At-Tawba
سُورَةُ التَّوۡبَةِ
Pengampunan • Madaniyah
بَرَآءَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Baraaa'atum minal laahi wa Rasulihie ilal lazina 'anhattum minal musyrikin
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
DISAVOWAL by God and His Apostle [is herewith announced] unto those who ascribe divinity to aught beside God, [and] with whom you [O: believers] have made a covenant.
فَسِيحُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍۢ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُخْزِى ٱلْكَٰفِرِينَ
Fasihu fil ardi arba'ata asyhurinw wa'lamuoannakum ghairu mu'jizil laahi wa annal laaha mukhzil kaafirin
Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.
[Announce unto them:] "Go, then, [freely] about the earth for four months -but know that you can never elude God, and that, verily, God shall bring disgrace upon all who refuse to acknowledge the truth!"
وَأَذَٰنٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوْمَ ٱلْحَجِّ ٱلْأَكْبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌۭ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Wa azaanum minal laahi wa Rasulihie ilan naasi yaumal Hajjil Akbari annal laaha barie'um minal musyrikina wa Rasuluh; fa-in tubtum fahuwa khairullakum wa in tauallaitum fa'lamuo annakum ghairu mu'jizil laah; wa basyiril lazina kafaru biazaabin alim
Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
And a proclamation from God and His Apostle [is herewith made] unto all mankind on this day of the Greatest Pilgrimage: "God disavows all who ascribe divinity to aught beside Him, and [so does] His Apostle. Hence, if you repent, it shall be for your own good; and if you turn away, then know that you can never elude God!" And unto those who are bent on denying the truth give thou [O Prophet] the tiding of grievous chastisement.
إِلَّا ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنقُصُوكُمْ شَيْـًۭٔا وَلَمْ يُظَٰهِرُوا۟ عَلَيْكُمْ أَحَدًۭا فَأَتِمُّوٓا۟ إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ
Illal lazina 'aahattum minal musyrikina summa lam yanqusukum syai'anw-wa lam yuzaahiru 'alaikum ahadan fa atimmuo ilaihim 'ahdahum ilaa muddatihim; innal laaha yuhibbul muttaqin
kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
But excepted shall be -from among those who ascribe divinity to aught beside God - [people] with whom you [O believers] have made a covenant and who thereafter have in no wise failed to fulfil their obligations towards you, and neither have aided anyone against you: observe, then, your covenant with them until the end of the term agreed with them. Verily, God loves those who are conscious of Him.
فَإِذَا ٱنسَلَخَ ٱلْأَشْهُرُ ٱلْحُرُمُ فَٱقْتُلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَٱحْصُرُوهُمْ وَٱقْعُدُوا۟ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍۢ ۚ فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَخَلُّوا۟ سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Fa izansalakhal Asyhurul Hurumu faqtulul musyrikina haisu wajattumuhum wa khuzuhum wahsuruhum qaq'udu lahum kulla marsad; fa-in taabu wa aqaamus Salaata wa aatauuz Zakaata fakhallu sabilahum; innal laaha Ghafurur Rahim
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
And so, when the sacred months are over, slay those who ascribe divinity to aught beside God wherever you may come upon them, and take them captive, and besiege them, and lie in wait for them at every conceivable place! Yet if they repent, and take to prayer, and render the purifying dues, let them go their way: for, behold, God is much forgiving, a dispenser of grace.
وَإِنْ أَحَدٌۭ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٱسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَعْلَمُونَ
Wa in ahadum minal musyrikinas tajaaraka fa ajirhu hattaa yasma'a Kalaamal laahi summa ablighhu maa manah; zaalika bi annahum qaumul laa ya'lamun
Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
And if any of those who ascribe divinity to aught beside God seeks thy protection, grant him protection, so that he might [be able to] hear the word of God [from thee]; and thereupon convey him to a place where he can feel secure: this, because they [may be] people who [sin only because they] do not know [the truth].
كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ رَسُولِهِۦٓ إِلَّا ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّمْ عِندَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۖ فَمَا ٱسْتَقَٰمُوا۟ لَكُمْ فَٱسْتَقِيمُوا۟ لَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ
Kaifa yakunu lilmusy rikina 'ahdun 'indallaahi wa 'inda Rasulihi illal lazina 'aahattum 'indal Masjidil Haraami famas taqaamu lakum fastaqimu lahum; innallaaha yuhibbul muttaqin
Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
HOW COULD they who ascribe divinity to aught beside God be granted a covenant by God and His Apostle, unless it be those [of them] with whom you [O believers] have made a covenant in the vicinity of the Inviolable House of Worship? [As for the latter,] so long as they remain true to you, be true to them: for, verily, God loves those who are conscious of Him.
كَيْفَ وَإِن يَظْهَرُوا۟ عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا۟ فِيكُمْ إِلًّۭا وَلَا ذِمَّةًۭ ۚ يُرْضُونَكُم بِأَفْوَٰهِهِمْ وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَٰسِقُونَ
Kaifa wa iny-yazharu 'alaikum laa yarqubu fikum illanw wa laa zimmah; yurdu nakum biafwaahihim wa taabaa qulubuhum wa aksaruhum faasiqun
Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).
How [else could it be]? -since, if they [who are hostile to you] were to overcome you, they would not respect any tie [with you,] nor any obligation to protect [you]. They seek to please you with their mouths, the while their hearts remain averse [to you]; and most of them are iniquitous.
ٱشْتَرَوْا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا فَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Isytarau bi Aaiaatil laahi samanan qalilan fasaddu 'an sabilih; innahum saaa'a maa kaanu ya'malun
Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.
God's messages have they bartered away for a trifling gain, and have thus turned away from His path: evil, behold, is all that they are wont to do,
لَا يَرْقُبُونَ فِى مُؤْمِنٍ إِلًّۭا وَلَا ذِمَّةًۭ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُعْتَدُونَ
Laa yarqubuna fi mu'minin illanw wa laa zimmah wa ulaaa 'ika humulmu 'tadun
Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
respecting no tie and no protective obligation with regard to a believer; and it is they, they who transgress the bounds of what is right!
فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخْوَٰنُكُمْ فِى ٱلدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ
Fa in taabu wa aqaamus Salaata wa aatauuz Zakaata fa ikhwaanukum fid din; wa nufassilul Aaiaati liqauminy ya'lamun
Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.
Yet if they repent, and take to prayer, and render the purifying dues, they become your brethren in faith: and clearly do We spell out these messages unto people of [innate] knowledge!
وَإِن نَّكَثُوٓا۟ أَيْمَٰنَهُم مِّنۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا۟ فِى دِينِكُمْ فَقَٰتِلُوٓا۟ أَئِمَّةَ ٱلْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَآ أَيْمَٰنَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ
Wa in nakasuo aimaanahum mim ba'di 'ahdihim wa ta'anu fi dinikum faqaatiluo a'immatal kufri innahum laaa aimaana lahum la'allahum yantahun
Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.
But if they break their solemn pledges after having concluded a covenant, and revile your religion, then fight against these archetypes of faithlessness who, behold, have no [regard for their own] pledges, so that they might desist [from aggression].
أَلَا تُقَٰتِلُونَ قَوْمًۭا نَّكَثُوٓا۟ أَيْمَٰنَهُمْ وَهَمُّوا۟ بِإِخْرَاجِ ٱلرَّسُولِ وَهُم بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Alaa tuqaatiluna qauman nakasuo aimaanahum wa hammu bi ikhraajir Rasuli wa hum bada'ukum auwala marrah; atakhsyaunahum; fallaahu ahaqqu an takhsyauhu in kuntum mu'minin
Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Would you, perchance, fail to fight against people who have broken their solemn pledges, and have done all that they could to drive the Apostle away, and have been first to attack you? Do you hold them in awe? Nay, it is God alone of whom you ought to stand in awe, if you are [truly] believers!
قَٰتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍۢ مُّؤْمِنِينَ
Qaatiluhum yu'az zibhumul laahu bi aidikum wa yukhzihim wa yansurkum 'alaihim wa yasyfi sudura qaumim mu 'minin
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.
Fight against them! God will chastise them by your hands, and will bring disgrace upon them, and will succour you against them; and He will soothe the bosoms of those who believe,
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Wa yuzhib ghaiza qulubihim; wa yatubullaahu 'alaa mai yasyaaa'; wallaahu 'Alimun Hakim
dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
and will remove the wrath that is in their hearts. And God will turn in His mercy unto whom He wills: for, God is all-knowing, wise.
أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُوا۟ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَا رَسُولِهِۦ وَلَا ٱلْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةًۭ ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Am hasibtum an turaku wa lammaa ya'lamil laahul lazina jaahadu minkum wa lam yattakhizu min dunil laahi wa laa Rasulihi wa lalmu'minina walijah; wallaahu khabirum bimaa ta'malun
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Do you [O believers] think that you will be spared unless God takes cognizance of your having striven hard [in His cause] without seeking help from any but God and His Apostle and those who believe in Him? For, God is aware of all that you do.
