Al-Muminoon
سُورَةُ المُؤۡمِنُونَ
Orang-Orang Mukmin • Makkiyah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Qad aflahal mu'minun
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
TRULY, to a happy state shall attain the believers:
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ
Allazina hum fi Salaatihim khaasyi'un
(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
those who humble themselves in their prayer,
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Wallazina hum 'anillaghwimu'ridun
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
and who turn away from all that is frivolous,
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ
Wallazina hum liz Zakaati faa'ilun
dan orang-orang yang menunaikan zakat,
and who are intent on inner purity;
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَٰفِظُونَ
Wallazina hum lifuru jihim haafizun
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
and who are mindful of their chastity,
إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
Illaa 'alaaa azwaajihim au maa malakat aimaanuhum fa innahum ghairu malumin
kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
[not giving way to their desires] with any but their spouses - that is, those whom they rightfully possess [through wedlock]: for then, behold, they are free of all blame,
فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ
Famanib taghaa waraaa'a zaalika fa ulaaa'ika humul 'aadun
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
whereas such as seek to go beyond that [limit] are truly transgressors;
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَٰنَٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ
Wallazina hum li amaanaatihim wa 'ahdihim raa'un
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
and who are faithful to their trusts and to their pledges,
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Wallazina hum 'alaa Salauaatihim yuhaafizun
dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
and who guard their prayers [from all worldly intent].
أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ
Ulaaa'ika humul waarisun
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
It is they, they who shall be the inheritors
ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Allazina yarisunal Firdausa hum fihaa khaalidun
(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
that will inherit the paradise; [and] therein shall they abide.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍۢ مِّن طِينٍۢ
Wa laqad khalaqnal insaana min sulaalatim mintin
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
NOW, INDEED, We create man out of the essence of clay,
ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةًۭ فِى قَرَارٍۢ مَّكِينٍۢ
Summa ja'alnaahu nutfatan fi qaraarim makin
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
and then We cause him to remain as a drop of sperm in [the wombs] firm keeping,
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةًۭ فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةًۭ فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَٰمًۭا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَٰمَ لَحْمًۭا ثُمَّ أَنشَأْنَٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَٰلِقِينَ
Summa khalaqnan nutfata 'alaqatan fakhalaqnal 'alaqata mudghatan fakhalaq nal mudghata 'izaaman fakasaunal 'izaama lahman summa ansyaanaahu khalqan aakhar; fatabaarakal laahu ahsanul khaaliqin
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
and then We create out of the drop of sperm a germ-cell, and then We create out of the germ-cell an embryonic lump, and then We create within the embryonic lump bones, and then We clothe the bones with flesh - and then We bring [all] this into being as a new creation: hallowed, therefore, is God, the best of artisans!
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ
Summa innakum ba'da zaalika la maaiyitun
Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
And then, behold! after all this, you are destined to die;
ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ تُبْعَثُونَ
Summa innakum Yaumal Qiyaamati tub'asun
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.
and then, behold! you shall be raised from the dead on Resurrection Day.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَٰفِلِينَ
Wa laqad khalaqnaa fauqakum sab'a taraaa'iqa wa maa kunnaa 'anil khalqi ghaafilin
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
And, indeed, We have created above you seven [celestial] orbits: and never are We unmindful of [any aspect of Our] creation.
وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍۢ فَأَسْكَنَّٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ
Wa anzalnaa minas samaaa'i maaa'am biqadarin fa-askannaahu fil ardi wa innaa 'alaa zahaabim bihi laqaa dirun
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
And We send down water from the skies in accordance with a measure [set by Us], and then We cause it to lodge in the earth: but, behold, We are most certainly able to withdraw this [blessing]!
فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِۦ جَنَّٰتٍۢ مِّن نَّخِيلٍۢ وَأَعْنَٰبٍۢ لَّكُمْ فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٌۭ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
Fa ansyaanaa lakum bihi Jannaatim min nakhilinw wa a'naab; lakum fihaa fauaakihu kasiratunw wa minhaa taakulun
Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,
And by means of this [water] We bring forth for you gardens of date-palms and vines, wherein you have fruit abundant and whereof you eat,
وَشَجَرَةًۭ تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهْنِ وَصِبْغٍۢ لِّلْءَاكِلِينَ
Wa syajaratan takhruju min Turi Sainaaa'a tambutu bidduhni wa sibghil lil aakilin
dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan.
as well as a tree that issues from [the lands adjoining] Mount Sinai, yielding oil and relish for all to eat.
وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَٰمِ لَعِبْرَةًۭ ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ كَثِيرَةٌۭ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
Wa inna lakum fil an'aami la'ibrah; nusqikum mimmaa fi butunihaa wa lakum fihaa manaafi'u kasiratunw wa minhaa taakulun
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,
And, behold, in the cattle [too] there is indeed a lesson for you: We give you to drink of that [milk] which is within their bellies; and you derive many [other] uses from them: for, you eat of their flesh,
وَعَلَيْهَا وَعَلَى ٱلْفُلْكِ تُحْمَلُونَ
Wa 'alaihaa wa'alal fulki tuhmalun
dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.
and by them - as by the ships [over the sea] - you are borne [overland].
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Wa laqad arsalnaa Nuhan ilaa qaumihi faqaala yaa qaumi'budul laaha maa lakum min ilahin ghairuhu afalaa tattaqun
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
AND, INDEED, We sent forth Noah unto his people and he said: “O my people! Worship God alone]: you have no deity other than Him. Will you not, then, become conscious of Him?”
فَقَالَ ٱلْمَلَؤُا۟ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا هَٰذَآ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَٰٓئِكَةًۭ مَّا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِىٓ ءَابَآئِنَا ٱلْأَوَّلِينَ
Faqaalal mala'ul lazina kafaru min qaumihi maa haazaaa illaa basyarum mislukum yuridu ai yatafaddala 'alaikum wa lau syaaa'al laahu la anzala malaaa'ikatam maa sami'naa bihaazaa fie aabaaa'inal auwalin
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.
But the great ones among his people, who refused to acknowledge the truth, replied: “This [man] is nothing but a mortal like yourselves who wants to make himself superior to you! For, if God had willed [to convey a message unto us], He would surely have sent down angels; [moreover,] we have never heard [anything like] this from our forebears of old!
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌۢ بِهِۦ جِنَّةٌۭ فَتَرَبَّصُوا۟ بِهِۦ حَتَّىٰ حِينٍۢ
In huwa illaa rajulum bihi jinnatun fatarabbasu bihi hattan hin
la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu".
He is nothing but a madman: so bear with him for a while.”
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ
Qaala Rabbin surni bimaa kazzabun
Nuh berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku".
Said [Noah]: “O my Sustainer! Succour me against their accusation of lying!”
فَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ أَنِ ٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ۙ فَٱسْلُكْ فِيهَا مِن كُلٍّۢ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ ۖ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ
Fa auhainaaa ilaihi anis na'il fulka bi a'yuninaa wa wahyinaa fa izaa jaaa'a amrunaa wa faarat tannuru fasluk fihaa min kullin zaujainis naini wa ahlaka illaa man sabaqa 'alaihil qaulu minhum wa laa tukhaat ibni fil lazina zalamuo innaahum mughraqun
Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
Thereupon We inspired him thus: “Build, under Our eyes and according to Our inspiration, the ark [that shall save thee and those who follow thee]. And when Our judgment comes to pass, and waters gush forth in torrents over the face of the earth, place on board of this [ark] one pair of each [kind of animal] of either sex, as well as thy family - excepting those on whom sentence has already been passed; and do not appeal to Me [any more] in behalf of those who are bent on evildoing - for, behold, they are destined to be drowned!
فَإِذَا ٱسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلْفُلْكِ فَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Fa izas tauaita ata wa mam ma'aka 'alal fulki faqulil hamdu lillaahil lazi najjaanaa minal qaumiz zalimin
Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim".
“And as soon as thou and those who are with thee are settled in the ark, say: ‘All praise is due to God, who has saved us from those evildoing folk!’
وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًۭا مُّبَارَكًۭا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ
Wa qur Rabbi anzilni munzalam mubaarakanw wa Anta khairul munzilin
Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat".
