasira hunaalikal mubtilun
Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.
And, indeed, [O Muhammad,] We sent forth apostles before thy time; some of them We have mentioned to thee, and some of them We have not mentioned to thee. And it was not given to any apostle to bring forth a miracle other than by God’s leave. Yet when God’s will becomes manifest, judgment will [already] have been passed in all justice, and lost will be, then and there, all who tried to reduce to nothing [whatever they could not understand].
ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَنْعَٰمَ لِتَرْكَبُوا۟ مِنْهَا وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
Allaahul lazi ja'ala lakumul an'aama litarkabu minhaa wa minhaa taakulun
Allahlah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.
It is God who [at all times works wonders for you: thus, He] provides for you [all manner of] livestock, so that on some of them you may ride, and from some derive your food,
وَلَكُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَلِتَبْلُغُوا۟ عَلَيْهَا حَاجَةًۭ فِى صُدُورِكُمْ وَعَلَيْهَا وَعَلَى ٱلْفُلْكِ تُحْمَلُونَ
Wa lakum fihaa manaafi'u wa litablughu 'alaihaa haajatan fi sudurikum wa 'alaihaa wa 'alal fulki tuhmalun
Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera.
and find [yet other] benefits in them; and that through them you may attain to the fulfillment of [many] a heartfelt need: for on them, as on ships, you are borne [through life].
وَيُرِيكُمْ ءَايَٰتِهِۦ فَأَىَّ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ تُنكِرُونَ
Wa yurikum Aaiaatihi fa aiya Aaiaatil laahi tunkirun
Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya); maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?
And [thus] He displays His wonders before you: which, then, of God’s wonders can you still deny?
أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوٓا۟ أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةًۭ وَءَاثَارًۭا فِى ٱلْأَرْضِ فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Afalam yasiru fil ardi fa yanzuru kaifa kaana 'aaqibatul lazina min qablihim; kaanu aksara minhum wa asyadda quwwatanw wa aasaaran fil ardi famaaa aghnaa 'anhum maa kaanu yaksibun
Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
HAVE THEY, then, never journeyed about the earth and beheld what happened in the end to those [deniers of the truth] who lived before their time? More numerous were they, and greater in power than they are, and in the impact which they left on earth: but all that they ever achieved was of no avail to them –
فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَرِحُوا۟ بِمَا عِندَهُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Falammaa jaaa'at hum Rusuluhum bilbaiyinaati farihu bimaa 'indahum minal 'ilmi wa haaqa bihim maa kaanu bihi yastahzi'un
Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.
for when their apostles came to them with all evidence of the truth, they arrogantly exulted in whatever knowledge they [already] possessed: and [so, in the end,] they were overwhelmed by the very thing which they were wont to deride.
فَلَمَّا رَأَوْا۟ بَأْسَنَا قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَحْدَهُۥ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِۦ مُشْرِكِينَ
Falammaa ra au baasanaa qaaluo aamannaa billaahi wahdahu wa kafarnaa bimaa kunnaa bihi musyrikin
Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: "Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah".
And then, when they [clearly] beheld Our punishment, they said: “We have come to believe in the One God, and we have renounced all belief in that to which we were wont to ascribe a share in His divinity!”
فَلَمْ يَكُ يَنفَعُهُمْ إِيمَٰنُهُمْ لَمَّا رَأَوْا۟ بَأْسَنَا ۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى قَدْ خَلَتْ فِى عِبَادِهِۦ ۖ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ٱلْكَٰفِرُونَ
Falam yaku tanfa 'uhum imaanuhum lammaa ra-au baasana sunnatal laahil lati qad khalat fi 'ibaadihi wa khasira hunaalikal kaafirun
Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.
But their attaining to faith after they had beheld Our punishment could not possibly benefit them such being the way of God that has always obtained for His creatures -: and so, then and there, lost were they who had denied the truth.