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا۟ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ شَٰهِدِينَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِم بِٱلْكُفْرِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ وَفِى ٱلنَّارِ هُمْ خَٰلِدُونَ
maa kaana lilmusyrikina ai ya'muru masaajidal laahi syaahidina 'alaaa anfusihim bilkufr; ulaaa'ika habitat a'maaluhum wa fin naari hum khaalidun
Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
IT IS NOT for those who ascribe divinity to aught beside God to visit or tend God's houses of worship, the while [by their beliefs] they bear witness against themselves that they are denying the truth. It is they whose works shall come to nought, and they who in the fire shall abide
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ
Innamaa ya'muru masaa jidal laahi man aamana billaahi wal Yaumil Aakhiri wa aqaamas Salaata wa aataz Zakaata wa lam yakkhsa illal laaha fa'asaaa ulaaa'ika ai yakunu minal muhtadin
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Only he should visit or tend God's houses of worship who believes in God and the Last Day, and is constant in prayer, and spends in charity, and stands in awe of none but God: for [only such as] these may hope to be among the right-guided!
۞ أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ ٱلْحَآجِّ وَعِمَارَةَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَجَٰهَدَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُۥنَ عِندَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Aja'altum siqaaiatal haaajji wa 'imaaratal masjidil haraami kamman aamana billaahi wal Yaumil Aakhiri wa jaahada fi sabilil laah; laa yastauuna 'indal laah; wallaahu laa yahdil qaumaz zaalimin
Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Do you, perchance, regard the [mere] giving of water to pilgrims and the tending of the Inviolable House of Worship as being equal to [the works of] one who believes in God and the Last Day and strives hard in God's cause? These [things] are not equal in the sight of God. And God does not grace with His guidance people who [deliberately] do wrong.
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
Allazina aamanu wa haajaru wa jaahadu fi sabilil laahi bi amwaalihim wa anufsihim a'zamu darajatan 'indal laah; wa ulaaa'ika humul faaa'izun
orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
Those who believe, and who have forsaken the domain of evil and have striven hard in God's cause with their possessions and their lives have the highest rank in the sight of God; and it is they, they who shall triumph [in the end]!
يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍۢ مِّنْهُ وَرِضْوَٰنٍۢ وَجَنَّٰتٍۢ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌۭ مُّقِيمٌ
Yubasysyiruhum Rabbuhum birahmatim minhu wa ridwaaninw wa Jannaatil lahum fihaa na'imum muqim
Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,
Their Sustainer gives them the glad tiding of the grace [that flows] from Him, and of [His] goodly acceptance, and of the gardens which await them, full of lasting bliss,
خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌۭ
Khaalidina fihaaa abadaa; innal laaha 'indahuo ajrun 'azim
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
therein to abide beyond the count of time. Verily, with God is a mighty reward!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَابَآءَكُمْ وَإِخْوَٰنَكُمْ أَوْلِيَآءَ إِنِ ٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْكُفْرَ عَلَى ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Yaaa aiyuhal lazina aamanu laa tattakhizuo aabaaa 'akum wa ikhwaanakum auliyaaa'a inis tahabbul kufra 'alal imaan; wa mai yataual lahum minkum fa ulaaa'ika humuz zaalimun
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
O YOU who have attained to faith! Do not take your fathers and your brothers for allies if a denial of the truth is dearer to them than faith: for those of you who ally themselves with them-it is they, they who are evildoers!
قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ
Qul in kaana aabaaa'ukum wa abnaaa'ukum wa ikhwaanukum wa azwaajukum wa 'asyiratukum wa amwaaluniq taraftumuhaa wa tijaaratun takhsyauna kasaadahaa wa masaakinu tardaunahaaa ahabba ilaikum minal laahi wa Rasulihi wa Jihaadin fi Sabilihi fatarabbasu hattaa yaatiyallaahu bi amrih; wallaahu laa yahdil qaumal faasiqin
Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Say: "If your fathers and your sons and your brothers and your spouses and your clan, and the worldly goods which you have acquired, and the commerce whereof you fear a decline, and the dwellings in which you take pleasure - [if all these] are dearer to you than God and His Apostle and the struggle in His cause, then wait until God makes manifest His will; and [know that] God does not grace iniquitous folk with His guidance."
لَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ فِى مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍۢ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْـًۭٔا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ
Laqad nasarakumul laahu fi mauaatina kasiratinw wa yauma Hunainin iz a'jabatkum kasratukum falam tughni 'ankum syai'anw wa daaqat 'alaikumul ardu bimaa rahubat summa wallaitum mudbirin
Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.
Indeed, God has succoured you on many battlefields, [when you were few;] and [He did so, too,] on the Day of Hunayn, when you took pride in your great numbers and they proved of no avail whatever to you -for the earth, despite all its vastness, became [too] narrow for you and you turned back, retreating:
ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًۭا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْكَٰفِرِينَ
Summa anzalal laahu sakinatahu 'alaa Rasulihi wa 'alalmu 'minina wa anzala junudal lam tarauhaa wa azzabal lazina kafaru; wa zaalika jazaaa'ul kaafirin
Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.
whereupon God bestowed from on high His [gift of] inner peace upon His Apostle and upon the believers, and bestowed [upon you] from on high forces which you could not see, and chastised those who were bent on denying the truth: for such is the recompense of all who deny the truth!
ثُمَّ يَتُوبُ ٱللَّهُ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Summa yatubul laahu mim ba'di zaalika 'alaa mai yasyaaa'; wallaahu Ghafurur Rahim
Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
But with all this, God will turn in His mercy unto whom He wills: for God is much-forgiving, a dispenser of grace.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌۭ فَلَا يَقْرَبُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةًۭ فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Yaaa aiyuhal lazina aamanuo innamal musyrikuna najasun falaa yaqrabul Masjidal Haraama ba'da 'aamihim haaza; wa in khiftum 'ailatan fasaufa yughni kumul laahu min fadlihie in syaaa'; innallaaha 'Alimun hakim
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
O YOU who have attained to faith! Those who ascribe divinity to aught beside God are nothing but impure: and so they shall not approach the Inviolable House of Worship from this year onwards And should you fear poverty, then [know that] in time God will enrich you out of His bounty, if He so wills: for, verily, God is all-knowing, wise!
قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍۢ وَهُمْ صَٰغِرُونَ
Qaatilul lazina laa yu'minuna billaahi wa laa bil yaumil Aakhiri wa laa yuharrimuna maa harramal laahu wa Rasuluhu wa laa yadinuna dinal haqqi minal lazina utul Kitaaba hattaa yu'tul jizyata ai yadinw wa hum saaghirun
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
[And] fight against those who - despite having been vouchsafed revelation [aforetime] -do not [truly] believe either in God or the Last Day, and do not consider forbidden that which God and His Apostle have forbidden, and do not follow the religion of truth [which God has enjoined upon them] till they [agree to] pay the exemption tax with a willing hand, after having been humbled [in war].
وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ يُضَٰهِـُٔونَ قَوْلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Q qaalatil yahudu 'Uzairunib nul laahi wa qaalatin Nasaaral Masihub nul laahi zaalika qauluhum bi afwaahihim yudaahi'una qaulal lazina kafaru min qabl; qatalahumul laah; annaa yu'fakun
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?
AND THE JEWS say, "Ezra is God's son," while the Christians say, "The Christ is God's son." Such are the sayings which they utter with their mouths, following in spirit assertions made in earlier times by people who denied the truth! [They deserve the imprecation:] "May God destroy them!" How perverted are their minds!
ٱتَّخَذُوٓا۟ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَٰنَهُمْ أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا۟ إِلَٰهًۭا وَٰحِدًۭا ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ
ittakhazuo ahbaarahum wa ruhbaanahum arbaabammin dunil laahi wal Masihab na Maryama wa maaa umiruo illaa liya'buduo Ilaahanw Waa hidan laaa ilaaha illaa Hu; Subhaanahu 'ammaa yusyrikun
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
They have taken their rabbis and their monks-as well as the Christ, son of Mary-for their lords beside God, although they had been bidden to worship none but the One God, save whom there is no deity: the One who is utterly remote, in His limitless glory, from anything to which they may ascribe a share in His divinity!
يُرِيدُونَ أَن يُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَيَأْبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ
Yuriduna ai yutfi'u nural laahi bi'afwaahihim wa yaaballaahu illaaa ai yutimma nurahu wa lau karihal kaafirun
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
They want to extinguish God's [guiding] light with their utterances: but God will not allow [this to pass], for He has willed to spread His light in all its fullness, however hateful this may be to all who deny the truth.
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ
huwal lazie ar sala Rasulahu bilhudaa wa dinil haqqi liyuzhirahu 'alad dini kullihi wa lau karihal musyrikun
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.
He it is who has sent forth His Apostle with the [task of spreading] guidance and the religion of truth, to the end that He may cause it to prevail over all [false] religion -however hateful this may be to those who ascribe divinity to aught beside God.
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍۢ
Yaaa aiyuhal lazina aamanuo inna kasiramminal ahbaari warruhbaani la yaakuluna amwaalan naasi bil baatili wa yasudduna 'an sabilil laah; wallazina yaknizunaz zahaba wal fiddata wa laaiunfiqunahaa fi sabilil laahi fabasysyirhum bi'azaabin alim
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
O you who have attained to faith! Behold, many of the rabbis and monks do indeed wrongfully devour men's possessions and turn [others] away from the path of God. But as for all who lay up treasures of gold and silver and do not spend them for the sake of God - give them the tiding of grievous suffering [in the life to come]:
يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ
Yauma yuhmaa 'alaihaa fi naari jahannama fatukwaa bihaa jibaahuhum haazaa maa kanaztum li anfusikum fazuqu maa kuntum taknizun
pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu".
on the Day when that [hoarded wealth] shall be heated in the fire of hell and their foreheads and their sides and their backs branded therewith, [those sinners shall be told:] "These are the treasures which you have laid up for yourselves! Taste, then, [the evil of] your hoarded treasures!"