“And say: ‘O my Sustainer! Cause me to reach a destination blessed [by Thee] for Thou art the best to show man how to reach his [true] destination!’”
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ وَإِن كُنَّا لَمُبْتَلِينَ
Inna fi zaalika la Aaiaatinw wa in kunnaa lamubtalin
Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah), dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu).
In this [story], behold, there are messages indeed [for those who think]: for, verily, We always put [man] to a test.
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ
Summaa ansyaana mim ba'dihim qarnan aakharin
Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain.
AND AFTER those [people of old] We gave rise to new generations;
فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًۭا مِّنْهُمْ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Fa arsalnaa fihim Rasulam minhum ani'budul laaha maa lakum min ilaahin ghairuhu afalaa tattaqun
Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).
and [every time] We sent unto them an apostle from among themselves, [he told them:] “Worship God [alone]: you have no deity other than Him. Will you not, then, become conscious of Him?”
وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱلْءَاخِرَةِ وَأَتْرَفْنَٰهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مَا هَٰذَآ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ
Wa qaalal mala-u min qaumihil lazina kafaru wa kazzabu bi liqaaa'il Aakhirati wa atrafnaahum fil haiaatid dunyaa maa haazaaa illaa basyarum mislukum yaakulu mimmaa taakuluna minhu wa yasyrabu mimmaa tasyrabun
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.
And [every time] the great ones among his people, who refused to acknowledge the truth and gave the lie to the announcement of a life to come - [simply] because We had granted them ease and plenty in [their] worldly life, and they had become corrupted by it [every time] they would say: “This [man] is nothing hut a mortal like yourselves, eating of what you eat, and drinking of what you drink:
وَلَئِنْ أَطَعْتُم بَشَرًۭا مِّثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًۭا لَّخَٰسِرُونَ
Wa la'in at'atum basyaram mislakum innakum izal lakhaasirun
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.
and, indeed, if you pay heed to a mortal like yourselves, you will surely be the losers!
أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنتُمْ تُرَابًۭا وَعِظَٰمًا أَنَّكُم مُّخْرَجُونَ
A-Ya'idukum annakum izaa mittum wa kuntum turaabanw wa izaaman annakum mukhrajun
Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)?
Does he promise you that, after you have died and become [mere] dust and bones, you shall be brought forth [to a new life]?
۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ
Haihaata haihaata limaa tu'adun
jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,
Far-fetched, far-fetched indeed is what you are promised!
إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
In hiya illaa haiaatunad dunyaa namutu wa nahyaa wa maa nahnu bimab'usin
kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi,
There is no life beyond our life in this world: we die and we live [but once], and we shall never be raised from the dead!
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًۭا وَمَا نَحْنُ لَهُۥ بِمُؤْمِنِينَ
In huwa illaa rajulunif taraa 'alal laahi kazibanw wa maa nahnuu lahu bimu'minin
Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya".
He is nothing but a man who attributes his own lying inventions to God, and we are not going to believe him!”
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ
Qaala Rabbin surni bimaa kazzabun
Rasul itu berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku".
[Whereupon the prophet] would say: “O my Sustainer! Succour me against their accusation of lying!”
قَالَ عَمَّا قَلِيلٍۢ لَّيُصْبِحُنَّ نَٰدِمِينَ
Qaala 'ammaa qalilil la yusbihunna naadimin
Allah berfirman: "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal".
[And God] would say: “After a little while they will surely be smitten with remorse!”
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ بِٱلْحَقِّ فَجَعَلْنَٰهُمْ غُثَآءًۭ ۚ فَبُعْدًۭا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Fa akhazat humus saihatu bilhaqqi faja'alnaahum ghusaaa'aa; fabu;dal lilqau miz zaalimin
Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.
And then the blast [of Our punishment] overtook them, justly and unavoidably, and We caused them to become as the flotsam of dead leaves and the scum borne on the surface of a torrent: and so - away with those evildoing folk!
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قُرُونًا ءَاخَرِينَ
Summa ansyaanaa mim ba'dihim qurunan aakharin
Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain.
AND AFTER them We gave rise to new generations:
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ
Maa tasbiqu min ummatin ajalahaa wa maa yastaakhirun
Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).
[for,] no community can ever forestall [the end of] its term - and neither can they delay [its coming].
