Az-Zukhruf
سُورَةُ الزُّخۡرُفِ
Perhiasan • Makkiyah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ حمٓ
Haa-Miem
Haa Miim.
Ha. Mim.
وَٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُبِينِ
Wal Kitaabil Mubin
Demi Kitab (Al Quran) yang menerangkan.
CONSIDER this divine writ, clear in itself and clearly showing the truth:
إِنَّا جَعَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّۭا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Innaa ja'alnaahu Quraanan 'Arabiyyal la'allakum ta'qilun
Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).
behold, We have caused it to be a discourse in the Arabic tongue, so that you might encompass it with your reason.
وَإِنَّهُۥ فِىٓ أُمِّ ٱلْكِتَٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِىٌّ حَكِيمٌ
Wa innahu fie Ummil Kitaabi Ladainaa la'aliyyun hakim
Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.
And, verily, [originating as it does] in the source, with Us, of all revelation, it is indeed sublime, full of wisdom.
أَفَنَضْرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكْرَ صَفْحًا أَن كُنتُمْ قَوْمًۭا مُّسْرِفِينَ
Afanadribu 'ankumuz Zikra safhan an kuntum qaumam musrifin
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al Quran kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?
[O YOU who deny the truth!] Should We, perchance, withdraw this reminder from you altogether, seeing that you are people bent on wasting your own selves?
وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِن نَّبِىٍّۢ فِى ٱلْأَوَّلِينَ
Wa kam arsalnaa min Nabiyyin fil auwalin
Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
And how many a prophet did We send to people of olden times!
وَمَا يَأْتِيهِم مِّن نَّبِىٍّ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
Wa maa yaatihim min Nabiyyin illaa kaanu bihi yasahzi'un
Dan tiada seorang nabipun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
But never yet came a prophet to them without their deriding him –
فَأَهْلَكْنَآ أَشَدَّ مِنْهُم بَطْشًۭا وَمَضَىٰ مَثَلُ ٱلْأَوَّلِينَ
Fa ahlaknaaa asyadda minhum batsyanw wa madaa masalul lauwalin
Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al Quran) perumpamaan umat-umat masa dahulu.
and so, [in the end,] We destroyed them [even though they were] of greater might than these: and the [very] image of those people of old became a thing of the past.
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ ٱلْعَزِيزُ ٱلْعَلِيمُ
Wa la'in sa altahum man khalaqas samaauaati wal arda la yaqulunna khalaqa hunnal 'Azizul 'Alim
Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".
Yet thus it is [with most people]: if thou ask them, “Who is it that has created the heavens and the earth?” - they will surely answer, “The Almighty, the All-Knowing has created them.”
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ مَهْدًۭا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًۭا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Allazi ja'ala lakumul arda mahdanw wa ja'ala lakum fihaa subulal la'allakum tahtadun
Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.
He it is who has made the earth a cradle for you, and has provided for you ways [of livelihood] thereon, so that you might follow the right path.
وَٱلَّذِى نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍۢ فَأَنشَرْنَا بِهِۦ بَلْدَةًۭ مَّيْتًۭا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ
Wallazi nazzala minas samaaa'i maaa'am biqadarin fa ansyamaa bihi baldatam maitaa' kazaalika tukhrajun
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).
And He it is who sends down, again and again, waters from the sky in due measure: and [as] We raise therewith dead land to life, even thus will you be brought forth [from the dead].
وَٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْفُلْكِ وَٱلْأَنْعَٰمِ مَا تَرْكَبُونَ
Wallazi khalaqal azwaaja kullahaa wa ja'ala lakum minal fulki wal-an'aami maa tarkabun
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
And He it is who has created all opposites. And He [it is who] has provided for you all those ships and animals whereon you ride,
لِتَسْتَوُۥا۟ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا ٱسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا۟ سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ
Litastauu 'alaa zuhurihi summa tazkuru ni'mata Rabbikum izastauaitum 'alaihi wa taqulu Subhaanal lazi sakhkhara lana haaza wa maa kunnaa lahu muqrinin
Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
in order that you might gain mastery over them, and that, whenever you have mastered them, you might remember your Sustainer’s blessings and say: “Limitless in His glory is He who has made [all] this subservient to our use - since [but for Him,] we would not have been able to attain to it.
وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Wa innaaa ilaa Rabbinaa lamunqalibun
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami".
Hence, verily, it is unto Him that we must always turn.”
وَجَعَلُوا۟ لَهُۥ مِنْ عِبَادِهِۦ جُزْءًا ۚ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَكَفُورٌۭ مُّبِينٌ
Wa ja'alu lahu min 'ibaadihi juz'aa; innal insaana lakafurum mubin
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
AND YET, they attribute to Him offspring from among some of the beings created by Him! Verily, most obviously bereft of all gratitude is man!
أَمِ ٱتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنَاتٍۢ وَأَصْفَىٰكُم بِٱلْبَنِينَ
Amit takhaza mimmaa yakhluqu banaatinw wa asfaakum bilbanin
Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki.
Or [do you think], perchance, that out of all His creation He has chosen for Himself daughters, and favoured you with sons?
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَٰنِ مَثَلًۭا ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّۭا وَهُوَ كَظِيمٌ
Wa izaa busysyira ahaduhum bimaa daraba lir Rahmaani masalan zalla wajhuhu muswaddanw wa hua kazim
Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih.
For [thus it is:] if any of them is given the glad tiding of [the birth of] what he so readily attributes to the Most Gracious, his face darkens, and he is filled with suppressed anger:
أَوَمَن يُنَشَّؤُا۟ فِى ٱلْحِلْيَةِ وَهُوَ فِى ٱلْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍۢ
Aua mai yunasysya'u fil hilyati wa huwa fil khisaami ghairu mubin
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.
“What! [Am I to have a daughter -] one who is to be reared [only] for the sake of ornament?” and thereupon he finds himself torn by a vague inner conflict.
وَجَعَلُوا۟ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمْ عِبَٰدُ ٱلرَّحْمَٰنِ إِنَٰثًا ۚ أَشَهِدُوا۟ خَلْقَهُمْ ۚ سَتُكْتَبُ شَهَٰدَتُهُمْ وَيُسْـَٔلُونَ
Wa ja'alul malaaa'ikatal lazina hum 'ibaadur Rahmaani inaasaa; a syahidu khalaqhum; satuktabu syahaa datuhum wa yus'alun
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.
And [yet] they claim that the angels - who in themselves are but beings created by the Most Gracious - are females: [but] did they witness their creation? This false claim of theirs will be recorded, and they will be called to account [for it on Judgment Day]!
وَقَالُوا۟ لَوْ شَآءَ ٱلرَّحْمَٰنُ مَا عَبَدْنَٰهُم ۗ مَّا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Wa qaalu lau syaaa'ar Rahmaanu maa 'abadnaahum; maa lahum bizaalika min 'ilmin in hum illaa yakhrusun
Dan mereka berkata: "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)". Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka.
Yet they say, “Had [not] the Most Gracious so willed, we would never have worshipped them!” [But] they cannot have any knowledge of [His having willed] such a thing: they do nothing but guess.
أَمْ ءَاتَيْنَٰهُمْ كِتَٰبًۭا مِّن قَبْلِهِۦ فَهُم بِهِۦ مُسْتَمْسِكُونَ
Am aatainaahum Kitaabam min qablihi fahum bihi mustamsikun
Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum Al Quran, lalu mereka berpegang dengan kitab itu?
Or have We, perchance, vouchsafed them, before this one, a revelation [to the contrary,] to which they are still holding fast?
بَلْ قَالُوٓا۟ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍۢ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّهْتَدُونَ
Bal qaaluo innaa wajadnaaa aabaaa'anaa 'alaaa ummatinw wa innaa 'alaaa aasaarihim muhtadun
Bahkan mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka".
