An-Noor
سُورَةُ النُّورِ
Cahaya • Madaniyah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ سُورَةٌ أَنزَلْنَٰهَا وَفَرَضْنَٰهَا وَأَنزَلْنَا فِيهَآ ءَايَٰتٍۭ بَيِّنَٰتٍۢ لَّعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Suratun anzalnaahaa wa faradnaahaa wa anzalnaa fihaaa Aaiaatim baiyinaatil la'allakum tazakkarun
(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya.
A Surah [is this] which We have bestowed from on high, and which We have laid down in plain terms; and in it have We bestowed from on high messages which are clear [in themselves], so that you might keep [them] in mind.
ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِى فَٱجْلِدُوا۟ كُلَّ وَٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا مِا۟ئَةَ جَلْدَةٍۢ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌۭ فِى دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌۭ مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Azzaaniyatu wazzaani fajlidu kulla waahidim minhumaa mi'ata jaldatinw wa laa taakhuzkum bihimaa raafatun fi dinil laahi in kuntum tu'minuna billaahi wal Yaumil Aakhiri wal yasyhad 'azaabahumaa taaa'ifatum minal mu'minin
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
AS FOR the adulteress and the adulterer flog each of them with a hundred stripes, and let not compassion with them keep you from [carrying out] this law of God, if you [truly] believe in God and the Last Day; and let a group of the believers witness their chastisement.
ٱلزَّانِى لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةًۭ وَٱلزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَآ إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌۭ ۚ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ
Azzaani laa yankihu illaa zaaniyatan au musyrikatanw wazzaaniyatu laa yankihuhaaa illaa zaanin au musyrik; wa hurrima zaalika 'alal mu'minin
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.
[Both are equally guilty:] the adulterer couples with none other than an adulteress - that is, a woman who accords [to her own lust] a place side by side with God; and with the adulteress couples none other than an adulterer - that is, a man who accords [to his own lust] a place side by side with God: and this is forbidden unto the believers.
وَٱلَّذِينَ يَرْمُونَ ٱلْمُحْصَنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا۟ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَآءَ فَٱجْلِدُوهُمْ ثَمَٰنِينَ جَلْدَةًۭ وَلَا تَقْبَلُوا۟ لَهُمْ شَهَٰدَةً أَبَدًۭا ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Wallazina yarmunal muhsanaati summa lam yaatu bi-arba'ati syuhadaaa'a fajliduhum samaanina jaldatanw wa laa taqbalu lahum syahaadatan abadaa; wa ulaaa'ika humul faasiqun
Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.
And as for those who accuse chaste women [of adultery], and then are unable to produce four witnesses [in support of their accusation], flog them with eighty stripes and ever after refuse to accept from them any testimony - since it is they, they that are truly depraved!
إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Illal lazina taabu mim ba'di zaalika wa aslahu fa innal laaha Ghafurur Rahim
kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
excepting [from this interdict] only those who afterwards repent and made amends: for, behold, God is much forgiving, a dispenser of grace.
وَٱلَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَٰجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَآءُ إِلَّآ أَنفُسُهُمْ فَشَهَٰدَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَٰدَٰتٍۭ بِٱللَّهِ ۙ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Wallazina yarmuna azwaajahum wa lam yakul lahum syuhadaaa'u illaaa anfusuhum fasyahaadatu ahadihim arb'u syahaadaatim billaahi innahu laminas saadiqin
Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.
And as for those who accuse their own wives [of adultery], but have no witnesses except themselves, let each of these [accusers] call God four times to witness that he is indeed telling the truth,
وَٱلْخَٰمِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كَانَ مِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ
Wal khaamisatu anna la'natal laahi 'alaihi in kaana minal kaazibin
Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.
and the fifth time, that God’s curse be upon him if he is telling a lie.
وَيَدْرَؤُا۟ عَنْهَا ٱلْعَذَابَ أَن تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَٰدَٰتٍۭ بِٱللَّهِ ۙ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ
Wa yadra'u anhal 'azaaba an tasyhada arba'a syahaa daatim billaahi innahu laminal kaazibin
Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.
But [as for the wife, all] chastisement shall be averted from her by her calling God four times to witness that he is indeed telling a lie,
وَٱلْخَٰمِسَةَ أَنَّ غَضَبَ ٱللَّهِ عَلَيْهَآ إِن كَانَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Wal khaamisata anna ghadabal laahi 'alaihaaa in kaana minas saadiqin
dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.
and the fifth [time], that God’s curse be upon her if he is telling the truth,
وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ وَأَنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ
Wa lau laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhu wa annal laaha Tauwaabun Hakim
Dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).
AND WERE it not for God’s favour upon you, [O man,] and His grace, and that God is a wise acceptor of repentance...!
إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلْإِفْكِ عُصْبَةٌۭ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّۭا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ ٱمْرِئٍۢ مِّنْهُم مَّا ٱكْتَسَبَ مِنَ ٱلْإِثْمِ ۚ وَٱلَّذِى تَوَلَّىٰ كِبْرَهُۥ مِنْهُمْ لَهُۥ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ
Innal lazina jaaa'u bilifki 'usbatum minkum; laa tahsabuhu syarral lakum bal huwa khairul lakum; likul limri'im minhum mak tasaba minal-ism; wallazi tauallaa kibrahu minhum lahu 'azaabun 'azim
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.
Verily, numerous among you are those who would falsely accuse others of unchastity: [but, O you who are thus wronged,] deem it not a bad thing for you: nay, it is good for you! [As for the slanderers,] unto every one of them [will be accounted] all that he has earned by [thus] sinning; and awesome suffering awaits any of them who takes it upon himself to enhance this [sin]!
لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًۭا وَقَالُوا۟ هَٰذَآ إِفْكٌۭ مُّبِينٌۭ
Lau laaa iz sami'tumuhu zannal mu'minuna walmu'minaatu bi anfusihim khairanw wa qaalu haazaaa ifkum mmubin
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".
Why do not the believing men and women, whenever such [a rumour] is heard, think the best of one another and say, “This is an obvious falsehood”?
لَّوْلَا جَآءُو عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَآءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا۟ بِٱلشُّهَدَآءِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ عِندَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ
Lau laa jaaa'u 'alaihi bi-arba'ati syuhadaaa'; fa iz lam yaatu bisysyuhadaaa'i fa ulaaa 'ika 'indal laahi humul kaazibun
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.
why do they not [demand of the accusers that they] their allegation? for, if they do not produce such witnesses, it is those [accusers] who, in the sight of God, are liars indeed!
وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِى مَآ أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Wa lau laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhu fiddunyaa wal aakhirati lamassakum fi maaa afadtum fihi 'azaabun 'azim
Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.
And were it not for God’s favour upon you, [O men,] and His grace in this world and in the life to come, awesome suffering would indeed have afflicted you in result of all [the calumny] in which you indulge
إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌۭ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًۭا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٌۭ
iz talaqqaunahu bi alsinatikum wa taquluna bi afwaahikum maa laisa lakum bihi 'ilmunw wa tahsabu nahu haiyinanw wa huwa 'indl laahi 'azim
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
when you take it up with your tongues, uttering with your mouths something of which you have no knowledge, and deeming it a light matter whereas in the sight of God it is an awful thing!
وَلَوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُم مَّا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّتَكَلَّمَ بِهَٰذَا سُبْحَٰنَكَ هَٰذَا بُهْتَٰنٌ عَظِيمٌۭ
Wa lau laaa iz sami'tu muhu qultum maa yakunu lanaaa an natakallama bihaazaa Subhaanaka haaza buhtaanun 'azim
Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar".
And [once again]: Why do you not say, whenever you hear such [a rumour], “It does not behove us to speak of this, O Thou who art limitless in Thy glory: this is an awesome calumny”?
يَعِظُكُمُ ٱللَّهُ أَن تَعُودُوا۟ لِمِثْلِهِۦٓ أَبَدًا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Ya'izukumul laahu an ta'udu limislihie abadan in kuntum mu'minin
Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.
God admonishes you [hereby] lest you ever revert to the like of this [sin], if you are [truly] believers;
وَيُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Wa yubaiyinul laahu lakumul Aaiaat; wallaahu 'Alimun Hakim
dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
for God makes [His] messages clear unto you - and God is all-knowing, Wise!
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Innal lazina yuhibbuna an tasyi'al faahisyatu fil lazina aamanu lahum 'azaabun alimun fid dunyaa wal Aakhirah; wallaahu ya'lamu wa antum laa ta'lamun
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.
Verily, as for those who like [to hear] foul slander spread against [any of] those who have attained to faith grievous suffering awaits them in this world and in the life to come: for God knows [the full truth], whereas you know [it] not.
وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ وَأَنَّ ٱللَّهَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ
Wa lau laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhu wa annal laaha Ra'ufur Rahim
Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).
And were it not for God’s favour upon you and His grace, and that God is compassionate, a dispenser of grace...!
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًۭا وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ
Yaaa aiyuhal lazina aamanu laa tattabi'u khutuwaatisy Syaitaan; wa many-yattabi' khutuwaatisy Syaitaani fa innahu yaamuru bilfahsyaaa'i walmunkar; wa lau laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhu maa zakaa minkum min ahadin abadanw wa laakinnal laaha yuzakki many-yasyaaa'; wallaahu Sami'un 'Alim
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
O You who have attained to faith! Follow not Satan’s footsteps: for he who follows Satan’s footsteps [will find that], behold, he enjoins but deeds of abomination and all that runs counter to reason. And were it not for God’s favour upon you and His grace, not one of you would ever have remained pure. For [thus it is:] God who causes whomever He wills to grow in purity: for God is all-hearing, all-knowing.