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا ۖ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةًۭ رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًۭا وَجَعَلْنَٰهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًۭا لِّقَوْمٍۢ لَّا يُؤْمِنُونَ
Summa arsalnaa Rusulanaa tatraa kulla maa jaaa'a ummatar Rasuluhaa kazzabuh; fa atba'naa ba'dahum ba'danw wa ja'alnaahum ahaadis; fabu'dal liqaumil laa yu'minun
Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
And We sent forth Our apostles, one after another: [and] every time their apostle came to a community, they gave him the lie: and so We caused them to follow one another [into the grave], and let them become [mere] tales: and so - away with the folk who would not believe!
ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَٰرُونَ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلْطَٰنٍۢ مُّبِينٍ
Summa arsalnaa Musaa wa akhaahu Haaruna bi Aaiaatinaa wa sultaanim mubin
Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,
AND THEN We sent forth Moses and his brother Aaron with Our messages and a manifest authority [from Us]
إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا عَالِينَ
Ilaa Fir'auna wa mala'ihi fastakbaru wa kaanu qauman 'aalim
kepada Fir'aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takbur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.
unto Pharaoh and his great ones; but these behaved with arrogance, for they were people wont to glorify [only] themselves.
فَقَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَٰبِدُونَ
Faqaalu annu'minu libasyaraini mislinaa wa qaumuhumaa lanaa 'aabidun
Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"
And so they said: “Shall we believe [them] two mortals like ourselves - although their people are our slaves?”
فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْلَكِينَ
Fakazzabuhumaa fakaanu minal mmuhlakin
Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.
Thus, they gave the lie to those two, and earned (thereby) their place among the doomed:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
Wa laqad aatainaa Musal Kitaaba la'allahum yahtadun
Dan sesungguhnya telah Kami berikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk.
for, indeed, We had vouchsafed revelation unto Moses in order that they might find the right way.
وَجَعَلْنَا ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةًۭ وَءَاوَيْنَٰهُمَآ إِلَىٰ رَبْوَةٍۢ ذَاتِ قَرَارٍۢ وَمَعِينٍۢ
Wa ja'alnab na Maryama wa ummahuo aaiatannw wa aauainaahumaaa ilaa rabwatin zaati qaraarinw wa ma'in
Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
And [as We exalted Moses, so, too,] We made the son of Mary and his mother a symbol [of Our grace], and provided for both an abode in a lofty place of lasting restfulness and unsullied springs.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌۭ
Yaaa aiyuhar Rusulu kulu minat taiyibaati wa'malu saalihan inni bimaa ta'maluna 'Alim
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
O YOU APOSTLES! Partake of the good things of life, and do righteous deeds: verily, I have full knowledge of all that you do.
وَإِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱتَّقُونِ
Wa inna haazihie ummatukum ummatanw waahidatanw wa Ana Rabbukum fattaqun
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.
And, verily, this community of yours is one single community, since I am the Sustainer of you all: remain, then, conscious of Me!
فَتَقَطَّعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًۭا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Fataqatta'uo amrahum bainahum zuburaa; kullu hizbim bimaa ladaihim farihun
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
But they (who claim to follow you) have torn their unity wide asunder, piece by piece, each group delighting in [but] what they themselves possess [by way of tenets].
فَذَرْهُمْ فِى غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Fazarhum fi ghamratihim hattaa hin
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
But leave them alone, lost in their ignorance, until a [future] time.
أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٍۢ وَبَنِينَ
A-yahsabuna annnamaa numiduhum bihi mimmaalinw wa banin
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),
Do they think that by all the wealth and offspring with which We provide them
نُسَارِعُ لَهُمْ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ بَل لَّا يَشْعُرُونَ
Nusaari'u lahum fil khairaat; bal laa yasy'urun
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
We [but want to] make them vie with one another in doing [what they consider] good works? Nay, but they do not perceive [their error]!
إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ
Innal lazina hum min khasyyati Rabbihim musyfiqun
Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
Verily, [only] they who stand in reverent awe of their Sustainer,
وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ
Wallazina hum bi Aaiaati Rabbihim yu'minun
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
and who believe in their Sustainer’s messages,
وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ
Wallazina hum bi Rabbihim laa yusyrikun
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),
and who do not ascribe divinity to aught but their Sustainer,
وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ
Wallazina yu'tuna maaa aatau wa qulubuhum wajilatun annahum ilaa Rabbihim raaji'un
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,
and who give whatever they [have to] give with their hearts trembling at the thought that unto their Sustainer they must return:
أُو۟لَٰٓئِكَ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَٰبِقُونَ
Ulaaa'ika yusaari'una fil khairaati wa hum lahaa saabiqun
mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
it is they who vie with one another in doing good works, and it is they who outrun [all others] in attaining to them!
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَٰبٌۭ يَنطِقُ بِٱلْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Wa laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa wa ladainaa kitaabuny yantiqu bilhaqqi w ahum la yuzlamun
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.
And [withal.] We do not burden any human being with more than he is well able to bear: for with Us is a record that speaks the truth [about what men do and can do]; and none shall be wronged.
بَلْ قُلُوبُهُمْ فِى غَمْرَةٍۢ مِّنْ هَٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَٰلٌۭ مِّن دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَٰمِلُونَ
Bal qulubuhum fi ghamratim min haazaa wa lahum a'maalum min duni zaalika hum lahaa 'aamilun
Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, mereka tetap mengerjakannya.
NAY, [as for those who have torn asunder the unity of faith] - their hearts are lost in ignorance of all this! But apart from that [breach of unity] they have [on their conscience even worse] deeds; and they will [continue to] commit them
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِم بِٱلْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْـَٔرُونَ
Hattaaa izaaa akhznaa mutrafihim bil'azaabi izaa hum yaj'arun
Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.
until - after We shall have taken to task, through suffering, those from among them who [now] are lost in the pursuit of pleasures - they cry out in [belated] supplication.
لَا تَجْـَٔرُوا۟ ٱلْيَوْمَ ۖ إِنَّكُم مِّنَّا لَا تُنصَرُونَ
Laa taj'arul yauma innakum minnaa laa tunsarun
Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.
[But they will be told:] “Cry not in supplication today: for, behold, you shall not he succoured by Us!
قَدْ كَانَتْ ءَايَٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ تَنكِصُونَ
Qad kaanat Aaiaati tutlaa 'alaikum fakuntum 'alaaa a'qaabikum tankisun
Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al Quran) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang,
Time and again were My messages conveyed unto you, but [every time] you would turn about on your heels
مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَٰمِرًۭا تَهْجُرُونَ
Mustakbirina bihi saamiran tahjurun
dengan menyombongkan diri terhadap Al Quran itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari.
[and,] impelled by your arrogance, you would talk senselessly far into the night.”
أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا۟ ٱلْقَوْلَ أَمْ جَآءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلْأَوَّلِينَ
Afalam yaddabbarrul qaula am jaaa'ahum maa lam yaati aabaaa'ahumul auwalin
Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?
Have they, then, never tried to understand this word [of God]? Or has there [now] come to them something that never came to their forefathers of old?
أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا۟ رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ
Am lam ya'rifu Rasulahum fahum lahu munkirun
Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya?
Or is it, perchance, that they have not recognized their Apostle, and so they disavow him?
أَمْ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۚ بَلْ جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَٰرِهُونَ
Am yaquluna bihi jinnnah; bal jaaa'ahum bilhaqqi wa aksaruhum lil haqqi kaarihun
Atau (apakah patut) mereka berkata: "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila". Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu.
Or do they say. “There is madness in him”? Nay, he has brought them the truth - and the truth do most of them detest!
وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلْحَقُّ أَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَٰهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ
Wa lauit taba'al haqqu ahwaaa'ahum lafasadatis samaauaatu wal ardu wa man fihinnn; bal atainaahum bizikrihim fahum 'an zikrihim mu'ridon
Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
But if the truth were in accord with their own likes and dislikes, the heavens and the earth would surely have fallen into ruin, and all that lives in them [would long ago have perished]! Nay, [in this divine writ] We have conveyed unto them all that they ought to bear in mind: and from this their reminder they [heedlessly] turn away!
أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًۭا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌۭ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Am tas'aluhum kharjan fakharaaju Rabbika khairunw wa Huwa khairur raaziqin
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.
Or dost thou [O Muhammad] ask of them any worldly recompense? But [they ought to know that] recompense from thy Sustainer is best, since He is the best of providers!
وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ
Wa innaka latad'uhum ilaa Siraatim Mustaqim
Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.
And, verily, thou callest them onto a straight way –
وَإِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ عَنِ ٱلصِّرَٰطِ لَنَٰكِبُونَ
Wa innnal lazina laa yu'minuna bil Aakhirati 'anis siraati lanaakibun
Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).
but, behold, those who will not believe in the life to come are bound to deviate from that way.
۞ وَلَوْ رَحِمْنَٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّۢ لَّلَجُّوا۟ فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ
Wa lau rahimnaahum wa kasyafnaa maa bihim min durril lalajju fi tughyaanihim ya'mahun
Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan mereka.
And even were We to show them mercy and remove whatever distress might befall them [in this life], they would still persist in their overweening arrogance, blindly stumbling to and fro.
وَلَقَدْ أَخَذْنَٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ
Wa laqad akhaznaahum bil'azaabi famastakaanu li Rabbihim wa maa yatadarra'un
Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.
And, indeed, We tested them through suffering, but they did not abase themselves before their Sustainer; and they will never humble themselves
حَتَّىٰٓ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًۭا ذَا عَذَابٍۢ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ
Hattaaa izaa fatahnaa 'alaihim baaban zaa 'azaabin syadidin izaa hum fihi mublisun
Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu tempat azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.
until We open before them a gate of [truly] severe suffering [in the life to come]: and then, lo! they will be broken in spirit.
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَشْكُرُونَ
Wa Huwal lazie ansya a-lakumus sam'a wal absaara wal af'idah; qalilam maa tasykurun
Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
[O MEN! Pay heed to God’s messages,] for it is He who has endowed you with hearing, and sight, and minds: [yet] how seldom are you grateful!
وَهُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Wa Huwal lazi zara akum fil ardi wa ilaihi tuhsyarun
Dan Dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.
And He it is who has caused you to multiply on earth; and unto Him you shall be gathered.
وَهُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخْتِلَٰفُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Wa Huwal lazi yuhyi wa yumitu wa lahukh tilaaful laili wannahaar; afalaa ta'qilun
Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
And He it is who grants life and deals death; and to Him is due the alternation of night and day. Will you not, then, use your reason?
بَلْ قَالُوا۟ مِثْلَ مَا قَالَ ٱلْأَوَّلُونَ
Bal qaalu misla maa qaalal auwalun
Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.
But nay, they speak as the people of olden times did speak:
قَالُوٓا۟ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًۭا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ
Qaaluo 'a-izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa 'izaaman 'a-innaa lamab 'usun
Mereka berkata: "Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?
they say: “What! After we have died and become mere dust and bones, shall we, forsooth, be raised from the dead?
لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا هَٰذَا مِن قَبْلُ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
Laqad wu'idnaa nahnu wa aabaaa'unaa haazaa min qablu in haazaaa illaaa asaatirul auwalin
Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!".
Indeed, this [very thing] we have been promised - we and our forefathers - long ago! This is nothing but fables of ancient times!”
قُل لِّمَنِ ٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Qul limanil ardu wa man fihaaa in kuntum ta'lamun
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
Say: “Unto whom belongs the earth and all that lives there on? [Tell me this] if you happen to know [the answer]!”
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Sa-yaquluna lillaah; qul afalaa tazakkkarun
Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?"
[And they will reply: “Unto God.” Say: “Will you not, then, bethink yourselves [of Him]?”
قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلسَّبْعِ وَرَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ
Qul mar Rabbus samaauaatis sab'i wa Rabbul 'Arsyil 'Azim
Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?"
Say: “Who is it that sustains the seven heavens and is enthroned in His awesome almightiness?”
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Sa yaquluna lillaah; qul afalaa tattaqun
Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"
[And] they will reply: “[All this power belongs] to God.” Say: “Will you not, then, remain conscious of Him?”