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًۭا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۭ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةًۭ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
Inna 'iddatasy syuhuri 'indal laahis naa 'asyara syahran fi Kitaabil laahi yauma khalaqas samaauaati wal arda minhaaa arba'atun hurum; zaalikad dinul qaiyim; falaa tazlimu fihinna anfusakum; wa qaatilul musyrikina kaaaf fattan kamaa yuqaati lunakum kaaaffah; wa'lamuo annal laaha ma'al muttaqin
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
BEHOLD, the number of months, in the sight of God, is twelve months, [laid down] in God's decree on the day when He created the heavens and the earth; [and] out of these, four are sacred: this is the ever-true law [of God]. Do not, then, sin against yourselves with regard to these [months]. And fight against those who ascribe divinity to aught beside God, all together-just as they fight against you, [O believers,] all together -and know that God is with those who are conscious of Him.
إِنَّمَا ٱلنَّسِىٓءُ زِيَادَةٌۭ فِى ٱلْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُحِلُّونَهُۥ عَامًۭا وَيُحَرِّمُونَهُۥ عَامًۭا لِّيُوَاطِـُٔوا۟ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ فَيُحِلُّوا۟ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوٓءُ أَعْمَٰلِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Innamma nasie'u ziyaadatun filkufri yudallu bihillazina kafaru yuhil lunahu 'aamanw wa yuhar rimunahu 'aamalliyu watti'u 'iddata maa harramal laah; zuyyina lahum suo'u a'maalihim; wallaahu laa yahdil qaumal kaafirin
Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
The intercalation [of months] is but one more instance of [their] refusal to acknowledge the truth- [a means] by which those who are bent on denying the truth are led astray. They declare this [intercalation] to be permissible in one year and forbidden in [another] year, in order to conform [outwardly] to the number of months which God has hallowed: and thus they make allowable what God has forbidden. Goodly seems unto them the evil of their own doings, since God does not grace with His guidance people who refuse to acknowledge the truth.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلْتُمْ إِلَى ٱلْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مِنَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ
Yaaa aiyuhal lazina aamanu maa lakum izaa qila lakumun firu fi sabilil laahis saaqaltum ilal ard; araditum bilhaiaatid dunyaa minal Aakhirah; famaa ma taaul haiaatiddunyaa fil Aakhirati illaa qalil
Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.
O YOU who have attained to faith! What is amiss with you that, when you are called upon, "Go forth to war in God's cause," you cling heavily to the earth? Would you content yourselves with [the comforts of] this worldly life in preference to [the good of] the life to come? But the enjoyment of life in this world is but a paltry thing when compared with the life to come!
إِلَّا تَنفِرُوا۟ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًۭٔا ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ
Illaa tanfiru yu'az zibkum 'azaaban alimanw wa yastabdil qauman ghairakum wa laa tadurruhu syai'aa; wal laahu 'alaa kulli syai'in Qadir
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
If you do not go forth to war [in God's cause], He will chastise you with grievous chastisement, and will place another people in your stead - whereas you shall in no wise harm Him: for, God has the power to will anything.
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍۢ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Illaa tansuruhu faqad nasarahul laahu iz akhrajahul lazina kafaru saaniyasnaini iz humaa filghaari iz yaqulu lisaahibihi la tahzan innnal laaha ma'anaa fa anzalallaahu sakinatahu 'alaihi wa aiyadahu bijunudil lam tarauhaa wa ja'ala kalimatal lazina kafarus suflaa; wa Kalimatul laahi hiyal 'ulyaa; wallaahu 'Azizun Hakim;
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
If you do not succour the Apostle, then [know that God will do so -just as] God succoured him at the time when those who were bent on denying the truth drove him away, [and he was but] one of two: when these two were [hiding] in the cave, [and] the Apostle said to his companion, "Grieve not: verily, God is with us." And thereupon God bestowed upon him from on high His (gift of] inner peace, and brought utterly low the cause of those who were bent on denying the truth, whereas the cause of God remained supreme: for God is almighty, wise.
ٱنفِرُوا۟ خِفَافًۭا وَثِقَالًۭا وَجَٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Infiru khifaafanw wa siqaalanw wa jaahidu bi amwaalikum wa anfusikum fi sabilil laah; zaalikum khairul lakum in kuntum ta'lamun
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Go forth to war, whether it be easy or difficult [for you], and strive hard in God's cause with your possessions and your lives: this is for your own good -if you but knew it!
لَوْ كَانَ عَرَضًۭا قَرِيبًۭا وَسَفَرًۭا قَاصِدًۭا لَّٱتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ ٱلشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَوِ ٱسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ
Lau kaana 'aradan qaribanw wa safaran qaasidal lattaba'uka wa laakim ba'udat 'alaihimusy syuqqah; wa saiahlifuna billaahi lauis tata'naa lakharajnaa ma'akum; yuhlikuna anfusahum wal laahu ya'lamu innahum lakaa zibun
Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu". Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
Had there been [a prospect of] immediate gain, and an easy journey, they would certainly have followed thee, [O Prophet:] but the distance was too great for them. And yet, [after your return, O believers,] they will swear by God, "Had we been able to do so, we would certainly have set out with you!" - [and by thus falsely swearing] they will be destroying their own selves: for God knows indeed that they are lying!
عَفَا ٱللَّهُ عَنكَ لِمَ أَذِنتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَتَعْلَمَ ٱلْكَٰذِبِينَ
'Afal laahu 'anka lima azinta lahum hattaa yatabai yana lakal lazina sadaqu wa ta'lamal kaazibin
Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?
May God pardon thee [O Prophet]! Why didst thou grant them permission [to stay at home] ere it had become obvious to thee as to who was speaking the truth, and [ere] thou camest to know. [who were] the liars?
لَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ أَن يُجَٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُتَّقِينَ
Laa yastaazinukal lazina yu'minuna billaahi wal Yaumil Aakhiri ai yujaa hidu bi amwaalihim wa anfusihim; wallaahu 'alimum bilmut taqin
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
Those who [truly] believe in God and the Last Day do not ask thee for exemption from struggling with their possessions and their lives [in God's cause]-and God has full knowledge as to who is conscious of Him-:
إِنَّمَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱرْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِى رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ
Innamaa yastaazinukal lazina laa yu'minuna billaahi wal Yaumil Aakhiri wartaabat qulubuhum fahum fi raibihim yataraddadun
Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.
only those ask thee for exemption who do not [truly] believe in God and the Last Day and whose hearts have become a prey to doubt, so that in their doubting they waver between one thing and another.
۞ وَلَوْ أَرَادُوا۟ ٱلْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا۟ لَهُۥ عُدَّةًۭ وَلَٰكِن كَرِهَ ٱللَّهُ ٱنۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ ٱقْعُدُوا۟ مَعَ ٱلْقَٰعِدِينَ
Wa lau araadul khuruja la-'addu lahu 'uddatanw wa laakin karihal laahum bi'aasahum fasabbatahum wa qilaq 'udu ma'al qaa'idin
Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu".
For, had they been [truly] desirous of setting out [with thee], they would surely have made some preparation therefor: but God was averse to their taking the field, and so He caused them to hold back when it was said, "[You may] stay at home with all [the others] who stay at home."
لَوْ خَرَجُوا۟ فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًۭا وَلَأَوْضَعُوا۟ خِلَٰلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ ٱلْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّٰعُونَ لَهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ
Lau kharaju fikum maa zaadukum ilaa Khabaalanw wa la auda'u khilaalakum yabghuna kumul fitnata wa fikum sammaa'una lahum; wallaahu 'alimum biz zaalimin
Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
Had these [hypocrites] set out with_ you, [O believers,] they would have added nothing to you save the evil of corruption, and would surely have scurried to and fro in your midst, seeking to stir up discord among you, seeing that there are in your midst such as would have lent them ear: but God has full knowledge of the evildoers.
لَقَدِ ٱبْتَغَوُا۟ ٱلْفِتْنَةَ مِن قَبْلُ وَقَلَّبُوا۟ لَكَ ٱلْأُمُورَ حَتَّىٰ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ ٱللَّهِ وَهُمْ كَٰرِهُونَ
Laqadib taghauul fitnata min qablu wa qallabu lakal umura hattaa jaaa'al haqqu wa zahara amrul laahi wa hum kaarihun
Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.
Indeed, even before this time have they tried to stir up discord and devised all manner of plots against thee, [O Prophet,] until the truth was revealed and God's will became manifest, however hateful this may have been to them.
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ٱئْذَن لِّى وَلَا تَفْتِنِّىٓ ۚ أَلَا فِى ٱلْفِتْنَةِ سَقَطُوا۟ ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌۢ بِٱلْكَٰفِرِينَ
Wa minhum mai yaqulu' zal li wa laa taftinnie; alaa fil fitnati saqatu; wa inna Jahannama lamuhitatum bil kaafirin
Di antara mereka ada orang yang berkata: "Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah". Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.
And among them there was [many a one] who said," Grant me permission [to remain at home], and do not put me to too hard a test!" Oh, verily, [by making such a request] they had [already failed in their test and] succumbed to a temptation to evil: and, behold, hell will indeed encompass all who refuse to acknowledge the truth!