Nay, but they say, “Behold, We found our forefathers agreed on what to believe - and, verily, it is in their footsteps that we find our guidance!”
وَكَذَٰلِكَ مَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى قَرْيَةٍۢ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍۢ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّقْتَدُونَ
Wa kazaalika maaa arsalnaa min qablika fi qaryatim min nazirin illaa qaala mutrafuhaaa innaa wajadnaaa aabaaa'anaa 'alaaa ummatinw wa innaa 'alaaa aasaarihim muqtadun
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".
And thus it is: whenever We sent, before thy time, a warner to any community, those of its people who had lost themselves entirely in the pursuit of pleasures would always say, “Behold, we found our forefathers agreed on what to believe - and, verily, it is but in their footsteps that we follow!”
۞ قَٰلَ أَوَلَوْ جِئْتُكُم بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدتُّمْ عَلَيْهِ ءَابَآءَكُمْ ۖ قَالُوٓا۟ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ
Qaala aua lau ji'tukum bi ahdaa mimmaa wajattum 'alaihi aabaaa'akum qaaluo innaa bimaaa ursiltum bihi kaafirun
(Rasul itu) berkata: "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya".
[Whereupon each prophet] would say, “Why, even though I bring you guidance better than that which you found your forefathers believing in?” - [to which] the others would reply, “Behold, we deny that there is any truth in [what you claim to be] your messages!”
فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ
Fantaqamnaa minhum fanzur kaifa kaana 'aaqibatul mukazzibin
Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.
And so We inflicted Our retribution on them: and behold what happened in the end to those who gave the lie to the truth!
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌۭ مِّمَّا تَعْبُدُونَ
Wa iz qaala Ibraahimu liabihi wa qaumihie innane baraaa'um mimmaa ta'budo
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,
AND WHEN Abraham spoke to his father and his people, [he had this very truth in mind:] “Verily, far be it from me to worship what you worship!
إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ
Illal lazi fatarani innahu sa yahdin
tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku".
None [do I worship] but Him who has brought me into being: and, behold, it is He who will guide me!”
وَجَعَلَهَا كَلِمَةًۢ بَاقِيَةًۭ فِى عَقِبِهِۦ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Wa ja'alahaa Kalimatam baaqiyatan fi 'aqibihi la'al lahum yarji'un
Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.
And he uttered this as a word destined to endure among those who would come after him, so that they might [always] return [to it].
بَلْ مَتَّعْتُ هَٰٓؤُلَآءِ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ وَرَسُولٌۭ مُّبِينٌۭ
Bal matta'tu haaa'ulaaa'i wa aabaaa'ahum hattaa jaaa'a humul haqqu wa Rasulum mubin
Tetapi Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan bapak-bapak mereka sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (Al Quran) dan seorang rasul yang memberi penjelasan.
Now [as for those who did come after him,] I allowed them - as [I had allowed] their forebears - to enjoy their lives freely until the truth should come unto them through an apostle who would make all things clear:
وَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌۭ وَإِنَّا بِهِۦ كَٰفِرُونَ
Wa lammaa jaaa'ahumul haqqu qaalu haazaa sihrunw wa innaa bihi kaafirun
Dan tatkala kebenaran (Al Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya".
but now that the truth has come to them, they say, “All this is mere spellbinding eloquence” - and, behold, we deny that there is any truth in it!”
وَقَالُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانُ عَلَىٰ رَجُلٍۢ مِّنَ ٱلْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ
Wa qaalu lau laa nuzzila haazal Quraanu 'alaa rajulim minal qaryataini 'azim
Dan mereka berkata: "Mengapa Al Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?"
And they say, too, “Why was not this Qur’an bestowed from on high on some great man of the two cities?”