وَلَا يَأْتَلِ أُو۟لُوا۟ ٱلْفَضْلِ مِنكُمْ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤْتُوٓا۟ أُو۟لِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ
Wa laa yaatali ulul fadli minkum wassa'ati ai yu'tuo ulil qurbaa walmasaakina walmuhaajirina fi sabilillaahi walya'fu walyasfahu; alaa tuhibbuna ai yaghfiral laahu lakum; wal laahu Ghafurur Rahim
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
Hence, [even if they have been wronged by slander,] let not those of you who have been graced with God’s favour and ease of life ever become remiss in helping [the erring ones among] their near of kin, and the needy, and those who have forsaken the domain of evil for the sake of God, but let them pardon and forbear. [For,] do you not desire that God should forgive you your sins, seeing that God is much-forgiving, a dispenser of grace?
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَرْمُونَ ٱلْمُحْصَنَٰتِ ٱلْغَٰفِلَٰتِ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ لُعِنُوا۟ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ
Innal lazina yarmunal muhsanaatil ghaafilaatil mu'minaati lu'inu fid dunyaa wal Aakhirati wa lahum 'azaabun 'azim
Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,
[But,] verily, those who [falsely, and without repentance,] accuse chaste women who may have been unthinkingly careless but have remained true to their faith, shall be rejected [from God’s grace] in this world as well as in the life to come: and awesome suffering awaits them
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Yauma tasyhhadu 'alaihim alsinatuhum wa aidihim wa arjuluhum bimaa kaanu ya'malun
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
on the Day when their own tongues and hands and feet will bear witness against them by [recalling] all that they did!
يَوْمَئِذٍۢ يُوَفِّيهِمُ ٱللَّهُ دِينَهُمُ ٱلْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ ٱلْمُبِينُ
Yauma'iziny yuwaf fihimul laahu dinahumul haqqa wa ya'lamuna annal laaha Huwal Haqqul Mubin
Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).
On that day God will pay them in full their just due, and they will come to know that God alone is the Ultimate Truth, manifest, and manifesting [the true nature of all that has ever been done].
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ
Alkhabisaatu lilkha bisina walkhabisuna lilkhabisaati wattaiyibaatu littaiyibina wattaiyibuna littaiyibaat; ulaaa'ika mubar ra'una maimma yaquluna lahum maghfiratunw wa rizqun karim
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
[In the nature of things,] corrupt women are for corrupt men, and corrupt men, for corrupt women - just as good women are for good men, and good men, for good women. [Since God is aware that] these are innocent of all that evil tongues may impute to them, forgiveness of sins shall be theirs, and a most excellent sustenance!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Yaaa aiyuhal lazina aamanu laa tadkhulu buyutan ghaira buyutikum hatta tastaanisu wa tusallimu 'allaa ahlihaa; zaalikum khairul lakum la'allakum tazakkarun
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.
O YOU who have attained to faith! Do not enter houses other than your own unless you have obtained permission and greeted their inmates. This is [enjoined upon you] for your own good, so that you might bear [your mutual rights] in mind.
فَإِن لَّمْ تَجِدُوا۟ فِيهَآ أَحَدًۭا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرْجِعُوا۟ فَٱرْجِعُوا۟ ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌۭ
Fa il lam tajidu fihaaa ahadan falaa tadkhuluhaa hattaa yu'zana lakum wa in qila lakumurji'u farji'u huwa azkaa lakum; wallaahu bimaa ta'maluna 'Alim
Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Hence, [even] if you find no one within [the house], do not enter it until you are given leave; and if you are told, “Turn back,” then turn back. This will be most conducive to your purity; and God has full knowledge of all that you do.
لَّيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍۢ فِيهَا مَتَٰعٌۭ لَّكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ
Laisa 'alaikum junaahun ann tadkhulu buyutan ghaira maskunatin fiha mataa'ul lakum; wallaahu ya'lamu maa tubduna wa maa taktumun
Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.
[On the other hand,] you will incur no sin if you [freely] enter houses not intended for living in but serving a purpose useful to you: but [always remember that] God knows all that you do openly, and all that you would conceal.
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
Qul lilmu' minina yaghuuddu min absaarihim wa yahfazu furujahum; zaalika azkaa lahum; innallaaha khabirum bimaa yasna'un
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
Tell the believing men to lower their gaze and to be mindful of their chastity: this will be most conducive to their purity – [and,] verily, God is aware of all that they do.