إِن تُصِبْكَ حَسَنَةٌۭ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِن تُصِبْكَ مُصِيبَةٌۭ يَقُولُوا۟ قَدْ أَخَذْنَآ أَمْرَنَا مِن قَبْلُ وَيَتَوَلَّوا۟ وَّهُمْ فَرِحُونَ
in tusibka hasanatun tasu'hum; wa in tusibka musibatuny yaqulu qad akhaznaaa amranaa min qablu wa yatauallau wa hum farihun
Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira.
Should good fortune alight on thee, [O Prophet,] it will grieve them; and should misfortune befall thee, they will say [to themselves], "We have already taken our precautions beforehand!" - and will turn away, and will rejoice.
قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Qul lany-yusibanaaa illaa maa katabal laahu lanaa Huwa maulaanaa; wa 'alal laahi falyatauak kalimu 'minun
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".
Say: "Never can anything befall us save what God has decreed! He is our Lord Supreme; and in God let the believers place their trust!"
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَآ إِلَّآ إِحْدَى ٱلْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ ٱللَّهُ بِعَذَابٍۢ مِّنْ عِندِهِۦٓ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ
Qul hal tarabbasuna binaaa illaaa ihdal husnaiaini wa nahnu natrabbasu bikum ai yus ibakumul laahu bi'azaa bim min 'indihie au biaidi naa fatarabbasuo innaa ma'akum mutarabbisun
Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu".
Say: "Are you, perchance, hopefully waiting for something [bad] to happen to us-[the while nothing can happen to us] save one of the two best things? But as far as you are concerned, we are hopefully waiting for God to inflict chastisement upon you, [either] from Himself or by our hands! Wait, then, hopefully; behold, we shall hopefully wait with you!"
قُلْ أَنفِقُوا۟ طَوْعًا أَوْ كَرْهًۭا لَّن يُتَقَبَّلَ مِنكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنتُمْ قَوْمًۭا فَٰسِقِينَ
Qul anfiqu tau'an au karhal lany yutaqabbala min kum innakum kuntum qauman faasiqin
Katakanlah: "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.
Say: "You may spend [anything], willingly-or unwillingly, [pretending that you do it for the sake of God:] it shall never be accepted from you -for, verily, you are people bent on iniquity!"
وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَٰتُهُمْ إِلَّآ أَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَبِرَسُولِهِۦ وَلَا يَأْتُونَ ٱلصَّلَوٰةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَٰرِهُونَ
Wa maa mana'ahum an tuqbala minhum nafaqaatuhum illaaa annnahum kafaru billaahi wa bi Rasulihi wa laa yaatunas Salaata illaa wa hum kusaalaa wa laa yunfiquna illaa wa hum kaarihun
Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.
For, only this prevents their spending from being accepted from them: they are bent on refusing to acknowledge God and His Apostle, and never pray without reluctance, and never spend [on righteous causes] without resentment.
فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَٰفِرُونَ
Falaa tu'jibka amwaaluhum wa laaa aulaaduhum; innamaa yuridul laahu liyu'az zibahum bihaa fil haiaatid dunyaa wa tazhaqa anfusuhum wa hum kaafirun
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.
Let not, then, their worldly goods or [the happiness which they may derive from] their children excite thy admiration: God but wants to chastise them by these means in this worldly life, and [to cause] their souls to depart while they are [still] denying the truth.
وَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنَّهُمْ لَمِنكُمْ وَمَا هُم مِّنكُمْ وَلَٰكِنَّهُمْ قَوْمٌۭ يَفْرَقُونَ
Wa yahlifuna billaahi innnahum laminkum wa maa hum minkum wa laakinnahum qaumuny yafraqun
Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).
And they swear by God that they do indeed belong to you -the while they do not belong to you, but are [only] people ridden by fear:
لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَـًٔا أَوْ مَغَٰرَٰتٍ أَوْ مُدَّخَلًۭا لَّوَلَّوْا۟ إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ
Lau yajiduna malja'an au maghaaraatin au mudda khalal lauallau ilaihi wa hum yajmahun
Jikalau mereka memperoleh tempat perlindunganmu atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.
if they could but find a place of refuge, or any cavern, or a crevice [in the earth], they would turn towards it in headlong haste.
وَمِنْهُم مَّن يَلْمِزُكَ فِى ٱلصَّدَقَٰتِ فَإِنْ أُعْطُوا۟ مِنْهَا رَضُوا۟ وَإِن لَّمْ يُعْطَوْا۟ مِنْهَآ إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ
Wa minhum mai yalmizuka fis sadaqaati fa-in u'tu minhaa radu wa illam yu'tau minhaaa izaa hum yaskhatun
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.
And among them are such as find fault with thee [O Prophet] concerning [the distribution of] the offerings given for the sake of God: if they are given something thereof, they are well-pleased; but if they are not given anything thereof, lo! they are consumed with anger.
وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رَٰغِبُونَ
Wa lau annahum radu maaa aataahumul laahu wa Rasuluhu wa qaalu hasbunal laahu waiu'tinallaahu min fadlihi wa Rasuluhuo innaaa ilallaahi raaghibun
Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
And yet, [it would be but for their own good] if they were to content themselves with what God has given them and [caused] His Apostle [to give them], and would say, "God is enough for us! God will give us [whatever He wills] out of His bounty, and [will cause] His Apostle [to give us, too]: verily, unto God alone do we turn with hope!"
۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Innamas sadaqaatu lilfuqaraaa'i walmasaakini wal 'aamilina 'alaihaa wal mu'al lafati qulubuhum wa fir riqaabi walghaarimina wa fi sabilil laahi wabnis sabili faridatam minal laah; wal laahu 'Alimun Hakim
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
The offerings given for the sake of God are [meant] only for the poor and the needy, and those who are in charge thereof, and those whose hearts are to be won over, and for the freeing of human beings from bondage, and [for] those who are over burdened with debts, and [for every struggle] in God's cause, and [for] the wayfarer: [this is] an ordinance from God - and God is all-knowing, wise.
وَمِنْهُمُ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلنَّبِىَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌۭ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍۢ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ
Wa minhumul lazina yu'zunan nabiyya wa yaquluna huwa uzun; qul uzunu khairil lakum yu'minu billaahi wa yu'minu lilmu mi nina wa rahmatul lillazina aamanu minkum; wallazina yu'zuna Rasulal laahi lahum 'azaabun alim
Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.
AND AMONG those [enemies of the truth] there are such as malign the Prophet by saying, "He is all ear." Say: "[Yes,] he is all ear, [listening] to what is good for you! He believes in God, and trusts the believers, and is [a manifestation of God's] grace towards such of you as have [truly] attained to faith. And as for those who malign God's Apostle - grievous suffering awaits them [in the life to come]!"
يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَحَقُّ أَن يُرْضُوهُ إِن كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ
yahlifuna billaahi lakum liyurdukum wallaahu wa Rasuluhu ahaqqu ai yurduhu in kaanu mu'minin
Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.
[The hypocrites] swear to you by God [that they are acting in good faith], with a view to pleasing you [O believers] - the while it is God and His Apostle whose pleasure they should seek above all else, if indeed they are believers!
أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّهُۥ مَن يُحَادِدِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَأَنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدًۭا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْخِزْىُ ٱلْعَظِيمُ
Alam ya'lamuo annahu mai yuhaadidillaaha wa Rasulahu faanna lahu Naara jahannama khaalidan fihaa; zaalikal khizyul 'Azim
Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya nerakan jahannamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.
Do they not know that for him who sets himself against God and His Apostle there is in store the fire of hell, therein to abide -that most awesome disgrace?
يَحْذَرُ ٱلْمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌۭ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِى قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ ٱسْتَهْزِءُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ مُخْرِجٌۭ مَّا تَحْذَرُونَ
Yahzarul munaafiquna an tunaz zala 'alaihim Suratun tunabbi 'uhum bimaa fiqulubihim; qulistahzi'u innal laaha mukhrijum maa tahzarun
Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.
[Some of] the hypocrites dread lest a [new] surah be revealed [in evidence] against them, making them understand what is [really] in their hearts. Say: "Go on mocking! Behold, God will bring to light the very thing that you are dreading!"
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ
Wala'in sa altahum laiaqulunna innamaa kunnaa nakhudu wa nal'ab; qul abillaahi wa 'Aaiaatihi wa Rasulihi kuntum tastahzi'un
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
Yet, indeed, if thou wert to question them. they would surely answer, "We were only indulging in idle talk, and were playing [with words]. Say: "Were you, then. mocking at God and His messages and His Apostle?
لَا تَعْتَذِرُوا۟ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍۢ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ مُجْرِمِينَ
Laa ta'taziru qad kafartum ba'da imaanikum; in na'fu 'an taaa'ifatim minkum nu'az zib taaa'ifatam bi annahum kaanu mujrimin
Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.
Do not offer [empty] excuses! You have indeed denied the truth after [having professed] your belief [in it] - Though We may efface the sin of some of you, We shall chastise others - seeing that they were lost in sin.
ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Almunaafiquna wal munaafiqaatu ba'duhum mim ba'd; yaamuruna bilmunkari wa yanhauna 'anil ma'rufi wa yaqbiduna aidiyahum; nasul laaha fanasiyahum; innal munaafiqina humul faasiqun
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
The hypocrites, both men and women. are all of a kind: they enjoin the doing of what is wrong and forbid the doing of what is right and withhold their hands [from doing good]. They are oblivious of God, and so He is oblivious of them. Verily, the hypocrites-it is they, they who are truly iniquitously
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ هِىَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌۭ مُّقِيمٌۭ
Wa'adal laahul munafiqina wal munaafiqaati wal kuffaara naara jahannnamma khaalidina fihaa; hiya hasbuhum; wa la'annahumul laahu wa lahum 'azaabum muqim
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.