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍۢ دَرَجَٰتٍۢ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًۭا سُخْرِيًّۭا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Ahum yaqsimuna rahmata Rabbik; Nahnu qasamnaa bainahum ma'isyatahum fil haiaatid dunyaa wa rafa'naa ba'dahum fauqa ba'din darajaatil liyattakhiza ba'duhum ba'dan sukhriyyaa; wa rahmatu Rabbika khairum mimmaa yajma'un
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
But is it they who distribute thy Sustainer’s grace? [Nay, as] it is We who distribute their means of livelihood among them in the life of this world, and raise some of them by degrees above others, to the end that they might avail themselves of one another’s help - [so, too, it is We who bestow gifts of the spirit upon whomever We will]: and this thy Sustainer’s grace is better than all [the worldly wealth] that they may amass.
وَلَوْلَآ أَن يَكُونَ ٱلنَّاسُ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِٱلرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًۭا مِّن فِضَّةٍۢ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ
Wa lau laaa any yakunan naasu ummatanw waahidatal laja'alnaa limany yakfuru bir Rahmaani libu yutihim suqufam min fiddatinw wa ma'aarija 'alaihaa yazharun
Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.
And were it not that [with the prospect of boundless riches before them] all people would become one [evil] community, We might indeed have provided for those who [now] deny the Most Gracious roofs of silver for their houses, and [silver] stairways whereon to ascend,
وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَٰبًۭا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِـُٔونَ
Wa libu yutihim abwaabanw wa sururan 'alaihaa yattaki'un
Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya.
and [silver] doors for their houses, and [silver] couches whereon to recline,
وَزُخْرُفًۭا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَٱلْءَاخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ
Wa zukhrufaa; wa in kullu zaalika lammaa mataa'ul haiaatid dunyaa; wal aakhiratu 'inda Rabbika lilmuttaqin
Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
and gold [beyond count]. Yet all this would have been nothing but a [brief] enjoyment of life in this world - whereas [happiness in] the life to come awaits the God-conscious with thy Sustainer.
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ ٱلرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطَٰنًۭا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌۭ
Wa mai ya'syu 'an zikrir Rahmaani nuqaiyid lahu Syaitaanan fahuwa lahu qarin
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
But as for anyone who chooses to remain blind to the remembrance of the Most Gracious, to him We assign an [enduring] evil impulse, to become his other self:
وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ
Wa innahum la yasuddu nahum 'anis sabili wa yahsabuna annahum muhtadun
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
whereupon, behold, these [evil impulses] bar all such from the path [of truth], making them think that they are guided aright!
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَنَا قَالَ يَٰلَيْتَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ بُعْدَ ٱلْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ ٱلْقَرِينُ
Hattaaa izaa jaaa'anaa qaala yaa laita baini wa bainaka bu'dal masyriqaini fabi'sal qarin
Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".
But in the end, when he [who has thus sinned] appears before us [on Judgment Day], he will say [to his other self], “Would that between me and thee there had been the distance of east and west!” for, evil indeed [has proved] that other self!
وَلَن يَنفَعَكُمُ ٱلْيَوْمَ إِذ ظَّلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِى ٱلْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ
Wa lai yanfa'akumul Yauma iz zalamtum annakum fil 'azaabi musytarikun
(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu.
On that Day it will not profit you in the least [to know] that, since you have sinned [together], you are now to share your suffering [as well].
أَفَأَنتَ تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ أَوْ تَهْدِى ٱلْعُمْىَ وَمَن كَانَ فِى ضَلَٰلٍۢ مُّبِينٍۢ
Afa anta tusmi'us summa au tahdil 'umya wa man kaana fi dalaalim mubin
Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
CANST THOU, perchance, [O Muhammad,] make the deaf hear, or show the right way to the blind or to such as are obviously lost in error?
فَإِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنْهُم مُّنتَقِمُونَ
Fa immaa nazhabanna bika fa innaa minhum muntaqimun
Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat).
But whether We do [or do not] take thee away [ere thy message prevails] - verily, We shall inflict Our retribution on them;
أَوْ نُرِيَنَّكَ ٱلَّذِى وَعَدْنَٰهُمْ فَإِنَّا عَلَيْهِم مُّقْتَدِرُونَ
Au nuriyannakal lazi wa'adnaahum fa innaa 'alaihim muqtadirun
Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka.
and whether We show thee [or do not show thee in this world] the fulfillment of what We have promised them - verily, We have full power over them!
