Al-Furqaan
سُورَةُ الفُرۡقَانِ
Pembeda • Makkiyah
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا
Tabaarakal lazi nazzalal Furqaana 'alaa 'abdihi li yakuna lil'aalamina nazira
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,
Hallowed is He who from on high, step by step, has bestowed upon His servant the standard by which to discern the true from the false, so that to all the world it might be a warning:
ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًۭا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌۭ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍۢ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًۭا
Allazi lahu mulkus samaauaati wal ardi wa lam yattakhiz waladanw wa lam yakul lahu syarikun filmulki wa khalaqa kulla syai'in faqaddarahu taqdiraa
yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.
He to whom the dominion over the heavens and the earth belongs, and who begets no offspring, and has no partner in His dominion: for it is He who creates every thing and determines its nature in accordance with [His own] design.
وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةًۭ لَّا يَخْلُقُونَ شَيْـًۭٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّۭا وَلَا نَفْعًۭا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًۭا وَلَا حَيَوٰةًۭ وَلَا نُشُورًۭا
Wattakhazu min dunihie aahihatal laa yakhluquna syai'anw wa hum yukhlaquna wa laa yamlikuna li anfusihim darranw wa laa naf'anw wa laa yamlikuna mautanw wa laa haiaatanw wa laa nusyuraa
Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.
And yet, some choose to worship, instead of Him, imaginary deities that cannot create anything but are themselves created, and have it not within their power to avert harm from, or bring benefit to, themselves, and have no power over death, nor over life, nor over resurrection!
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ إِفْكٌ ٱفْتَرَىٰهُ وَأَعَانَهُۥ عَلَيْهِ قَوْمٌ ءَاخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَآءُو ظُلْمًۭا وَزُورًۭا
Wa qaalal lazina kafaruo in haazaaa illaaa ifkunif taraahu wa a'aanahu 'alaihi qaumun aakharuna faqad jaaa'u zulmanw wa zuraa
Dan orang-orang kafir berkata: "Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.
Moreover, those who are bent on denying the truth are wont to say, “This [Qur’an] is nothing but a lie, which he [himself] has devised with the help of other people, who thereupon have perverted the truth and brought a falsehood into being.”
وَقَالُوٓا۟ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ٱكْتَتَبَهَا فَهِىَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةًۭ وَأَصِيلًۭا
Wa qaaluo asaatirul auwalinak tatabahaa fahiya tumlaa 'alaihi bukratanw wa asilaa
Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang".
And they say, “Fables of ancient times which he has caused to be written down, so that they might be read out to him at morn and evening!”
قُلْ أَنزَلَهُ ٱلَّذِى يَعْلَمُ ٱلسِّرَّ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
Qul anzalhul lazi ya'lamus sirra fis samaauaati wal-ard; innahu kaana Ghafurar Rahimaa
Katakanlah: "Al Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Say [O Muhammad]: “He who knows all the mysteries of the heavens and the earth has bestowed from on high this [Qur’an upon me]! Verily, He is much-forgiving, a dispenser of grace!”
وَقَالُوا۟ مَالِ هَٰذَا ٱلرَّسُولِ يَأْكُلُ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشِى فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌۭ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا
Wa qaalu maa li haazar Rasuli yaakulut ta'aama wa yamsyi fil aswaaq; lau laaa unzila ilaihi malakun fa yakuna ma'ahu naziraa
Dan mereka berkata: "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?,
Yet they say: What sort of apostle is this [man] who eats food [like all other mortals] and goes about in the market places? Why has not an angel [visibly] been sent down unto him, to act as a warner together with him?”
أَوْ يُلْقَىٰٓ إِلَيْهِ كَنزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُۥ جَنَّةٌۭ يَأْكُلُ مِنْهَا ۚ وَقَالَ ٱلظَّٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًۭا مَّسْحُورًا
Au yulqaaa ilaihi kanzun au takunu lahu jannatuny yaakulu minhaa; wa qaalaz zaalimuna in tattabi'una illaa rajulam mas huraa
atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?" Dan orang-orang yang zalim itu berkata: "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir".