God- has promised the hypocrites, both men and women-as well as the [outright] deniers of the _ truth-the fire of hell, therein to abide: this shall be their allotted_ portion. For, God has rejected them, and long-lasting suffering awaits them.
كَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ كَانُوٓا۟ أَشَدَّ مِنكُمْ قُوَّةًۭ وَأَكْثَرَ أَمْوَٰلًۭا وَأَوْلَٰدًۭا فَٱسْتَمْتَعُوا۟ بِخَلَٰقِهِمْ فَٱسْتَمْتَعْتُم بِخَلَٰقِكُمْ كَمَا ٱسْتَمْتَعَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُم بِخَلَٰقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَٱلَّذِى خَاضُوٓا۟ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ
Kallazina min qablikum kaanu asyadda minkum quwwatanw wa aksara amwaalanw wa aulaadan fastamta'u bikhalaaqihim fastamta'tum bikhalaaqikum kamas tamta'al lazina min qablikum bikhalaa qihim wa khudtum kallazi khaaduo; ulaaa'ika habitat a'maaluhum fid dunyaa wal Aakhirati wa ulaaa'ika humul khaasirun
(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
[Say unto them: "You are] like those [hypocrites] who lived before your time. Greater than you were they in power, and richer in wealth and in children; and they enjoyed their share [of happiness]. And you have been enjoying your share -just as those who preceded you enjoyed their share; and you have been indulging in scurrilous talk -just as they indulged in it. It is they whose works have come to nought in this world and in the life to come - and it is they, they who are the cost!"
أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍۢ وَعَادٍۢ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَٰهِيمَ وَأَصْحَٰبِ مَدْيَنَ وَٱلْمُؤْتَفِكَٰتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Alam yaatihim naba ul lazina min qablihim qaumi Nuhinw wa 'Aadinw wa Samuda wa qaumi Ibraahima wa asyaabi adyana walmu'tafikaat; atatsum Rusuluhum bilbaiyinaati famaa kaanal laahu liyazlimahum wa laakin kaanuo anfusahum yazlimun
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Have, then, the stories of those who preceded them never come within the ken of these [hypocrites and deniers of the truth]?-[the stories] of Noah's people, and of [the tribes of] `Ad and Thamud, and of Abraham's people, and of the folk of Madyan, and of the cities that were overthrown? To [all of] them their apostles had come with all evidence of the truth. [but they rejected them:] and so it was not God who wronged them [by His punishment], but it was they who wronged themselves.
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ
Walmu'minuna wal mu'minaatu ba'duhum auliyaaa'u ba;d; yaamuruna bilma'rufi wa yanhauna 'anil munkari wa yuqimunas Salaata wa yu'tunaz Zakaata wa yuti'unal laaha wa Rasulah; ulaaa'ika saiarhamuhumul laah; innallaaha 'Azizun Hakim
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
AND [as for] the believers, both men and women they are close unto one another: they [all] enjoin the doing of what is right and forbid the doing of what is wrong, and are constant in prayer, and render the purifying dues, and pay heed unto God and His Apostle. It is they upon whom God will bestow His grace: verily, God is almighty, wise!
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةًۭ فِى جَنَّٰتِ عَدْنٍۢ ۚ وَرِضْوَٰنٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Wa'adal laahulmu' minina walmu'minaati Jannaatin tajri min tahtihal anhaaru khaalidina fihaa wa masaakina taiyibatan fi Jannnaati 'adn; wa ridwaanum minal laahi akbar; zaalika hual fauzul 'azim
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
God has promised the believers, both men and women, gardens through which running waters flow, therein to abide, and goodly dwellings in gardens of perpetual bliss: but God's goodly acceptance is the greatest [bliss of all] -for this, this is the triumph supreme!
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
yaaa aiyuhan Nabiyyu jaahidil kuffaara walmunaafiqina waghluz 'alaihim; wa maauaahum jahannnamu wa bi'sal masir
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
O PROPHET! Strive hard against the deniers of the truth and the hypocrites, and be adamant with them. And [if they do not repent,] their goal shall be hell -and how vile a journey's end!
يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ مَا قَالُوا۟ وَلَقَدْ قَالُوا۟ كَلِمَةَ ٱلْكُفْرِ وَكَفَرُوا۟ بَعْدَ إِسْلَٰمِهِمْ وَهَمُّوا۟ بِمَا لَمْ يَنَالُوا۟ ۚ وَمَا نَقَمُوٓا۟ إِلَّآ أَنْ أَغْنَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ مِن فَضْلِهِۦ ۚ فَإِن يَتُوبُوا۟ يَكُ خَيْرًۭا لَّهُمْ ۖ وَإِن يَتَوَلَّوْا۟ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًۭا فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍۢ
Yahlifuna billaahi wa qaalu wa laqad qaalu kalimatal kufri wa kafaru ba'da Islaamihim wa hammu bimaa lam yanaalu; wa maa naqamuo illaaa an aghnaa humullaahu wa Rasuluhu min fadlih; fainy yatubu yaku khairal lahum wa iny yataual lau yu'az zibhumullaahu 'azaaban aliman fiddunyaa wal Aakhirah; wamaa lahum fil ardi minw waliyyinw wa laa nasir
Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.
[The hypocrites] swear by God that they have said nothing [wrong]; yet most certainly have they uttered a saying which amounts to a denial of the truth, and have [thus] denied the truth after [having professed] their self-surrender to God: for they were aiming at something which was beyond their reach. And they could find no fault [with the Faith] save that God had enriched them and [caused] His Apostle [to enrich them] out of His bounty! Hence, if they repent, it will be for their own good. But if they turn away, God will cause them to suffer grievous suffering in this world and in the life to come, and they will find no helper on earth, and none to give [them] succour.
۞ وَمِنْهُم مَّنْ عَٰهَدَ ٱللَّهَ لَئِنْ ءَاتَىٰنَا مِن فَضْلِهِۦ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Wa minhum man 'aaha dal laaha la'in aataanaa min fadlihi lanas saddaqanna wa lanakunanna minassaalihin
Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.
And among them are such as vow unto God, "If indeed He grant us [something] out of His bounty, we shall most certainly spend in charity, and shall most certainly be among the righteous!"
فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُم مِّن فَضْلِهِۦ بَخِلُوا۟ بِهِۦ وَتَوَلَّوا۟ وَّهُم مُّعْرِضُونَ
Falammaaa aataahum min fadlihi bakhilu bihi wa tauallau wa hum mu'ridun
Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).
But as soon as He has given them [aught] out of His bounty. they cling to it niggardly, and turn away in their obstinacy [from all that they have vowed]:
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًۭا فِى قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُۥ بِمَآ أَخْلَفُوا۟ ٱللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ
Fa a'qabahum nifaaqan fi qulubihim ilaa Yaumi yalqau nahu bimaaa akhlaful laaha maa wa'aduhu wa bimaa kaanu yakhzibun
Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.
whereupon He causes hypocrisy to take root in their hearts, [therein to remain] until the Day on which they shall meet Him" - because they have failed to fulfil the vow which they had made unto God, and because they were wont to lie.
أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ عَلَّٰمُ ٱلْغُيُوبِ
Alam ya'lamuo annal laaha ya'lamu sirrahum wa najwaahum wa annal laaha 'Allaamul Ghuyub
Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib.
Do they not know that God knows [all] their hidden thoughts and their secret confabulations, and that God knows fully all the things that are beyond the reach of human perception'?
ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ ٱلْمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ فِى ٱلصَّدَقَٰتِ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Allazina yalmizunal mut tauwi'ina minalmu'minina fis sadaqaati wallazina laa yajiduna illaa juhdahum faiaskharuna minhum sakhiral laahu minhum wa lahum azaabun alim
(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.
[It is these hypocrites] who find fault with such of the believers as give for the sake of God more than they are duty-bound to give, as well as with, such as find nothing [to give] beyond [the meagre fruits of] their toil, and who scoff at them [all]. God will cause their scoffing to rebound on themselves. and grievous suffering awaits them.
ٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِن تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةًۭ فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ
istaghfir lahum au laa tastaghfir lahum in tastaghfir lahum sab'ina marratan falany yaghfiral laahu lahum; zaalika bi annahum kafaru billaahi wa Rasulih; wallaahu laa yahdil qaumal faasiqin
Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
[And] whether thou dost pray [unto God] that they be forgiven or dost not pray for them - [it will all be the same: for even] if thou wert to pray seventy times that they be forgiven, God will not forgive them, seeing that they are bent on denying God and His Apostle. And God does not bestow His guidance upon such iniquitous folk.
فَرِحَ ٱلْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓا۟ أَن يُجَٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُوا۟ لَا تَنفِرُوا۟ فِى ٱلْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّۭا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ
Farihal mukhallafuna bimaq'adihim khilaafa Rasulil laahi wa karihuo ai yujaahidu bi amwaalihim wa anfusihim fi sabilil laahi wa qaalu la tanfiru fil harr; qul Naaru jahannama asyaddu harraa; lau kaanu yafqahun
Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.