فَٱسْتَمْسِكْ بِٱلَّذِىٓ أُوحِىَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ
Fastamsik billazie uhi ya ilaika innaka 'alaa Siraatim Mustaqim
Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.
So hold fast to all that has been revealed to thee: for, behold, thou art on a straight way;
وَإِنَّهُۥ لَذِكْرٌۭ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۖ وَسَوْفَ تُسْـَٔلُونَ
Wa innahu lazikrul laka wa liqaumika wa saufa tus'alun
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.
and, verily, this [revelation] shall indeed become [a source of] eminence for thee and thy people: but in time you all will be called to account [for what you have done with it].
وَسْـَٔلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلْنَا مِن دُونِ ٱلرَّحْمَٰنِ ءَالِهَةًۭ يُعْبَدُونَ
Was'al man arsalnaa min qablika mir Rusulinaaa aja'alnaa min dunir Rahmaani aalihatany yu badun
Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?"
Yet [above all else,] ask any of Our apostles whom We sent forth before thy time whether We have ever allowed that deities other than the Most Gracious be worshipped!
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَقَالَ إِنِّى رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Wa laqad arsalnaa Musaa bi aaiaatinaaa ilaa Fir'auna wa mala'ihi faqaala inni Rasulu Rabbil 'aalamin
Dan sesunguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata: "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam".
THUS, INDEED, have We sent Moses with Our messages unto Pharaoh and his great ones; and he said: “Behold, I am an apostle of the Sustainer of all the worlds!”
فَلَمَّا جَآءَهُم بِـَٔايَٰتِنَآ إِذَا هُم مِّنْهَا يَضْحَكُونَ
Falammma jaaa'ahum bi aaiaatinaaa izaa hum minhaa yadzakun
Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka mentertawakannya.
But as soon as he came before them with Our [miraculous] signs, lo! they derided them,
وَمَا نُرِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ إِلَّا هِىَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَا ۖ وَأَخَذْنَٰهُم بِٱلْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Wa maa nurihim min aaiatin illaa hiya akbaru min ukhtihaa wa akhaznaahum bil'azaabi la'allahum yarji'un
Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).
although each sign that We showed them was weightier than the preceding one: and [each time] We took them to task through suffering, so that they might return [to Us].
وَقَالُوا۟ يَٰٓأَيُّهَ ٱلسَّاحِرُ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ إِنَّنَا لَمُهْتَدُونَ
Wa qaalu yaaa aiyuhas saahirud'u lanaa Rabbaka bimaa 'ahida 'indaka innanaa lamuhtadun
Dan mereka berkata: "Hai ahli sihir, berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.
And [every time] they exclaimed: “O thou sorcerer! Pray for us to thy Sustainer on the strength of the covenant [of prophethood] which He has made with thee: for, verily, we shall now follow the right way!”
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِذَا هُمْ يَنكُثُونَ
Falammaa kasyafnaa 'anhumul 'azaaba izaa hum yankusun
Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya).
But whenever We removed the suffering from them, lo! they would break their word.
وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِى قَوْمِهِۦ قَالَ يَٰقَوْمِ أَلَيْسَ لِى مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ ٱلْأَنْهَٰرُ تَجْرِى مِن تَحْتِىٓ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Wa naadaa Fir'aunu fi qaumihi qaala yaa qaumi alaisa li mulku Misra wa haazihil anhaaru tajri min tahti afalaa tubsirun
Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
And Pharaoh issued a call to his people, saying: “O my people! Does not the dominion over Egypt belong to me, since all these running waters flow at my feet? Can you not, then, see [that I am your lord supreme]?
أَمْ أَنَا۠ خَيْرٌۭ مِّنْ هَٰذَا ٱلَّذِى هُوَ مَهِينٌۭ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ
Am ana khairum min haazal lazi huwa mahinunw wa laa yuakaadu yubin
Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
Am I not better than this contemptible man who can hardly make his meaning clear?
