Al-Hujuraat
سُورَةُ الحُجُرَاتِ
Kamar-Kamar • Madaniyah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُقَدِّمُوا۟ بَيْنَ يَدَىِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ
Yaa aiyuhal lazina aamanu la tuqaddimu baina yada yil laahi wa Rasulihi wattaqul laah; innal laaha sami'un 'Alim
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
O YOU who have attained to faith! Do not put yourselves forward in the presence of [what] God and His Apostle [may have ordained], but remain conscious of God: for, verily, God is all-hearing, all-knowing!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَرْفَعُوٓا۟ أَصْوَٰتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ ٱلنَّبِىِّ وَلَا تَجْهَرُوا۟ لَهُۥ بِٱلْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَٰلُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
Yaa aiyuhal lazina aamanu laa tarfa'uo aswaatakum fauqa sautin Nabiyi wa laa tajharu lahu bilqauli kajahri ba'dikum liba 'din an tahbata a 'maalukum wa antum laa tasy'urun
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.
O you who have attained to faith! Do not raise your voices above the voice of the Prophet, and neither speak loudly to him, as you would speak loudly to one another, lest all your [good] deeds come to nought without your perceiving it.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَٰتَهُمْ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱمْتَحَنَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ ۚ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ
Innal lazina yaghud duna aswaatahum 'inda Rasulil laahi ulaaa'ikal lazinam tah anal laahu qulubahum littaqwaa; lahum maghfiratunw waajrun 'azim
Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
Behold, they who lower their voices in the presence of God’s Apostle - it is they whose hearts God has tested [and opened] to consciousness of Himself; [and] theirs shall be forgiveness and a reward supreme.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِن وَرَآءِ ٱلْحُجُرَٰتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
Innal lazina yunaadu naka minw waraaa'il hujuraati aksaruhum laa ya'qilun
Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
Verily, [O Prophet,] as for those who call thee from without thy private apartments - most of them do not use their reason:
وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا۟ حَتَّىٰ تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُمْ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Wa lau annahum sabaru hatta takhruja ilaihim lakaana khairal lahum; wallaahu Ghafurur Rahim
Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
for, if they had the patience [to wait] until thou come forth to them [of thine own accord], it would be for their own good. Still, God is much forgiving, a dispenser of grace.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍۢ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍۢ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ
Yaaa aiyuhal lazina aamanu in jaaa'akum faasqum binaba in fatabaiyanuo an tusibu qaumam bijahalatin fatusbihu 'alaa maa fa'altum naadimin
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
O YOU who have attained to faith! If any iniquitous person comes to you with a [slanderous] tale, use your discernment, lest you hurt people unwittingly and afterwards be filled with remorse for what you have done.
وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ ٱللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِى كَثِيرٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ ٱلْكُفْرَ وَٱلْفُسُوقَ وَٱلْعِصْيَانَ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ
Wa'lamuo anna fikum Rasulal laah; lau yuti'ukum fi kasirim minal amrila'anittum wa laakinnal laaha habbaba ilaikumul imaana wa zaiyanahu fi qulubikum wa karraha ilaikumul kufra walfusuqa wal'isyaan; ulaaaika humur raasyidun
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu "cinta" kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
And know that God’s Apostle is among you: were he to comply with your inclinations in each and every case, you would be bound to come to harm [as a community]. But as it is, God has caused [your] faith to be dear to you, and has given it beauty in your hearts, and has made hateful to you all denial of the truth, and all iniquity, and all rebellion [against what is good]. Such indeed are they who follow the right course
فَضْلًۭا مِّنَ ٱللَّهِ وَنِعْمَةًۭ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Fadlam minal laahi wa ni'mah; wallaahu 'Alimun Hakim
sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
through God’s bounty and favour; and God is all-knowing, truly wise.
وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱقْتَتَلُوا۟ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنۢ بَغَتْ إِحْدَىٰهُمَا عَلَى ٱلْأُخْرَىٰ فَقَٰتِلُوا۟ ٱلَّتِى تَبْغِى حَتَّىٰ تَفِىٓءَ إِلَىٰٓ أَمْرِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن فَآءَتْ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَهُمَا بِٱلْعَدْلِ وَأَقْسِطُوٓا۟ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ
Wa in taaa'ifataani minal mu'mininaq tatalu faaslihu bainahumaa fa-im baghat ih daahumaa 'alal ukhraa faqaatilul lati tabhi hattaa tafie'a ilaaa amril laah; fa-in faaa't fa aslihu bainahumaa bil'adli wa aqsitu innal laaha yuhibbul muqsitin
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
Hence, if two groups of believers fall to fighting, make peace between them; but then, if one of the two [groups] goes on acting wrongfully towards the other, fight against the one that acts wrongfully until it reverts to God’s commandment; and if they revert, make peace between them with justice, and deal equitably [with them]: for verily, God loves those who act equitably!