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Wa qul lilmu'minaati yaghdudna min absaarihinna wa yahfazna furujahunna wa laa yubdina zinatahunna illaa maa zahara minhaa walyadribna bikhumurihinna 'alaa juyubihinna wa laa yubdina zinatahunna illaa libu'ulatihinna au aabaaa'i hinna au aabaaa'i bu'ulati hinna au abnaaa'ihinaa au abnaaa'i bu'ulatihinnna au ikhwaanihinnna au banie ikhwaanihinna au bani akhauaatihinna au nisaaa'i hinna au maa malakat aimaanuhunna auit taabi'ina ghairi ilil irbati minar rijaali auit tiflillazina lam yazharu 'alaa 'auraatin nisaaa'i wala yadribnna bi arjulihinna min zinatihinn; wa tubuo ilallaahi jammi'an aiyuhal mu'minuna la'allakum tuflihun
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
And tell the believing women to lower their gaze and to be mindful of their chastity, and not to display their charms [in public] beyond what may [decently] be apparent thereof; hence, let them draw their head-coverings over their bosoms. And let them not display [more of] their charms to any but their husbands, or their fathers, or their husbands’ fathers, or their sons, or their husbands’ Sons, or their brothers, or their brothers’ sons, or their sisters’ sons, or their womenfolk, or those whom they rightfully possess, or such male attendants as are beyond all sexual desire, or children that are as yet unaware of women’s nakedness; and let them not swing their legs [in walking] so as to draw attention to their hidden charms And [always], O you believers - all of you - turn unto God in repentance, so that you might attain to a happy state!
وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ
Wa ankihul aiaamaa minkum was saalihina min 'ibaadikum wa imaa'kum; iny-yakunu fuqaraaa'a yughni himul laahu min fadlih; wal laahu Waasi'un 'Alim
Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
AND [you ought to] marry the single from among you as well as such of your male and female slaves as are fit [for marriage]. If they [whom you intend to marry] are poor, [let this not deter you;] God will grant them sufficiency out of His bounty - for God is infinite [in His mercy], all-knowing.
وَلْيَسْتَعْفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱلَّذِينَ يَبْتَغُونَ ٱلْكِتَٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًۭا ۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ ءَاتَىٰكُمْ ۚ وَلَا تُكْرِهُوا۟ فَتَيَٰتِكُمْ عَلَى ٱلْبِغَآءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًۭا لِّتَبْتَغُوا۟ عَرَضَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَمَن يُكْرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعْدِ إِكْرَٰهِهِنَّ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Wal yasta'fifil lazina laa yajiduna nikaahan hata yughniyahumul laahu mi fadlih; wallazina yabtaghunal kitaaba mimmaa malakat aimaanukum fakaatibuhum in 'alimtum fihim khairanw wa aatuhum mimmaalil laahil lazie aataakum; wa laa tukrihu fataiaatikum 'alal bighaaa'i in aradna tahassunal litabtaghu 'aradal haiaatid dunyaa; wa mai yukrihhunna fa innal laaha mim ba'di ikraahihinna Ghafur Rahim
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.
And as for those who are unable to marry, let them live in continence until God grants them sufficiency out of His bounty, And if any of those whom you rightfully possess desire [to obtain] a deed of freedom, write it out for them if you are aware of any good in them: and give them [their share of the wealth of God which He has given you. And do not, in order to gain some of the fleeting pleasures of this worldly life, coerce your [slave] maidens into whoredom if they happen to be desirous of marriage; and if anyone should coerce them, then, verily, after they have been compelled [to submit in their helplessness], God will be much-forgiving, a dispenser of grace!
وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ ءَايَٰتٍۢ مُّبَيِّنَٰتٍۢ وَمَثَلًۭا مِّنَ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةًۭ لِّلْمُتَّقِينَ
Wa laqad anzalnaaa ilaikum Aaiaatim mubaiyinaatinw wa masalam minnal lazina khalau min qablikum wa mau'izatal lilmuttaqin
Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
AND, INDEED, from on high have We bestowed upon you messages clearly showing the truth, and [many] a lesson from [the stories of] those who have passed away before you, and [many] an admonition to the God-conscious.
۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍۢ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌۭ دُرِّىٌّۭ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍۢ مُّبَٰرَكَةٍۢ زَيْتُونَةٍۢ لَّا شَرْقِيَّةٍۢ وَلَا غَرْبِيَّةٍۢ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۭ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍۢ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ
Allaahu nurus samaauaati wal ard; masalu nurihi kamisykaatin fihaa misbaah; almisbaahu fi zujaajatin azzujaajatu ka annahaa kaukabun durriyyuny yuqadu min syajaratim mubaarakatin zaitunatil laa syariqiyyatinw wa laa gharbiyyatiny yakaadu zaituhaa yudie'u wa lau alm tamsasyu naar; nurun 'alaa nur; yahdil laahu linurihi mai yasyaaa'; wa yadribul laahul amsaala linnaas; wallaahu bikulli syai'in Alim
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
God is the Light of the heavens and the earth. The parable of His light is, as it were, that of a niche containing a lamp; the lamp is [enclosed] in glass, the glass [shining] like a radiant star: [a lamp] lit from a blessed tree - an olive-tree that is neither of the east nor of the west the oil whereof [is so bright that it] would well-nigh give light [of itself] even though fire had not touched it: light upon light! God guides unto His light him that wills [to be guided]; and [to this end] God propounds parables unto men, since God [alone] has full knowledge of all things.
فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ
Fi buyutin azinal laahu an turfa'a wa yuzkara fihasmuhu yusabbihu lahu fihaa bilghuduwwi wal aasaal
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,
IN THE HOUSES [of worship] which God has allowed to be raised so that His name be remembered in them, there [are such as] extol His limitless glory at morn and evening –
رِجَالٌۭ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌۭ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًۭا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَٰرُ
Rinjaalul laa tulhihim tijaaratunw wa laa bai'un 'an zikril laahi wa iqaamis Salaati wa itaaa'iz Zakaati yakkhaafuna Yauman tataqallabu fihil qulubu wal absaar
laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
people whom neither [worldly] commerce nor striving after gain can divert from the remembrance of God, and from constancy in prayer, and from charity: [people] who are filled with fear [at the thought] of the Day On which all hearts and eyes will be convulsed,
لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍۢ
Liyajziyahumul laahu ahsana maa 'amilu wa yazidahum min fadlih; wal laahu yarzuqu mai yasyaaa'u bighairi hisaab
(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
[and who only hope] that God may reward them in accordance with the best that they ever did, and give them, out of His bounty, more [than they deserve]: for, God grants sustenance unto whom He wills, beyond all reckoning.
وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَعْمَٰلُهُمْ كَسَرَابٍۭ بِقِيعَةٍۢ يَحْسَبُهُ ٱلظَّمْـَٔانُ مَآءً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَهُۥ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًۭٔا وَوَجَدَ ٱللَّهَ عِندَهُۥ فَوَفَّىٰهُ حِسَابَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ
Wallazina kafaruo a'maaluhum kasaraabim biqi'atiny yahsabuhuz zamaanu maaa'an hattaaa izaa jaaa'ahu lam yajid hu syai'anw wa wajadal laaha 'indahu fa waffaahu hisaabah; wallaahu sari'ul hisaab
Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.
But as for those who are bent on denying the truth, their [good] deeds are like a mirage in the desert, which the thirsty supposes to be water – until, when he approaches it, he finds that it was nothing: instead, he finds [that] God [has always been present] with him, and [that] He will pay him his account in full - for God is swift in reckoning!
أَوْ كَظُلُمَٰتٍۢ فِى بَحْرٍۢ لُّجِّىٍّۢ يَغْشَىٰهُ مَوْجٌۭ مِّن فَوْقِهِۦ مَوْجٌۭ مِّن فَوْقِهِۦ سَحَابٌۭ ۚ ظُلُمَٰتٌۢ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَآ أَخْرَجَ يَدَهُۥ لَمْ يَكَدْ يَرَىٰهَا ۗ وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ ٱللَّهُ لَهُۥ نُورًۭا فَمَا لَهُۥ مِن نُّورٍ
Au kazulumaatin fi bahril lujjiyyiny yaghsyaahu maujum min fauqihi maujum min fauqihi maujum min fauqihi sahaab; zulumatum ba'duhaa fauqa ba'din izaaa akhraja yadahu lam yakad yaraahaa wa mal lam yaj'alil laahu lahu nura famaa lahu min nur
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.
Or [else, their deeds are] like the depths of darkness upon an abysmal sea, made yet more dark by wave billowing over wave, with [black] clouds above it all: depths of darkness, layer upon layer, [so that] when one holds up his hand, he can hardly see it: for he to whom God gives no light, no light whatever has he!
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَٰٓفَّٰتٍۢ ۖ كُلٌّۭ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُۥ وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ
Alam tara annal laaha yusabbihu lahu man fissamaauaati wal ardi wat tairu saaaffaatim kullun qad 'alima Salaatahu wa tasbihah; wallaahu 'alimum bimaa yaf'alun
Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
ART THOU NOT aware that it is God whose limitless glory all [creatures] that are in the heavens and on earth extol, even the birds as they spread out their wings? Each [of them] knows indeed how to pray unto Him and to glorify Him; and God has full knowledge of all that they do:
وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ
Wa lillaahi mulkus samaauaati wal ardi wa ilal laahil masir
Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).
for, God’s is the dominion over the heavens and the earth, and with God is all journeys’ end.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًۭا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًۭا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍۢ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍۢ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ
Alam tara annal laaha yuzji sahaaban summa yu'allifu bainahu summa yaj'aluhu rukaaman fataral wadqa yakhruju min khilaalihi wa yunazzilu minas samaaa'i min jibaalin fihaa mim barain fa yusibu bihi mai yasyaaa'u wa yasrifuhu 'am mai yasyaaa'u yakkaadu sanaa barqihi yazhabu bil absaar
Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Art thou not aware that it is God who causes the clouds to move onward, then joins them together, then piles them up in masses, until thou can see rain come forth from their midst? And He it is who sends down from the skies, by degrees, mountainous masses [of clouds] charged with hail, striking therewith whomever He wills and averting it from whomever He wills, [the while] the flash of His lightning well-nigh deprives [men of their] sight!