فَلَوْلَآ أُلْقِىَ عَلَيْهِ أَسْوِرَةٌۭ مِّن ذَهَبٍ أَوْ جَآءَ مَعَهُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ مُقْتَرِنِينَ
Falau laa ulqiya 'alaihi aswiratum min zahabin aujaaa'a ma'ahul malaaa'ikatu muqtarinin
Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?"
“And then - why have no golden armlets been bestowed on him? or why have no angels come together with him?”
فَٱسْتَخَفَّ قَوْمَهُۥ فَأَطَاعُوهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًۭا فَٰسِقِينَ
Fastakhaffa qaumahu fa ataa'uh; innahum kaanu qauman faasiqin
Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
Thus he incited his people to levity, and they obeyed him: for, behold, they were people depraved!
فَلَمَّآ ءَاسَفُونَا ٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَٰهُمْ أَجْمَعِينَ
Falammaaa aasafunan taqamnaa minhum fa aghraqnaahum ajma'in
Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
But when they continued to challenge Us, We inflicted Our retribution on them, and drowned them all:
فَجَعَلْنَٰهُمْ سَلَفًۭا وَمَثَلًۭا لِّلْءَاخِرِينَ
Faja'alnaahum salafanw wa masalal lil aakhirin
dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.
and so We made them a thing of the past, and an example to those who would come after them.
۞ وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ
Wa lammaa duribab nu Maryama masalan izaa qaumu ka minhu yasidun
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
NOW WHENEVER [the nature of] the son of Mary is set forth as an example, [O Muhammad,] lo! thy people raise an outcry on this score,
وَقَالُوٓا۟ ءَأَٰلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًۢا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
Wa qaaluo 'a-aalihatunaa khairun am hu; maa darabuhu laka illaa jadalaa; balhum qaumun khasimun
Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
and say, “Which is better - our deities or he?” [But] it is only in the spirit of dispute that they put this comparison before thee: yea, they are contentious folk!
إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَٰهُ مَثَلًۭا لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ
In huwa illaa 'abdun an'amnaa 'alaihi wa ja'alnaahu masalal li Banie Israaa'il
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail
[As for Jesus,] he was nothing but [a human being -] a servant [of Ours] whom We had graced [with prophethood], and whom We made an example for the children of Israel.
وَلَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَا مِنكُم مَّلَٰٓئِكَةًۭ فِى ٱلْأَرْضِ يَخْلُفُونَ
Wa lau nasyaaa'u laja'alnaa minkum malaaa'ikatan fil ardi yakhlufun
Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.
And had We so willed, [O you who worship angels,] We could indeed have made you into angels succeeding one another on earth!
وَإِنَّهُۥ لَعِلْمٌۭ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَٰطٌۭ مُّسْتَقِيمٌۭ
Wa innahu la'ilmul lis Saa'ati fala tamtarunna bihaa wattabi'un; haazaa Siraatum Mustaqim
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
AND, BEHOLD, this [divine writ] is indeed a means to know [that] the Last Hour [is bound to come]; hence, have no doubt whatever about it, but follow Me: this [alone] is a straight way.
وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ
Wa laa yasuddan nakumusy Syaitaanu innahu lakum 'aduwwum mubin
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
And let not Satan bars you [from it] - for, verily, he is your open foe!
وَلَمَّا جَآءَ عِيسَىٰ بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُم بِٱلْحِكْمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُم بَعْضَ ٱلَّذِى تَخْتَلِفُونَ فِيهِ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Wa lammaa jaaa'a 'Isaa bilbaiyinaati qaala qad ji'tukum bil Hikmati wa li-ubaiyina lakum ba'dal lazi takhtalifuna fihi fattaqul laaha wa ati'un
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku".
NOW WHEN Jesus came [to his people] with all evidence of the truth, he said: “I have now come unto you with wisdom, and to make clear Unto you some of that on which you are at variance: hence, be conscious of God, and pay heed unto me.