Or: “[Why has not] a treasure been granted to him [by God]?” Or: “He should [at least] have a [bountiful] garden, so that he could eat thereof [without effort]!” And so these evildoers say [unto one another], “If you were to follow [Muhammad, you would follow] but a man bewitched!”
ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا۟ لَكَ ٱلْأَمْثَٰلَ فَضَلُّوا۟ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًۭا
Unzur kaifa darabu lakal amsaala fadallu falaa yastati'una sabilaa
Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).
See to what they liken thee, [O Prophet, simply] because they have gone astray and are now unable to find a way to the truth]!
تَبَارَكَ ٱلَّذِىٓ إِن شَآءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًۭا مِّن ذَٰلِكَ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ وَيَجْعَل لَّكَ قُصُورًۢا
Tabaarakal lazie in syaaa'a ja'ala laka khairam min zaalika jannaatin tajri min tahtihal anhaaru wa yaj'al laka qusuraa
Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana.
Hallowed is He who, if it be His will, shall give thee something better than that [whereof they speak] - gardens through which running waters flow - and shall assign to thee mansions [of bliss in the life to come].
بَلْ كَذَّبُوا۟ بِٱلسَّاعَةِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لِمَن كَذَّبَ بِٱلسَّاعَةِ سَعِيرًا
Bal kazzabu bis Saa'ati wa a'tadnaa liman kazzaba bis Saa'ati sa'iraa
Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.
But nay! It is [the very coming of] the Last Hour to which they give the lie! However, for such as give the lie to [the announcement of] the Last Hour We have readied a blazing flame:
إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍۢ سَمِعُوا۟ لَهَا تَغَيُّظًۭا وَزَفِيرًۭا
Izaa ra'at hum mim ma kaanim ba'idin sami'u lahaa taghaiyuzanw wa zafiraa
Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.
when it shall face them from afar, they will hear its angry roar and its hiss;
وَإِذَآ أُلْقُوا۟ مِنْهَا مَكَانًۭا ضَيِّقًۭا مُّقَرَّنِينَ دَعَوْا۟ هُنَالِكَ ثُبُورًۭا
Wa izaaa ulqu minhaa makaanan daiyiqam muqar ranina da'au hunaalika suburaa
Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.
and when they are flung, linked [all] together, into a tight space within, they will pray for extinction there and then!
لَّا تَدْعُوا۟ ٱلْيَوْمَ ثُبُورًۭا وَٰحِدًۭا وَٱدْعُوا۟ ثُبُورًۭا كَثِيرًۭا
Laa tad'ul yauma suburanw waahidanw wad'u suburan kasiraa
(Akan dikatakan kepada mereka): "Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak".
[But they will be told:] “Pray not today for one single extinction, but pray for many extinctions!”
قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ ٱلْخُلْدِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَآءًۭ وَمَصِيرًۭا
Qul azaalika khairun am Jannatul khuldil lati wu'idal muttaqun; kaanat lahum jazaaa'anw wa masiraa
Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?".
Say: “Which is better - that, or the paradise of life abiding which has been promised to the God-conscious as their reward and their journey’s end –
لَّهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَٰلِدِينَ ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ وَعْدًۭا مَّسْـُٔولًۭا
Lahum fihaa maa yasyaaa'una khaalidin; kaana 'alaa Rabbika wa'dam mas'ulaa
Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).
a promise given by thy Sustainer, [always] to be prayed for?”
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَقُولُ ءَأَنتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِى هَٰٓؤُلَآءِ أَمْ هُمْ ضَلُّوا۟ ٱلسَّبِيلَ
Wa Yauma yahsyuruhum wa maa ya'buduna min dunil lahi fa yaqulu 'a-antum adlaltum 'ibaadi haaa'ulaaa'i am hum dallus sabil
Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah); "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?".
BUT [as for people who are oblivious of thy Sustainer’s oneness -] one Day He will gather them together with all that they [now] worship instead of God, and will ask [those to whom divinity was falsely ascribed]: “Was it you who led these My creatures astray, or did they by themselves stray from the right path?”