يُقَلِّبُ ٱللَّهُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَعِبْرَةًۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَبْصَٰرِ
Yuqallibul laahul laila wannahaar; inna fi zaalika la'ibratal li ulil absaar
Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.
It is God who causes night and day to alternate: in this [too], behold, there is surely a lesson for all who have eyes to see!
وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٍۢ مِّن مَّآءٍۢ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ بَطْنِهِۦ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰٓ أَرْبَعٍۢ ۚ يَخْلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ
Wallaahu khalaqa kulla daaabbatim mim maaa'in faminhum mai yamsyi 'alaa batnihi wa minhum mai yamsyi 'alaa rijlaine wa minhum mai yamsyi 'alaaa arba'; yakhluqul laahu maa yasyaaa'; innal laaha 'alaa kulli syai'in Qadir
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
And it is God who has created all animals out of water; and [He has willed that] among them are such as crawl on their bellies, and such as walk on two legs, and such as walk on four. God creates what He will: for, verily, God has the power to will anything.
لَّقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَٰتٍۢ مُّبَيِّنَٰتٍۢ ۚ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ
Laqad anzalnaaa Aaiaatim mubaiyinaat; wallaahu yahdi mai yasyaaa'u ilaa Siraatim Mustaqim
Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
INDEED, from on high have We bestowed messages clearly showing the truth; but God guides onto a straight way [only] him that wills [to be guided].
وَيَقُولُونَ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌۭ مِّنْهُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَآ أُو۟لَٰٓئِكَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ
Wa yaquluna aamannaa billaahi wa bir Rasuli wa ata'naa summa yatauallaa fariqum minhum mim ba'di zaalik; wa maaa ulaaa'ika bilmu'minin
Dan mereka berkata: "Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami mentaati (keduanya)". Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.
For, [many are] they [who] say, “We believe in God and in the Apostle, and we pay heed!” - but then, some of them turn away after this [assertion]: and these are by no means [true] believers.
وَإِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌۭ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَ
Wa izaa du'uo ilal laahi wa Rasulihi li yahkuma bainahum izaa fariqum minhum mu'ridun
Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.
And [so it is that] whenever they are summoned unto God and His Apostle in order that [the divine writ] might judge between them, lo! some of them turn away;
وَإِن يَكُن لَّهُمُ ٱلْحَقُّ يَأْتُوٓا۟ إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ
Wa iny-yakul lahumul haqqu yaatuo ilaihi muz'inin
Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh.
but if the truth happens to be to their liking, they are quite willing to accept it!
أَفِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَمِ ٱرْتَابُوٓا۟ أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُۥ ۚ بَلْ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Afi qulubihim ma radun amirtaabuo am yakhaafuna ani yahifallaahu 'alaihim wa Rasuluh; bal ulaaa'ika humuz zaalimun
Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Is there disease in their hearts? Or have they begun to doubt [that this is a divine writ]? Or do they fear that God and His Apostle might deal unjustly with them? Nay, it is [but] they, they who are doing wrong [to themselves]!
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Innamaa kaana qaulal mu'minina izaa du'uo ilal laahi wa Rasulihi li yahkuma bainahum ai yaqulu sami'naa wa ata'naa; wa ulaaa'ika humul muflihun
Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
The only response of believers, whenever they are summoned unto God and His Apostle in order that [the divine writ] might judge between them, can be no other than, “We have heard, and we pay heed!”- and it is they, they who shall attain to a happy state:
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَخْشَ ٱللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
Wa mai yuti'il laaha wa Rasulahu wa yakhsyal laaha wa yattaqhi fa ulaaa'ika humul faaa'izun
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.
for, they who pay heed unto God and His Apostle, and stand in awe of God and are conscious of Him, it is they, they who shall triumph [in the end]!
۞ وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَٰنِهِمْ لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّ ۖ قُل لَّا تُقْسِمُوا۟ ۖ طَاعَةٌۭ مَّعْرُوفَةٌ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Wa aqsamu billaahi jahda aimaanihim la'in amartahum la yakhrujunna qul laa tuqsimu taa'atum ma'rufah innal laaha khabirum bimaa ta'malun
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: "Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Now [as for those half-hearted ones,] they do swear by God with their most solemn oaths that if thou [O Apostle] shouldst ever bid them to do so, they would most certainly go forth [and sacrifice themselves]. Say: “Swear not! Reasonable compliance [with God’s message is all that is required of you]. Verily, God is aware of all that you do!”
قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا۟ ۚ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ
Qul ati'ul laaha wa ati'ur Rasula fa in tauallau fa innamaa 'alaihi maa hummila wa 'alaikum maa hummiltum wa in tuti'uhu tahtadu; wa maa'alar Rasuli illal balaaghul mubin
Katakanlah: "Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang".