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَٰطٌۭ مُّسْتَقِيمٌۭ
Innal laaha Huwa Rabbi wa Rabbukum fa'buduh; haaza Siraatum Mustaqim
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.
“Verily, God is my Sustainer as well as your Sustainer; so worship [none but] Him: this [alone] is a straight way!”
فَٱخْتَلَفَ ٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌۭ لِّلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ
Fakhtalafal ahzaabu mim bainihim fauailul lillazina zalamu min 'azaabi Yaumin alim
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).
But factions from among those [who came after Jesus] began to hold divergent views: woe, then, unto those who are bent on evildoing - [woe] for the suffering [that will befall them] on a grievous Day!
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةًۭ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Hal yanzuruna illas Saa'ata an taatiyahum baghtatanw wa hum laa yasy'urun
Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.
ARE THEY [who are lost in sin] but waiting for the Last Hour - [waiting] that it come upon them of a sudden, without their being aware [of its approach]?
ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ
Al akhillaaa'u Yauma'izim ba'duhum liba'din 'aduwwun illal muttaqin
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.
On that Day, [erstwhile] friends will be foes unto one another - [all] save the God-conscious.
يَٰعِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ
Yaa 'ibaadi laa khaufun 'alaikumul Yauma wa laaa antum tahzanun
"Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.
[And God will say:] “O you servants of Mine! No fear need you have today, and neither shall you grieve –
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُوا۟ مُسْلِمِينَ
Allazina aamanu bi Aaiaatinaa wa kaanu muslimin
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.
[O you] who have attained to faith in Our messages and have surrendered your own selves unto Us!
ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ تُحْبَرُونَ
Udkhulul Jannata antum wa azwaajukum tuhbarun
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan".
Enter paradise, you and your spouses, with happiness blest!”
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍۢ مِّن ذَهَبٍۢ وَأَكْوَابٍۢ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ ٱلْأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلْأَعْيُنُ ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Yutaafu 'alaihim bisyaa fim min zahabinw wa akwaab, wa fihaa maatasytahihil anfusu wa talazzul a'yunu wa antum fihaa khaalidun
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya".
[And there] they will be waited upon with trays and goblets of gold; and there will be found all that the souls might desire, and [all that] the eyes might delight in. And therein shall you abide, [O you who believe:]
وَتِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِىٓ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Wa tilkal jannatul latie uristumuhaa bimaa kuntum ta'malun
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.
for such will be the paradise which you shall have inherited by virtue of your past deeds:
لَكُمْ فِيهَا فَٰكِهَةٌۭ كَثِيرَةٌۭ مِّنْهَا تَأْكُلُونَ
Lakum fihaa faakihatun kasiratum minhaa taakulun
Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.
fruits [of those deeds] shall you have in abundance, [and] thereof shall you partake!
إِنَّ ٱلْمُجْرِمِينَ فِى عَذَابِ جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ
Innal mujrimina fi 'azaabi jahannama khaalidun
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam.
[But,] behold, they who are lost in sin shall abide in the suffering of hell:
لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ
Laa yufattaru 'anhum wa hum fihi mublisun
Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa.
it will not be lightened for them; and therein they will be lost in hopeless despair.
وَمَا ظَلَمْنَٰهُمْ وَلَٰكِن كَانُوا۟ هُمُ ٱلظَّٰلِمِينَ
Wa maa zalamnaahum wa laakin kaanu humuz zaalimin
Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
And it is not We who will be doing wrong unto them, but it is they who will have wronged themselves.
وَنَادَوْا۟ يَٰمَٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ
Wa naadau yaa Maaliku liyaqdi 'alainaa Rabbuka qaala innakum maakisson
Mereka berseru: "Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".
And they will cry: “O thou [angel] who rulest [over hell]! Let thy Sustainer put an end to us!” - whereupon] he will reply: “Verily, you must live on [in this state]
لَقَدْ جِئْنَٰكُم بِٱلْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَٰرِهُونَ
Laqad ji'naakum bilhaqqi wa laakinna aksarakum lilhaqqi kaarihun
Sesungguhnya Kami benar-benar telah memhawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
INDEED, [O you sinners,] We have conveyed the truth unto you; but most of you abhor the truth.