قَالُوا۟ سُبْحَٰنَكَ مَا كَانَ يَنۢبَغِى لَنَآ أَن نَّتَّخِذَ مِن دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَآءَ وَلَٰكِن مَّتَّعْتَهُمْ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ نَسُوا۟ ٱلذِّكْرَ وَكَانُوا۟ قَوْمًۢا بُورًۭا
Qaalu Subhaanaka maa kaana yambaghi lanaaa an nattakhiza min dunika min auliyaaa'a wa laakim matta'tahum wa aabaaa'ahum hattaa nasuz zikra wa kaanu qaumam buraa
Mereka (yang disembah itu) menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selain engkau (untuk jadi) pelindung, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup, sampai mereka lupa mengingati (Engkau); dan mereka adalah kaum yang binasa".
They will answer: “Limitless art Thou in Thy glory! It was inconceivable for us to take for our masters anyone but Thyself! But [as for them -] Thou didst allow them and their forefathers to enjoy [the pleasures of] life to such an extent that they forgot all remembrance [of Thee]: for they were people devoid of all good.”
فَقَدْ كَذَّبُوكُم بِمَا تَقُولُونَ فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًۭا وَلَا نَصْرًۭا ۚ وَمَن يَظْلِم مِّنكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًۭا كَبِيرًۭا
Faqad kazzabukum bimaa taquluna famaa tastati'una sarfanw wa laa nasraa; wa mai yazlim minkum nuziqhu 'azaaban kabiraa
maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barang siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.
[Thereupon God will say:] “And now, they [whom you regarded as divine] have given the lie to all your [past] assertions, and you can neither ward off [your punishment] nor obtain any succour! For, whoever of you has committed [such] evil, him shall We cause to taste great suffering!”
وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّآ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍۢ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًۭا
Wa maaa arsalnaa qablaka minal mursalina illaaa innahum la yaakulunat ta'aama wa yamsyuna fil aswaaq; wa ja'alnaa ba'dakum liba'din fitnatan atasbirun; wa kaana Rabbuka Basira
Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat.
AND [even] before thee, [O Muhammad,] We never sent as Our message-bearers any but [mortal men] who indeed ate food [like other human beings] and went about in the market places: for [it is thus that] We cause you [human beings] to be a means of testing one another. Are you able to endure [this test] with patience? For [remember, O man,] thy Sustainer is truly all-seeing!
۞ وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ ٱسْتَكْبَرُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ وَعَتَوْ عُتُوًّۭا كَبِيرًۭا
Wa qaalal lazina laa yarjuna liqaaa'anaa lau laaa unzila 'alainal malaaa'ikatu aunaraa Rabbanaa; laqadistakbaru fie anfusihim wa 'atau 'utuwwan kabiraa
Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami: "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman".
But those who do not believe that they are destined to meet Us are wont to say, “Why have no angels been sent down to us?” – or, “Why do we not see our Sustainer?” Indeed, they are far too proud of themselves, having rebelled [against God’s truth] with utter disdain!
يَوْمَ يَرَوْنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ لَا بُشْرَىٰ يَوْمَئِذٍۢ لِّلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًۭا مَّحْجُورًۭا
Yauma yaraunal malaaa 'ikata laa busyraa Yauma'izil lilmujrimina wa yaquluna hijram mahjuraa
Pada hari mereka melihat malaikat dihari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa mereka berkata: "Hijraan mahjuuraa.
[Yet] on that Day - the Day on which they shall see the angels there will be no glad tiding for those who were lost in sin; and they will exclaim, “By a forbidding ban [are we from God’s grace debarred]!” –
وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنْ عَمَلٍۢ فَجَعَلْنَٰهُ هَبَآءًۭ مَّنثُورًا
Wa qadimnaaa ilaa maa 'amilu min 'amalin faja'alnaahu habaaa'am mansuraa
Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.
for We shall have turned towards all the [supposedly good] deeds they ever wrought, and shall have transformed them into scattered dust –
أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌۭ مُّسْتَقَرًّۭا وَأَحْسَنُ مَقِيلًۭا
As haabul jannati yauma'izin khairum mustaqar ranw wa ahsanu maqila
Penghuni-penghuni surga pada hari itu palig baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
[whereas] on that same Day those who are destined for paradise will be graced with the best of abodes and the fairest place of repose.
وَيَوْمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلْغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا
Wa Yauma tasyaqqaqus samaaa'u bilghamaami wa nuzzilal malaaa'ikatu tanzila
Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.
And on the Day on which the skies, together with the clouds, shall burst asunder, and the angels are made to descend in a mighty descent –
ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ لِلرَّحْمَٰنِ ۚ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ عَسِيرًۭا
Almulku Yauma'izinil haqqu lir Rahmaan; wa kaana Yauman'alal kaafirina 'asiraa
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.
on that Day [it will become obvious to all that] true sovereignty belongs to the Most Gracious [alone]: hence, a Day of distress will it be for all who deny the truth,
وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًۭا
Wa Yauma ya'adduz zaalimu 'alaa yadaihi yaqulu yaa laitanit takhaztu ma'ar Rasuli sabilaa
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul".
and a Day on which the evildoer will bite his hands [in despair], exclaiming: “Oh, would that I had followed the path shown to me by the apostle!
يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًۭا
Yaa wailataa laitani lam attakhiz fulaanan khalilaa
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).
Oh, woe is me! Would that I had not taken so-and-so for a friend!
لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًۭا
Laqad adallani 'aniz zikri ba'da iz jaaa'ani; wa kaanasy Syaitaanu lil insaani khazulaa
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.
Indeed, he led me astray from the remembrance [of God] after it had come unto me!” For [thus it is:] Satan is ever a betrayer of man.
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًۭا
Wa qaalar Rasulu yaa Rabbi inna qaumit takhazu haazal Qur-aana mahjuraa
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".
AND [on that Day] the Apostle will say: “O my Sustainer! Behold, [some of] my people have come to regard this Qur’an as something [that ought to be] discarded!”
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّۭا مِّنَ ٱلْمُجْرِمِينَ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًۭا وَنَصِيرًۭا
Wa kazaalika ja'alnaa likulli Nabiyyin 'aduwwam minal mujrimin; wa kafaa bi Rabbika haadiyanw wa nasiraa
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.
For so it is that against every prophet We have set up enemies from among those who are lost in sin: yet none can guide and give succour as thy Sustainer does!
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلْقُرْءَانُ جُمْلَةًۭ وَٰحِدَةًۭ ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَٰهُ تَرْتِيلًۭا
Wa qaalal lazina kafaru lau laa nuzzila 'alaihil Quraanu jumlatanw waahidah; kazaalika linusabbita bihi fu'aadaka wa rattalnaahu tartilaa
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
Now they who are bent on denying the truth are wont to ask. “Why has not the Qur’an been bestowed on him from on high in one single revelation?” [it has been revealed] in this manner so that We might strengthen thy heart thereby - for We have so arranged its component parts that they form one consistent whole -
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَٰكَ بِٱلْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
Wa laa yaatunaka bimasainn illaa ji'naaka bilhaqqi wa ahsana tafsiraa
Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.
and [that] they [who deny the truth] might never taunt thee with any deceptive half-truth without Our conveying to thee the [full] truth and [providing thee] with the best explanation.
ٱلَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُو۟لَٰٓئِكَ شَرٌّۭ مَّكَانًۭا وَأَضَلُّ سَبِيلًۭا
Allazina yuhsyaruna 'alaa wujuhim ilaa jahannama ulaaa'ika syarrum makaananw wa adallu sabilaa )section 3)
Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.
[And so, tell those who are bent on denying the truth that] they who shall be gathered unto hell upon their faces – it is they who [in the life to come] will be worst in station and still farther astray from the path [of truth]!
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلْنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَٰرُونَ وَزِيرًۭا
Wa laqad aatainaa Musal Kitaaba wa ja'alnaa ma'ahuo akhaahu Haaruna waziraa
Dan sesungguhnya kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).