Say: “Pay heed unto God, and pay heed unto the Apostle.” And if you turn away [from the Apostle, know that] he will have to answer only for whatever he has been charged with, and you, for what you have been charged with; but if you pay heed unto him, you will be on the right way. Withal, the Apostle is not bound to do more than clearly deliver the message [entrusted to him].
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًۭا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًۭٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Wa'adal laahul lazina aamanu minkum wa 'amilus saalihaati la yastakhlifan nahum fil ardi kamastakh lafal lazina min qablihim wa la yumakkinanna lahum dinahumul lazir tadaa lahum wa la yubaddilannahum mim ba'di khaufihim amnaa; ya'budunani laaiusyrikuna bi syai'aa; wa man kafara ba'da zaalika fa ulaaa'ika humul faasiqun
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
God has promised those of you who have attained to faith and do righteous deeds that, of a certainty, He will cause them to accede to power on earth, even as He caused [some of] those who lived before them to accede to it; and that, of a certainty, He will firmly establish for them the religion which He has been pleased to bestow on them; and that, of a certainty, He will cause their erstwhile state of fear to be replaced by a sense of security [seeing that] they worship Me [alone], not ascribing divine powers to aught beside Me. But all who, after [having understood] this, choose to deny the truth - it is they, they who are truly iniquitous!
وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Wa aqimus Salaata wa aatuz Zakaata wa ati'ur Rasula la'allakum turhamun
Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.
Hence, [O believers,] be constant in prayer, and render the purifying dues, and pay heed unto the Apostle, so that you might be graced with God’s mercy.
لَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۖ وَلَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
Laa tahsabannal lazina kafaru mu'jizina fil ard; wa maauaahumun Naaru wa labi'sal masir
Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tempat kembali itu.
[And] think not that those who are bent on denying the truth can elude [their final reckoning even if they remain unscathed] on earth: the fire is their goal [in the life to come] - and vile indeed is such a journey’s end!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ ٱلَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا۟ ٱلْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَٰثَ مَرَّٰتٍۢ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَوٰةِ ٱلْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ ٱلظَّهِيرَةِ وَمِنۢ بَعْدِ صَلَوٰةِ ٱلْعِشَآءِ ۚ ثَلَٰثُ عَوْرَٰتٍۢ لَّكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌۢ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّٰفُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Yaaa aiyuhal lazina aamanu li yastaazinkumul lazina malakat aimaanukum wallazina lam yablughul huluma minkum salaasa marraat; min qabli Salaatil Fajri wa hina tada'una siyaa bakum minaz zahirati wa mim ba'di Salaatil Isyaaa'; salaasu 'auraatil lakum; laisa 'alaikum wa laa 'alaihim junaahum ba'dahunn; tauwaafuna 'alaikum ba'dukum 'alaa ba'd; kazaalika yubaiyinul laahu lakumul aaiaat wallaahu 'Alimun Hakim
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
O YOU who have attained to faith! At three times [of day], let [even] those whom you rightfully possess, as well as those from among you who have not yet attained to puberty, ask leave of you [before intruding upon your privacy]: before the prayer of daybreak, and whenever you lay aside your garments in the middle of the day, and after the prayer of nightfall: the three occasions on which your nakedness is likely to be bared. Beyond these [occasions], neither you nor they will incur any sin if they move [freely] about you, attending to [the needs of] one another. In this way God makes clear unto you His messages: for God is all-knowing, wise!
وَإِذَا بَلَغَ ٱلْأَطْفَٰلُ مِنكُمُ ٱلْحُلُمَ فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟ كَمَا ٱسْتَـْٔذَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Wa izaa balaghal atfaalu minkumul huluma fal yastaazinu kamas taazanal lazina min qablihim; kazaalika yubaiyinul laahu lakum Aaiaatih; wallaahu 'Alimun Hakim
Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Yet when the children among you attain to puberty, let them ask leave of you [at all times], even as those [who have reached maturity] before them have been enjoined to ask it. In this way God makes clear unto you His messages: for God is all-knowing, wise!
وَٱلْقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِى لَا يَرْجُونَ نِكَاحًۭا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَٰتٍۭ بِزِينَةٍۢ ۖ وَأَن يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌۭ لَّهُنَّ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ
Walqauaa'idu minan nisaaa'il laati laa yarjuna nikaahan falisa 'alaihinna junaahun ai yada'na siyaabahunna ghaira mutabar rijaatim bizinah; wa ai yasta'fifna khairul lahunn; wallaahu Sami'un 'Alim
Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.
AND [know that] women advanced in years, who no longer feel any sexual desire, incur no sin if they discard their [outer] garments, provided they do not aim at a showy display of [their] charms. But [even so,] it is better for them to abstain [from this]: and God is all-hearing, all-knowing.