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌۭ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Innamal mu'minuna ikhwatun fa aslihu baina akhauaikum wattaqul laaha la'allakum tuhamun
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
All believers are but brethren. Hence, [whenever they are at odds,] make peace between your two brethren, and remain conscious of God, so that you might be graced with His mercy.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌۭ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًۭا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌۭ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًۭا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Yaaa aiyuhal lazina aamanu laa yaskhar qaumum min qaumin 'asaaa anyyakunu khairam minhum wa laa nisaaa'um min nisaaa'in 'Asaaa ai yakunna khairam minhunna wa laa talmizuo bil alqaab; bi'sal ismul fusuqu ba'dal imaan; wa mal-lam yatub fa-ulaaa'ika humuz zaalimun
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
O YOU who have attained to faith! No men shall deride [other] men: it may well be that those [whom they deride] are better than themselves; and no women [shall deride other] women: it may well be that those [whom they deride] are better than themselves. And neither shall you defame one another, nor insult one another by [opprobrious] epithets: evil is all imputation of iniquity after [one has attained to] faith; and they who [become guilty thereof and] do not repent - it is they, they who are evildoers!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌۭ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًۭا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌۭ رَّحِيمٌۭ
Yaaa aiyuhal lazina aamanuj tanibu kasiram minaz zanni inna ba'daz zanniismunw wa laa tajassasu wa la yaghtab ba'dukum ba'daa; a yuhibbu ahadukum any yaakula lahma akhihi maitan fakarih tumuh; wattaqul laa; innal laaha tauwaabur Rahim
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
O you who have attained to faith! Avoid most guesswork [about one another] for, behold, some of [such] guesswork is [in itself] a sin; and do not spy upon one another, and neither allow yourselves to speak ill of one another behind your backs. Would any of you like to eat the flesh of his dead brother? Nay, you would loathe it! And be conscious of God. Verily, God is an acceptor of repentance, a dispenser of grace!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ
Yaaa aiyuhan naasu innaa khalaqnaakum min zakarinw wa unsaa wa ja'alnaakum syu'ubanw wa qabaaa'ila lita'aarafu inna akramakum 'indal laahi atqaakum innal laaha 'Alimun khabir
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
O men! Behold, We have created you all out of a male and a female, and have made you into nations and tribes, so that you might come to know one another. Verily, the noblest of you in the sight of God is the one who is most deeply conscious of Him. Behold, God is all-knowing, all-aware.
۞ قَالَتِ ٱلْأَعْرَابُ ءَامَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ وَلَٰكِن قُولُوٓا۟ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَٰلِكُمْ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ
Qaalatil-A 'raabu aamannaa qul lam tu'minu wa laakin quluo aslamnaa wa lamma yadkhulil imaanu fi qulubikum wa in tuti'ul laaha wa Rasulahu laa yalitkum min a'maalikum syai'aa; innal laaha Ghafurur Rahim
Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
THE BEDOUIN say, “We have attained to faith.” Say [unto them, O Muhammad]: “You have not [yet] attained to faith; you should [rather] say, ‘We have [outwardly] surrendered’ - for [true] faith has not yet entered your hearts. But if you [truly] pay heed unto God and His Apostle, He will not let the least of your deeds go to waste: for, behold, God is much-forgiving, a dispenser of grace.”
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ
Innamal muu'minunal lazina aamanu billaahi wa Rasulihi summa lam yartaabu wa jaahadu biamwaalihim wa anfusihim fi sabilil laah; ulaaaika humus saadiqun
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
[Know that true] believers are only those who have attained to faith in God and His Apostle and have left all doubt behind, and who strive hard in God’s cause with their possessions and their lives: it is they, they who are true to their word!
قُلْ أَتُعَلِّمُونَ ٱللَّهَ بِدِينِكُمْ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ
Qul atu'allimunal laaha bidinikum wallaahu ya'lamu maa fis samaauaati wa maa fil ard; wallaahu bikulli syai'in 'Alim
Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?"
Say: “Do you, perchance, [want to] inform God of [the nature of] your faith although God knows all that is in the heavens and all that is on earth? Indeed, God has full knowledge of everything!”
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا۟ ۖ قُل لَّا تَمُنُّوا۟ عَلَىَّ إِسْلَٰمَكُم ۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَىٰكُمْ لِلْإِيمَٰنِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
Yamunnuna 'alaika an aslamu qul laa tamunnu 'alaiya Islaamakum balillaahu yamunnu 'alaikum an hadaakum lil imaani in kuntum saadiqin
Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar".
Many people think that they have bestowed a favour upon thee [O Prophet] by having surrendered [to thee]. Say thou: “Deem not your surrender a favour unto me: nay, but it is God who bestows a favour upon you by showing you the way to faith - if you are true to your word!”
إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Innal laaha ya'lamu ghaibas samaauaati wal ard; wallaahu basirum bimaa ta'malun
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Verily, God knows the hidden reality of the heavens and the earth; and God sees all that you do.