أَمْ أَبْرَمُوٓا۟ أَمْرًۭا فَإِنَّا مُبْرِمُونَ
Am abramuo amran fainnaa mubrimun
Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami menetapkan pula.
Why - can they [who deny the truth ever] determine what [the truth] should be?
أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُم ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ
Am yahsabuna annaa laa nasma'u sirrahum wa najwaahum; balaa wa Rusulunaa ladaihim yaktubun
Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.
Or do they, perchance, think that We do not hear their hidden thoughts and their secret confabulations? Yea, indeed, [We do,] and Our heavenly forces are with them, recording [all].
قُلْ إِن كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدٌۭ فَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْعَٰبِدِينَ
Qul in kaana lir Rahmaani walad; fa-ana auwalul 'aabidin
Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
Say [O Prophet]: “If the Most Gracious [truly] had a son, I would be the first to worship him!”
سُبْحَٰنَ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Subhaana Rabbis samaauaati wal ardi Rabbil Arsyi 'ammaa yasifun
Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu.
Utterly remote, in His glory, is the Sustainer of the heavens and the earth - the Sustainer, in almightiness enthroned from all that they may attribute to Him by way of definition!
فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا۟ وَيَلْعَبُوا۟ حَتَّىٰ يُلَٰقُوا۟ يَوْمَهُمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ
Fazarhum yakhudu wa yal'abu hattaa yulaaqu Yaumahumul lazi yu'adun
Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
But leave them to indulge in idle talk and play [with words] until they face that [Judgment] Day of theirs which they have been promised:
وَهُوَ ٱلَّذِى فِى ٱلسَّمَآءِ إِلَٰهٌۭ وَفِى ٱلْأَرْضِ إِلَٰهٌۭ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْعَلِيمُ
Wa Huwal lazi fissamaaa'i Ilaahunw wa fil ardi Ilaah; wa Huwal Hakimul'Alim
Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
for [then they will come to know that] it is He [alone] who is God in heaven and God on earth, and [that] He alone is truly wise, all-knowing.
وَتَبَارَكَ ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَعِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Wa tabaarakal lazi lahu mulkus samaauaati wal ardi wa maa bainahumaa wa 'indahu 'ilmus Saa'ati wa ilaihi turja'un
Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nya-lah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
And hallowed be He unto whom the dominion over the heavens and the earth and all that is between them belongs, and with whom the knowledge of the Last Hour rests, and unto whom you all shall be brought back!
وَلَا يَمْلِكُ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَٰعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Wa laa yamlikul lazina yad'una min dunihisy syafaa'ata illaa man syahida bilhaqqi wa hum ya'lamun
Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya).
And those [beings] whom some invoke beside God have it not in their power to intercede [on Judgment Day] for any but such as have [in their lifetime] borne witness to the truth, and have been aware [that God is one and unique].
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Wa la'in sa altahum man khalaqahum la yaqulun nallaahu fa annaa yu'fakun
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?,
Now if thou ask those [who worship any being other than God] as to who it is that has created them, they are sure to answer, “God.” How perverted, then, are their minds!
وَقِيلِهِۦ يَٰرَبِّ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ قَوْمٌۭ لَّا يُؤْمِنُونَ
Wa qilihi yaa Rabbi inna haa'ulaaa'i qaumul laa yu'minun
dan (Allah mengetabui) ucapan Muhammad: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman".
[But God has full knowledge of the true believer] and of his [despairing] cry: “O my Sustainer! Verily, these are people who will not believe!”
فَٱصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَٰمٌۭ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Fasfah 'anhum wa qul salaam; fasaufa ya'lamun
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: "Salam (selamat tinggal)". Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).
Yet bear thou with them, and say, “Peace [be upon you]!” - for in time they will come to know [the truth].