قُلْ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Qul mam bi yadihi malakutu kulli syai'inw wa Huwa yujiru wa laa yujaaru 'alaihi in kuntum ta'lamun
Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"
Say: “In whose hand rests the mighty dominion over all things, and who is it that protects, the while there is no protection against Him? [Tell me this] if you happen to know [the answer]!”
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ
Sa yaquluna lillaah; qul fa annaa tus harun
Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah". Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"
[And] they will reply: “[All this power belongs] to God.” Say: ‘How, then, can you be so deluded?”
بَلْ أَتَيْنَٰهُم بِٱلْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ
Bal atainaahum bil haqqi wa innahum lakaazibun
Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
Nay, We have conveyed unto them the truth: and yet, behold, they are intent on lying [to themselves]!
مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٍۢ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًۭا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Mat takhazal laahu minw waladinw wa maa kaana ma'ahu min ilaah; izal lazahaba kullu ilaahim bimaa khalaqa wa la'alaa ba'duhum 'alaa ba'd; Subhaannal laahi 'ammaa yasifun
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
Never did God take unto Himself any offspring, nor has there ever been any deity side by side with Him: [for, had there been any,] lo! each deity would surely have stood apart [from the others] in whatever it had created, and they would surely have [tried to] overcome one another! Limitless in His glory is God, [far] above anything that men may devise by way of definition,
عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
'Aalimil Ghaibi wasy syahhaadati fata'aalaa 'ammaa yusyrikun
Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.
knowing all that is beyond the reach of a created being’s perception as well as all that can be witnessed by a creature’s senses or mind and, hence, sublimely exalted is He above anything to which they may ascribe a share in His divinity!
قُل رَّبِّ إِمَّا تُرِيَنِّى مَا يُوعَدُونَ
Qur Rabbi immmaa turiyanni maa yu'adun
Katakanlah: "Ya Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,
SAY: “O my Sustainer! If it be Thy will to let me witness [the fulfillment of] whatever they [who blaspheme against Thee] have been promised [to suffer] –
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Rabbi falaa taj'alni fil qaumiz zaalimin
ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim".
do not, O my Sustainer, let me be one of those evildoing folk!”
وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَٰدِرُونَ
Wa innaa 'alaaa an nuriyaka maa na'iduhum laqaadirun
Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.
[Pray thus] for, behold, We are most certainly able to let thee witness [the fulfillment, even in this world, of] whatever We promise them!
ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ٱلسَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ
Idfa' billate hiya ahsanus saiyi'ah; nahnu a'lamu bimaa yasifun
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.
[But whatever they may say or do,] repel the evil [which they commit] with something that is better: We are fully aware of what they attribute [to Us].
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ
Wa qur Rabbi a'uzu bika min hamazaatisy Syaiaatin
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.
And say: “O my Sustainer! I seek refuge with Thee from the promptings of all evil impulses;
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
Wa a'uzu bika Rabbi ai-yahdurun
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku".
and I seek refuge with Thee, O my Sustainer, lest they come near unto me!’
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ
Hattaaa izaa jaaa'a ahada humul mautu qaala Rabbir ji'un
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
[AS FOR THOSE who will not believe in the life to come, they go on lying to themselves] until, when death approaches any of them, he prays: “O my Sustainer! Let me return, let me return [to life],
لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًۭا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
La'allie a'malu saalihan fimaa taraktu kallaa; innahaa kalimatun huwa qaaa'iluhaa wa minw waraaa'him barzakhun ilaa Yaumi yub'asun
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.
so that I might act righteously in whatever I have failed [aforetime]!” Nay, it is indeed but a [meaningless] word that he utters: for behind those [who leave the world] there is a barrier [of death] until the Day when all will be raised from the dead!
فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍۢ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ
Fa izaa nufikha fis Suri falaaa ansaaba bainahum yauma'izinw wa laa yatasaaa'alun
Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
Then, when the trumpet [of resurrection] is blown, no ties of kinship will on that Day prevail among them, and neither will they ask about one another.
فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Faman saqulat mauaazi nuhu fa ulaaa'ika humul muflihun
Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
And they whose weight [of righteousness] is heavy in the balance - it is they, they who will have attained to a happy state;
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فِى جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ
Wa man khaffat mauaa zinuhu fa ulaaa'ikal lazina khasirun anfusahum fi Jahannnama khaalidun
Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.
whereas they whose weight is light in the balance - it is they who will have squandered their own selves, [destined] to abide in hell:
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَٰلِحُونَ
Talfahu wujuhahumun Naaru wa hum fihaa kaalihud
Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.
the fire will scorch their faces, and they will abide therein with their lips distorted in pain.
أَلَمْ تَكُنْ ءَايَٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ
Alam takun Aaiaati tutlaa 'alaikum fakuntum bihaa tukazzibun
Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?
[And God will say:] “Were not My messages conveyed unto you, and were you [not] wont to give them the lie?”
قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًۭا ضَآلِّينَ
Qaalu Rabbanaa ghalabat 'alainaa syiqwatunaa wa kunnaa qauman daaallin
Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.
They will exclaim: “O our Sustainer! Our bad luck has overwhelmed us, and so we went astray!
رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَٰلِمُونَ
Rabbanaa akhrijnaa minhaa fa in 'udnaa fa innaa zaalimun
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".
O our Sustainer! Cause us to come out of this [suffering] - and then, if ever We revert [to sinning], may we truly be [deemed] evildoers!”
قَالَ ٱخْسَـُٔوا۟ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ
Qaalakh sa'u fihaa wa laa tukallimun
Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.
[But] He will say: “Away with you into this [ignominy]! And speak no more unto Me!
إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌۭ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Innahu kaana fariqum min 'ibaadi yaquluna Rabbanaaa aamannaa faghfir lanaa warhamnaa wa Anta khairur raahimin
Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.
“Behold, there were among My servants such as would pray, ‘O our Sustainer! We have come to believe [in Thee]; forgive, then, our sins and bestow Thy mercy on us: for Thou art the truest bestower of mercy!’
فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ
Fattakhaztumuhum sikhriyyan hattaaa ansaukum zikri wa kuntum minhum tadzakun
Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka,
- but you made them a target of your derision to the point where it made you forget all remembrance of Me; and you went on and on laughing at them.
إِنِّى جَزَيْتُهُمُ ٱلْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
Ini jazaituhumul Yauma bimaa sabaruo annahum humul faaa'izun
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang".
[But,] behold, today I have rewarded them for their patience in adversity: verily, it is they, they who have achieved a triumph!”
قَٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ
Qaala kam labistum fil ardi 'adada sinin
Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
[And] He will ask [the doomed]: “What number of years have you spent on earth?”
قَالُوا۟ لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍۢ فَسْـَٔلِ ٱلْعَآدِّينَ
Qaalu labisnaa yauman au ba'da yaumin fas'alil 'aaaddin
Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung".
They will answer: ‘We have spent there a day, or part of a day; but ask those who [are able to] count [time] …”
قَٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًۭا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Qaala il labistum illaa qalilal lau annakum kuntum ta'lamun
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui"
[Whereupon] He will say: “You have spent there but a short while: had you but known [how short it was to be]!
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًۭا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Afahsibtum annamaa khalaqnaakum 'abasanw wa annakum ilainaa laa turja'un
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Did you, then, think that We created you in mere idle play, and that you would not have to return to Us?”
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ
Fata'aalal laahul Malikul Haqq; laaa ilaaha illaa Huwa Rabbul 'Arsyil Karim
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.
[KNOW,] then, [that] God is sublimely exalted, the Ultimate Sovereign, the Ultimate Truth: there is no deity save Him, the Sustainer, in bountiful almightiness enthroned!
وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ
Wa mai yad'u ma'allaahi ilaahan aakhara laa burhaana lahu bihi fa innnamaa hisaabuhu 'inda Rabbih; innahu laa yuflihul kaafirun
Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
Hence, he who invokes, side by side with God, any other deity [- a deity] for whose existence he has no evidence - shall but find his reckoning with his Sustainer: [and,] verily, such deniers of the truth will never attain to a happy state!
وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Wa qur Rabbigh fir warham wa Anta khairur raahimin
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik".
Hence, [O believer,] say: “O my Sustainer! Grant [me] forgiveness and bestow Thy mercy [upon me]: for Thou art the truest bestower of mercy!”