THOSE [hypocrites] who were left behind rejoiced in their staying away [from war] after [the departure of] God's Apostle, for they hated the thought of striving with their possessions and their lives in God's cause; and they had [even] said [to the others], "Do not go forth to war in this heat!" Say: "The fire of hell is hotter by far!" Had they but grasped this truth!
فَلْيَضْحَكُوا۟ قَلِيلًۭا وَلْيَبْكُوا۟ كَثِيرًۭا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Falyadzaku qalilanw walyabku kasiran jazaaa'am bimaa kaanu yaksibun
Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.
Let them, then, laugh a little - for they will weep a lot in return for what they have earned.
فَإِن رَّجَعَكَ ٱللَّهُ إِلَىٰ طَآئِفَةٍۢ مِّنْهُمْ فَٱسْتَـْٔذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُل لَّن تَخْرُجُوا۟ مَعِىَ أَبَدًۭا وَلَن تُقَٰتِلُوا۟ مَعِىَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُم بِٱلْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ فَٱقْعُدُوا۟ مَعَ ٱلْخَٰلِفِينَ
Fa ir raja'akal laahu ilaa taaa'ifatim minhum fastaaa zanuka lilkhuruji faqul lan takhruju ma'iya abadanw a lan tuqaatilu ma'iya 'aduwwan innakum raditum bilqu'udi auwala marratin faq'udu ma'al khaalifin
Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah: "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang".
Hence, [O Prophet,] if God brings thee again face to face with some of them," and then they ask thy leave to go forth [to war with thee], say: "Never shall you go forth with me. nor shall you fight an enemy together with me! Behold, you were well-pleased to stay at home on that first occasion: stay at home, then, with, those who [are obliged to] remain behind!"
وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٍۢ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًۭا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِۦٓ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ فَٰسِقُونَ
Wa laa tusalli 'alaaa ahadim minhum maata abadanw wa laa taqum 'alaa qabrihie innahum kafaru billaahi wa Rasulihi wa maatu wa hum faasiqun
Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
And never shalt thou pray over any of them that has died, and never shalt thou stand by his grave: for, behold, they were bent on denying God and His Apostle, and they died in this their iniquity.
وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَأَوْلَٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَٰفِرُونَ
Wa laa tu'jibka amwaa luhum wa aulaaduhum; innamaa yuridul laahu ai yu'az zibahum bihaa fid dunyaa wa tazhaqa anfusuhum wa hum kaafirun
Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.
And let not their worldly goods and [the happiness which they may derive from] their children excite thy admiration: God but wants to chastise them by these means in [the life of] this world, and [to cause] their souls to depart while they are [still] denying the truth.
وَإِذَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَجَٰهِدُوا۟ مَعَ رَسُولِهِ ٱسْتَـْٔذَنَكَ أُو۟لُوا۟ ٱلطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا۟ ذَرْنَا نَكُن مَّعَ ٱلْقَٰعِدِينَ
Wa izaaa unzilat Suratun an aaminu billaahi wa jaahidu ma'a Rasulihis taazanaka uluttauli minhum wa qaalu zarnaa nakum ma'alqaa 'idin
Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk".
[They are indeed denying it:] for, when they were called upon through revelation, "Believe in God, and strive hard [in His cause] together with His Apostle," [even] such of them as were well able [to go to war] asked thee for exemption, saying, "Allow us to stay behind with those who remain at home!"
رَضُوا۟ بِأَن يَكُونُوا۟ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ
Radu bi ai yakunu ma'al khauaalifi wa tubi'a 'alaa qulubihim fahum laa yafqahun
Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).
They were well-pleased to remain with those who were left behind - where for their hearts have been sealed, so that they cannot grasp the truth.
لَٰكِنِ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ جَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Laakinir Rasulu wal lazina aamanu ma'ahu jaahadu bi amwaalihim wa anfusihim; wa ulaaa'ika lahumul khairaatu wa ulaaa'ika humul muflihun
Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
The Apostle, however, and all who share his faith strive hard [in God's cause] with, their possessions and their lives: and it is they whom the most excellent things await [in the life to come], and it is they, they who shall attain to a happy state!
أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
A'addal laahu lahum Jannaatin tajri min tahtihal anhaaru khaalidina fihaa; zaalikal fauzul 'azim
Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
God has readied for them gardens through which running waters flow, therein to abide: and this is the triumph supreme!
وَجَآءَ ٱلْمُعَذِّرُونَ مِنَ ٱلْأَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ ٱلَّذِينَ كَذَبُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ
Wa jaaa'al mu'az ziruna minal A'raabi liyu'zana lahum wa qa'adal lazina kazabul laaha wa Rasulah; saiusibul lazina kafaru minhum 'azaabun alim
Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.
AND THERE came [unto the Apostle] such of the bedouin as had some excuse to offer, [with the request] that they be granted exemption, whereas those who were bent on giving the lie to God and His Apostle [simply] remained at home. [And] grievous suffering is bound to befall such of them as are bent on denying the truth!
لَّيْسَ عَلَى ٱلضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى ٱلْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا۟ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ مَا عَلَى ٱلْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍۢ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Laisa 'alad du'aaaa'i wa laa 'alal mardaa wa laa 'alal lazina laa yajiduna maa yunfiquna harajun izaa nasahu lillaahi wa Rasulih; maa 'alal muhsinina min sabil; wallaahu Ghafurur Rahim
Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
[But] no blame shall attach to the weak, nor to the sick, nor to those who have no means. [to equip themselves], provided that they are sincere towards God and His Apostle: there is no cause to reproach the doers of good, for God is much-forgiving, a dispenser of grace.
وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ أَجِدُ مَآ أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوا۟ وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا۟ مَا يُنفِقُونَ
Wa laa 'alal lazina izaa maaa atauka litahmilahum qulta laaa ajidu maaa ahmilukum 'alaihi tauallau wa a'yunuhum tafidu minaddam'i hazanan allaa yajidu maa yunfiqun
dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu". lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.
Nor [shall blame attach] to those who, when they came unto thee [O Prophet, with the request] that thou provide them with mounts, were told by thee, "I cannot find anything whereon to mount you" - [whereupon] they turned away, their eyes overflowing with tears out of sorrow that they had no means to spend [on their equipment].
۞ إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَسْتَـْٔذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَآءُ ۚ رَضُوا۟ بِأَن يَكُونُوا۟ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Innamas sabilu 'alal lazina yastaazinunaka wa hum aghniyaaa'; radu biany-yakunu ma'al khauaalifi wa taba'al laahu 'alaa qulubihim fahum laa ya'lamun
Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).
Only they may rightly be reproached who asked thee for exemption even though they were fully able [to go to war]. They were well-pleased to remain with those who were left behind -wherefore God has sealed their hearts, so that they do not know [what they are doing].
يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا ٱللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
ya'taziruna ilaikum izaa raja'tum ilaihim; qul laa ta'taziru lan nu'mina lakum qad nabba annal laahu min akhbaarikum; wa sa yaral laahu 'amalakum wa Rasuluhu suma turadduna ilaa 'Aalimil Ghaibi wasysyahaadati fa yunabbi'ukum bimaa kuntum ta'malun
Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
[And] they will [still] be offering excuses to you when you return to them, [from the campaign]! Say: "Do not offer [empty] excuses, [for] we shall not believe you: God has already enlightened us about you. And God will behold your [future] deeds, and [so will] His Apostle; and in the end you will be brought before Him who knows all that is beyond the reach of a created being's perception as well as all that can be witnessed by a creature's senses or mind, and then He will make you truly understand what you were doing [in life]."
سَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ إِذَا ٱنقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا۟ عَنْهُمْ ۖ فَأَعْرِضُوا۟ عَنْهُمْ ۖ إِنَّهُمْ رِجْسٌۭ ۖ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Sa yahlifuna billaahi lakum izanqalabtum ilaihim litu'ridu 'anhum fa a'ridu 'anhum innahum rijsunw wa maauaahum jahannamu jazaaa 'ambimaa kaanu yaksibun
Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
When you will have returned to them, (O believers,] they will swear to you by God, [repeating their excuses,] with a view to your letting them be. Let them be, then: behold, they are loathsome, and hell is their goal in recompense for what they were wont to do.
يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا۟ عَنْهُمْ ۖ فَإِن تَرْضَوْا۟ عَنْهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَٰسِقِينَ
Yahlifuna lakum litardau 'anhum fa in tardau 'anhum fa innal laaha laa yardaa 'anil qaumil faasiqin
Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.
They will swear to you with a view to making you pleased with them: but [even] should you be pleased with them, verily, God shall never be pleased with iniquitous folk.
ٱلْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًۭا وَنِفَاقًۭا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا۟ حُدُودَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Al A'raabu asyaddu kufranw wa nifaaqanw wa ajdaru allaa ya'lamu hududa maaa anzalal laahu 'alaa Rasulih; wallaahu 'Alimun Hakim
Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[The hypocrites among] the bedouin are more tenacious in [their] refusal to acknowledge the truth and in [their] hypocrisy [than are settled people], and more liable to ignore the ordinances which God has bestowed from on high upon His Apostle - but God is all-knowing, wise.
وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ مَغْرَمًۭا وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ ٱلدَّوَآئِرَ ۚ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ ٱلسَّوْءِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ
Wa minal A'raabi mai yattakhizu maa yunfiqu maghramanw wa yatarabbasu bikumud dauaaa'ir; alaihim daaa'iratus sau'; wallaahu Sami'un 'Alim
Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
And among the bedouin there are such as regard all that they might spend [in God's cause] as a loss, and wait for misfortune to encompass you, [O believers: but] it is they whom evil fortune shall encompass - for God is all-hearing, all-knowing.
وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَٰتٍ عِندَ ٱللَّهِ وَصَلَوَٰتِ ٱلرَّسُولِ ۚ أَلَآ إِنَّهَا قُرْبَةٌۭ لَّهُمْ ۚ سَيُدْخِلُهُمُ ٱللَّهُ فِى رَحْمَتِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Wa minal A'raabi mai yu'minu billaahi wal yaumil AAkhiri wa yattakhizu maa yunfiqu qurubaatin 'indal laahi wa salauaatir Rasul; alaaa innahaa qurbatul lahum; saiudkhiluhumul laahu fi rahmatih; innal laaha Ghafurur Rahim
Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
However, among the bedouin there are [also] such as believe in God and the Last Day, and regard all that they spend (in God's cause] as a means of drawing them nearer to God and of [their being remembered in] the. Apostle's prayers. Oh, verily, it shall [indeed] be a means of [God's] nearness to them, [for] God will admit them unto His grace: verily, God is much-forgiving, a dispenser of grace!
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍۢ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Was saabiqunal auwa luna minal Muhaajirina wal Ansaari wallazinat taba'u hum bi ihsaanir radiyal laahu 'anhum wa radu 'anhu wa a'adda lahum jannnaatin tajri tahtahal anhaaru khaalidina fihaaa abadaa; zaalikal fauzul 'azim
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
And as for the first and foremost of those who have forsaken the domain of evil and of those who have sheltered and succoured the Faith, as well as those who follow them in [the way of] righteousness - God is well-pleased with them, and well--pleased are they with Him. And for them has He readied gardens through which running waters flow, therein to abide beyond the count of time: this is the triumph supreme!
وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ مُنَٰفِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُوا۟ عَلَى ٱلنِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍۢ
Wa mimmann haulakum minal A'raabi munaafiquna wa min ahlil Madinati maradu 'alan nifaaq, laa ta'lamuhum nahnu na'lamuhum; sanu'azzibuhum marrataini summa yuradduna ilaa 'azaabin 'azim
Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
But among the bedouin who dwell around you there are hypocrites; and among the people of the [Prophet's] City [too] there are such as have grown insolent in [their] hypocrisy. Thou dost not [always] know them, [O Muhammad - but] We know them. We shall cause them to suffer doubly [in this world]; and then they will be given over to awesome suffering [in the life to come].
وَءَاخَرُونَ ٱعْتَرَفُوا۟ بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا۟ عَمَلًۭا صَٰلِحًۭا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ
Wa aakharuna' tarafu bizunubihim khalatu 'amalan saalihanw wa aakhara saiyi'an 'asal laahu ai yatuba 'alaihim; innal laaha Ghafurur Rahim
Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
And [there are] others - [people who] have become conscious of their sinning after having done righteous deeds side by side with evil ones; [and] it may well be that God will accept their repentance: for, verily, God is much-forgiving, a dispenser' of grace.
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Khuz min amwaalihim sadaqtan tutahhiruhum wa tuzakkihim bihaa wa salli 'alaihim inna salaataka sakanul lahum; wallaahu Sami'un 'Alim
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[Hence, O Prophet,] accept that [part] of their possessions which is offered for the sake of God, so that thou mayest cleanse them thereby and cause them to grow in purity, and pray for them: behold, thy prayer will be [a source of] comfort to them-for God is all-hearing, all-knowing.
أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَأْخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
Alam ya'lamuo annnal laaha huwa yaqbalut taubata 'an ibaadihi wa yaakhuzus sadaqaati wa annal laaha Huwat auwaabur Rahim
Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?
Do they not know that it is God alone who can accept the repentance of His servants and is the [true] recipient of whatever is offered for His sake - and that God alone is an acceptor of repentance, a dispenser of grace?
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Wa quli'malu fasaiaral laahu 'amalakum wa Rasuluhu walmu'minuna wa saturadduna ilaa 'Aalimil Ghaibi wasysyahaadati fa yunabbi'ukum bimaa kuntum ta'malun
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
And say [unto them, O Prophet]: "Act! And God will behold your deeds, and [so will] His Apostle, and the believers: and [in the end] you will be brought before Him who knows all that is beyond the reach of a created being's perception as well as all that can be witnessed by a creature's senses or mind -and then He will make you understand what you have been doing."
وَءَاخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ ٱللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Wa aakharuna murjauna li amril laahi imaa yu'az zibuhum wa immaa yatubu 'alaihim; wallaahu 'Alimun Hakim
Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
And [there are yet] others-[people whose cases are] deferred until God wills to judge them: He will either chastise them or turn again unto them in His mercy-for God is all-knowing, wise.
وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مَسْجِدًۭا ضِرَارًۭا وَكُفْرًۭا وَتَفْرِيقًۢا بَيْنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًۭا لِّمَنْ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّا ٱلْحُسْنَىٰ ۖ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ
Wallazinat takhazu masjidan diraaranw wa kufranw wa tafriqam bainal mu'minina wa irsaadal liman haarabal laaha wa Rasulahu min qabl; wa la yahlifunna in aradnaaa illal husnaa wallaahu yasy hadu innahum lakaazibun
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).
AND [there are hypocrites] who have established a [separate] house of worship in order to create mischief, and to promote apostasy and disunity among the believers, and to provide an outpost for all who from the outset have been warring against God and His Apostle. And they will surely swear [to you, O believers], "We had but the best of intentions!" -the while God [Himself] bears witness that they are lying.
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًۭا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌۭ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ
Laa taqum fihi abadaa; lamasjidun ussisa 'alat taqwaa min auwali yaumin ahaqqu an taquma fih; fihi rijaaluny yuhibbona ai yatatahharu, wallaahu yuhibbul mmuttah hirin
Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
Never set foot in such a place! Only a house of worship founded, from the very first day, upon God-consciousness is worthy of thy setting foot therein -[a house of worship] wherein there are men desirous of growing in purity: for God loves all who purify themselves.
أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍۢ فَٱنْهَارَ بِهِۦ فِى نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Afaman assasa bunyaa nahu 'alaa taqwaa minal laahi wa ridwaanin khairun am man assasa bunyaanahu 'alaa syafaa jurufin haarin fanhaara bihi fi Naari Jahannnam; wallaahu laa yahdil qaumaz zaalimin
Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Which. then, is the better: he who has founded his building on God-consciousness and [a desire for] His goodly acceptance-or he who has founded his building on the edge of a water-worn, crumbling river-bank, so that it [is bound to] tumble down with him into the fire of hell? For, God does not grace with His guidance people who [deliberately] do wrong:
لَا يَزَالُ بُنْيَٰنُهُمُ ٱلَّذِى بَنَوْا۟ رِيبَةًۭ فِى قُلُوبِهِمْ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Laa yazaalu bunyaanu humul lazi banau ribatan fi qulubihim illaaa an taqatta'a qulubuhum; wal laahu 'Alimun Hakim
Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
the building which they have built will never cease to be a source of deep disquiet in their hearts until their hearts crumble to pieces. And God is all-knowing, wise.
۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلْجَنَّةَ ۚ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّۭا فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ وَٱلْقُرْءَانِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ ۚ فَٱسْتَبْشِرُوا۟ بِبَيْعِكُمُ ٱلَّذِى بَايَعْتُم بِهِۦ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Innal laahasy taraa minal mu'minina anfusahum wa amwaalahum bi anna lahumul jannah; yuqaatiluna fi sabilil laahi fa yaqtuluna wa yuqtaluna wa'dan 'alaihi haqqan fit Tauraati wal Injili wal Qur-aan; wa man aufaa be'ahdihi minal laah; fastabsyiru bibai'ikumul lazi baaia'tum bih; wa zaalika huwal fauzul 'azim
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
BEHOLD, God has bought of the believers their lives and their possessions, promising them paradise in return, [and so] they fight in God's cause, and slay, and are slain: a promise which in truth He has willed upon Himself in [the words of] the Torah, and the Gospel, and the Qur'an. And who could be more faithful to his covenant than God? Rejoice, then, in the bargain which you have made with Him: for this, this is the triumph supreme!
ٱلتَّٰٓئِبُونَ ٱلْعَٰبِدُونَ ٱلْحَٰمِدُونَ ٱلسَّٰٓئِحُونَ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّٰجِدُونَ ٱلْءَامِرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱلْحَٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
At taaa'ibunal 'aabidunal haamidunas saaa'ihunar raaki'unas saajidunal aamiruna bilma'rufi wannaahuna 'anil munkari walhaafizuna lihududil laah; wa basysyiril mu'minin
Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.
[It is a triumph of] those who turn [unto God] in repentance [whenever they have sinned], and who worship and praise [Him], and go on and on [seeking His goodly acceptance], and bow down [before Him] and prostrate themselves in adoration, and enjoin the doing of what is right and forbid the doing of what is wrong, and keep to the bounds set by God. And give thou [O Prophet] the glad tiding [of God's promise] to all believers.
مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن يَسْتَغْفِرُوا۟ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا۟ أُو۟لِى قُرْبَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَٰبُ ٱلْجَحِيمِ
Maa kaana lin nabiyyi wallazina aamanuo ai yastaghfiru lilmusyrikina wa lau kaanu uli qurbaa mim ba'di maa tabiyana lahum annahum Asyaabul jahim
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.
IT DOES NOT behove the Prophet and those who have attained to faith to pray that they who ascribed divinity to aught beside God be forgiven [by Him] even though they happened to be [their] near of kin -after it has been made clear unto them that those [dead sinners] are destined for. the blazing fire.
وَمَا كَانَ ٱسْتِغْفَارُ إِبْرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَن مَّوْعِدَةٍۢ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥٓ أَنَّهُۥ عَدُوٌّۭ لِّلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَأَوَّٰهٌ حَلِيمٌۭ
Wa maa kaanas tighfaaru ibraahima li abihi illaa 'ammau 'idatinw wa 'adahaaa iyyaahu falammaa tabaiyana lahuo annahu 'aduwwul lillaahi tabarra a minh; inna Ibraahima la auwaahum halim
Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
And Abraham's prayer that his father be forgiven was but due to a promise which he had given the latter [in his lifetime]; but when it was made clear unto him that he had been God's enemy, [Abraham] disavowed him - [although;] behold, Abraham was most tender-hearted. most clement.
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًۢا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُم مَّا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Wa maa kaanal laahu liyudilla qaumam ba'da iz hadaahum hatta yubaiyina lahum maa yattaqun; innal laaha bikulli syai'in 'Alim
Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
And God would never-after having invited them to His guidance -condemn people for going astray ere He has made [entirely] clear unto them of what they should beware. Verily, God has full knowledge of everything.
إِنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّۢ وَلَا نَصِيرٍۢ
Innal laaha lahu mulkus samaauaati wal ardi yuhyi wa yumit; wa maa lakum min dunil laahi minw waliyyinw wa laa nasir
Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
Verily, God's alone is the dominion over the heavens and the earth; He [alone] grants life and deals death; and there is none besides God who could protect you or bring you succour.
لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍۢ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ
Laqat taabal laahu 'alan nabiyyi wal Muhaajirina wal Ansaaril lazinat taba'uhu fi saa'atil 'usrati mim ba'di maa kaada yazighu qulubu fariqim minhum summma taaba 'alaihim; innahu bihim Ra'ufur Rahim
Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,
INDEED, God has turned in His mercy unto the Prophet, as well as unto those who have forsaken the domain of evil and those who have sheltered and succoured the Faiths - [all] those who followed him in the hour of distress, when the hearts of some of the other believers had well-nigh swerved from faith. And once again: He has turned unto them in His mercy - for, behold, He is compassionate towards them, a dispenser of grace.
وَعَلَى ٱلثَّلَٰثَةِ ٱلَّذِينَ خُلِّفُوا۟ حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّوٓا۟ أَن لَّا مَلْجَأَ مِنَ ٱللَّهِ إِلَّآ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
Wa 'alas salaasatil lazina khullifu hattaaa izaa daaqat 'alaihimul ardu bimaa rahubat wa daaqat 'alaihim anfusuhum wa zannnuo al laa malja-a minal laahi illaaa ilaihi summa taaba 'alaihim liyatubu; innal laaha Huwat Tauwaabur Rahim
dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
And [He turned in His mercy, too,] towards the three [groups of believers] who had fallen prey to corruption, until in the end-after the earth, despite all its vastness, had become [too] narrow for them and their souls had become [utterly] constricted they came to know with certainty that there is no refuge from God other than [a return] unto Him; and thereupon He turned again unto them in His mercy, so that they might repent: for, verily, God alone is an acceptor of repentance, a dispenser of grace.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Yaaa aiyuhal lazina aamanut taqul laaha wa kunu ma'as saadiqin
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.
O YOU who have attained to faith! Remain conscious of God, and be among those who are true to their word!
مَا كَانَ لِأَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ أَن يَتَخَلَّفُوا۟ عَن رَّسُولِ ٱللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوا۟ بِأَنفُسِهِمْ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌۭ وَلَا نَصَبٌۭ وَلَا مَخْمَصَةٌۭ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَطَـُٔونَ مَوْطِئًۭا يَغِيظُ ٱلْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّۢ نَّيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُم بِهِۦ عَمَلٌۭ صَٰلِحٌ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Maa kaana li ahlil Madinati wa man haulahum minal A'raabi ai yatakhallafu 'ar-Rasulil laahi wa laa yarghabu bi anfusihim 'an nafsih; zaalika bi annahum laa yusibuhum zama unw wa laa nasabunw wa laa makhmasatun fi sabilil laahi wa laa yata'una mauti'ai yaghizul kuffaara wa laa yanaaluna min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihi 'amalun saalih; innal laaha laa yudi'u ajral muhsinin
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,
It does not behove the people of the [Prophet's] City and the bedouin [who live] around them to hold back from following God's Apostle, or to care for their own selves more than for him -for, whenever they suffer from thirst or weariness or hunger in God's cause, and whenever they take any step which confounds those who deny the truth, and whenever there comes to them from the enemy whatever may be destined for them -[whenever anything thereof comes to pass,,] a good deed is recorded in their favour. Verily, God does not fail to requite the doers of good!
وَلَا يُنفِقُونَ نَفَقَةًۭ صَغِيرَةًۭ وَلَا كَبِيرَةًۭ وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Wa laa yunfiquna nafa qatan saghiratanw wa laa kabiratanw wa laa yaqta'una waadiyan illaa kutiba lahum liyajziyahumul laahu ahsana maa kaanu ya'malun
dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
And whenever they spend anything [for the sake of God], be it little or much, and whenever they move on earth [in God's cause] -it is recorded in their favour, and God will grant them the best reward for all that they have been doing.
۞ وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةًۭ ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍۢ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌۭ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Wa maa kaanal mu'minuna liyanfiru kaaaffah; falau laa nafara min kulli firqatim minhum taaa'ifatul liyatafaqqahu fiddini wa liyunziru qaumahum izaa raja'uo ilaihim la'allahum yahzarun
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
With all this, it is not desirable that all of the believers take the field [in time of war]. From within every group in their midst, some shall refrain from going forth to war, and shall devote themselves [instead] to acquiring a deeper knowledge of the Faith. and [thus be able to] teach their home-coming brethren, so that these [too] might guard themselves against evil.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ ٱلْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا۟ فِيكُمْ غِلْظَةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
Yaaa aiyuhal lazina aamanu qaatilul lazina yalunakum minal kuffaari walyajidu fikum ghilzah; wa'lamuo annal laaha ma'al muttaqin
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
O you who have attained to faith! Fight against those deniers of the truth who are near you, and let them find you adamant; and know that. God is with those who are conscious of Him.
وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌۭ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِۦٓ إِيمَٰنًۭا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَزَادَتْهُمْ إِيمَٰنًۭا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Wa izaa maaa unzilat Suratun faminhum mai yaqulu aiyukum zaadat hu haazihi imaanaa; fa ammal lazina aamanu fazaadat hum imaananw wa hum yastabsyirun
Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.
YET WHENEVER a surah [of this divine writ] is bestowed from on high, some of the deniers of the truth are prone to ask, "Which of you has this [message] strengthened in his faith?" Now as for those who have attained to faith, it does strengthen them in their faith, and they rejoice in the glad tiding [which God has given them].
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌۭ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كَٰفِرُونَ
Wa ammal lazina fi qulubihim maradun fazaadat hum rijsan ilaa rijsihim wa maatu wa hum kaafirun
Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.
But as for those in whose hearts is disease, each new message but adds another [element of] disbelief to the disbelief which they already harbour, and they die while [still] refusing to acknowledge the truth.
أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِى كُلِّ عَامٍۢ مَّرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ
Aualaa yarauna annahum yuftanuna fi kulli 'aamim marratan au marrataini summa laa yatubuna wa laa hum yazzakkkarun
Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?
Are they, then, not aware that they are being tested year-in, year-out? And yet, they do not repent and do not bethink themselves [of God];
وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌۭ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَىٰكُم مِّنْ أَحَدٍۢ ثُمَّ ٱنصَرَفُوا۟ ۚ صَرَفَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُم بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَفْقَهُونَ
Wa izaa maaa unzilat Suratun nazara ba'duhum ilaa ba'din hal yaraakum min ahadin summman sarafu; sarafal laahu qulubahum bi annahum qaumul laa yafqahun
Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?" Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
and whenever a surah is bestowed from on high, they look at one another [and say, as it were], "Is there anyone who can see what is in your hearts?" -and then they turn away. God has turned their hearts away [from the truth] - for they are people who will not grasp it.
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌۭ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ
Laqad jaaa'akum Rasulum min anfusikum 'azizun 'alaihi maa 'anittum harisun 'alaikum bilmu'minina ra'ufur rahim
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
INDEED, there has come unto you [O mankind] an Apostle from among yourselves: heavily weighs -upon him [the thought] that you might suffer [in the life to come]; full of concern for you [is he, and] full of compassion and mercy towards the believers.
فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ
Fa in tauallau faqul lhasbiyal laahu laaa ilaaha illaa Huwa 'alaihi tauakkkaltu wa Huwa Rabbul 'Arsyil 'Azim
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".
But if those [who are bent on denying the truth] turn away, say: "God is enough for me! There is no- deity save Him. In Him have I placed my trust, for He is the Sustainer, in awesome almightiness enthroned."