لَّيْسَ عَلَى ٱلْأَعْمَىٰ حَرَجٌۭ وَلَا عَلَى ٱلْأَعْرَجِ حَرَجٌۭ وَلَا عَلَى ٱلْمَرِيضِ حَرَجٌۭ وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُوا۟ مِنۢ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَٰنِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَٰمِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَٰلِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَٰلَٰتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُم مَّفَاتِحَهُۥٓ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَأْكُلُوا۟ جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًۭا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًۭا فَسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةًۭ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُبَٰرَكَةًۭ طَيِّبَةًۭ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Laisa 'alal a'maa barajunw wa laa 'alal a'raji barajunw wa laa 'alal maridi barajun wa laa 'alaa anfusikum an taakulu mim buyutikum au buyuti aabaaa'ikum au buyuti ummahaatikum au buyuti ikhwaanikum au buyuti akhauaatikum au buyuti a'maamikum au buyuti 'ammaatikum au buyuti akhwaalikum au buyuti khaalaatikum au maa malaktum mafaatihahuo au sadiqikum; laisa 'alaikum junaahun an taakulu jami'an au asytaata; fa izaa dakhaltum buyutan fasallimu 'alaaa anfusikum tahiyyatam min 'indil laahi mubaarakatan taiyibah; kazaalika yubai yinul laahu lakumul Aaiaati la'allakum ta'qilun
Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya atau dirumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.
[ALL OF YOU, O believers, are brethren: hence.] no blame attaches to the blind, nor does blame attach to the lame, nor does blame attach to the sick [for accepting charity from the hale], and neither to yourselves for eating [whatever is offered to you by others, whether it be food obtained] from your [children’s] houses, or your fathers’ houses, or your mothers’ houses, or your brothers’ houses, or your sisters’ houses, or your paternal uncles’ houses, or your paternal aunts’ houses, or your maternal uncles’ houses, or your maternal aunts’ houses, or [houses] the keys whereof are in your charge! or [the house] of any of your friends; nor will you incur any sin by eating in company or separately. But whenever you enter [any of these] houses, greet one another with a blessed, goodly greeting, as enjoined by God. In this way God makes clear unto you His messages, so that you might [learn to] use your reason.
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَإِذَا كَانُوا۟ مَعَهُۥ عَلَىٰٓ أَمْرٍۢ جَامِعٍۢ لَّمْ يَذْهَبُوا۟ حَتَّىٰ يَسْتَـْٔذِنُوهُ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَـْٔذِنُونَكَ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ فَإِذَا ٱسْتَـْٔذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَن لِّمَن شِئْتَ مِنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمُ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Innamal mu'minunal lazina aamanu billaahi wa Rasulihi wa izaa kaanu ma'ahu 'alaaa amrin jaami'il lam yazhabu hataa yastaazinuh; innal lazina yastaa zinukana ulaaa'ikal lazina yu'minuna billaahi wa Rasulih; fa izas taazanuka liba'di syaanihim faazal liman syi'ta minhum wastaghfir lahumul laah; innal laaha Gahfur Rahim
Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[TRUE BELIEVERS are only they who have attained to faith in God and His Apostle, and who, whenever they are [engaged] with him upon a matter of concern to the whole community do not depart [from whatever has been decided upon] unless they have sought [and obtained] his leave. Verily, those who [do not abstain from the agreed upon action unless they] ask leave of thee - it is [only] they who [truly] believe in God and His Apostle! Hence, when they ask leave of thee for some [valid] reason of their own, grant thou this leave to whomsoever of them thou choose [to grant it], and ask God to forgive them: for, behold, God is much-forgiving, a dispenser of grace!
لَّا تَجْعَلُوا۟ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًۭا ۚ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًۭا ۚ فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
La taj'alu du'aaa'ar Rasuli bainakum kadu'aaa'i badikum ba'daa; qad ya'lamul laahul lazina yatasallaluna minkum liwaazaa; fal yahzaril lazina yukhaalifuna 'an amrihie an tusibahum fitnatun au yusibahum 'azaabun alim
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
DO NOT regard the Apostles summons to you [in the same light] as a summons of one of you to another: God is indeed aware of those of you who would withdraw surreptitiously: so let those who would go against His bidding beware, lest a [bitter] trial befall them [in this world] or grievous suffering befall them [in the life to come].
أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قَدْ يَعْلَمُ مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ وَيَوْمَ يُرْجَعُونَ إِلَيْهِ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ
Alaaa inna lillaahi maa fis samaauaati wal ardi qad ya'lamu maaa antum 'alaihi wa Yauma yurja'una ilaihi fa yunaabi 'uhum bimaa 'amilu; wallaahu bikulli syai'in 'Alim
Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hati (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu.
Oh, verily, unto God belongs all that is in the heavens and on earth: well does He know where you stand and at what you aim! And one Day, all [who have ever lived] will be brought back unto Him, and then He will make them [truly] understand all that they were doing [in life]: for, God has full knowledge of everything.