AND, INDEED, [long before Muhammad] We vouchsafed revelation unto Moses, and appointed his brother Aaron to help him to bear his burden;
فَقُلْنَا ٱذْهَبَآ إِلَى ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا فَدَمَّرْنَٰهُمْ تَدْمِيرًۭا
Faqulnaz habaaa ilal qaumil lazina kazzabu bi Aaiaatinaa fadammarnaahum tadmiraa
Kemudian Kami berfirman kepada keduanya: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami". Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya.
and We said, “Go you both unto the people who have given the lie to Our messages!” - and thereupon We broke those [sinners] to smithereens.
وَقَوْمَ نُوحٍۢ لَّمَّا كَذَّبُوا۟ ٱلرُّسُلَ أَغْرَقْنَٰهُمْ وَجَعَلْنَٰهُمْ لِلنَّاسِ ءَايَةًۭ ۖ وَأَعْتَدْنَا لِلظَّٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًۭا
Wa qauma Nuhil lammaa kazzabur Rusula aghraqnaahum wa ja'alnaahum linnaasi Aaiatanw wa a'tadnaa lizzaalimina 'azaaban alimaa
Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;
And [think of] the people of Noah: when they gave the lie to [one of] the apostles, We caused them to drown, and made them a symbol for all mankind: for, grievous suffering have We readied for all who [knowingly] do wrong!
وَعَادًۭا وَثَمُودَا۟ وَأَصْحَٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونًۢا بَيْنَ ذَٰلِكَ كَثِيرًۭا
Wa 'Aadanw Samuda wa As haabar Rassi wa qurunam baina zaalika kasiraa
dan (Kami binasakan) kaum 'Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.
And [remember how We punished the tribes of] Ad and Thamud and the people of Ar-Rass, and many generations [of sinners] in-between:
وَكُلًّۭا ضَرَبْنَا لَهُ ٱلْأَمْثَٰلَ ۖ وَكُلًّۭا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًۭا
Wa kullandarabnaa lahul amsaala wa kullan tabbarnaa tatbira
Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya.
and unto each of them did We proffer lessons and each of them did We destroy with utter destruction.
وَلَقَدْ أَتَوْا۟ عَلَى ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِىٓ أُمْطِرَتْ مَطَرَ ٱلسَّوْءِ ۚ أَفَلَمْ يَكُونُوا۟ يَرَوْنَهَا ۚ بَلْ كَانُوا۟ لَا يَرْجُونَ نُشُورًۭا
Wa laqad atau 'alal qaryatil latie umtirat mataras sau'; afalam yakunu yaraunahaa; bal kaanu laa yarjuna nusyuraa
Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu; bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan.
And they [who now deny Our messages] must surely have come across that town which was rained upon by a rain of evil: have they, then, never beheld it [with their minds eye]? But nay, they would not believe in resurrection!
وَإِذَا رَأَوْكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا ٱلَّذِى بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا
Wa izaa ra auka iny yattakhizunaka illaa huzuwan ahaazal lazi ba'asal laahu Rasulaa
Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan): "Inikah orangnya yang di utus Allah sebagai Rasul?.
Hence, whenever they consider thee, [O Muhammad,] they but make thee a target of their mockery, [saying:] “Is this the one whom God has sent as an apostle?
إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا لَوْلَآ أَن صَبَرْنَا عَلَيْهَا ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا
In kaada la yudillunaa 'an aalihatinaa lau laaa an sabarnaa 'alaihaa; wa saufa ya'lamuna hina yaraunal 'azaaba man adallu sabila
Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar(menyembah)nya" dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.
Indeed, he would well-nigh have led us astray from our deities, had we not been [so] steadfastly attached to them!” But in time, when they see the suffering [that awaits them], they will come to know who it was that went farthest astray from the path [of truth]!
أَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا
Ara'aita manit takhaza ilaahahu hauaahu afa anta takunu 'alaihi wakilaa
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,
Hast thou ever considered [the kind of man] who makes his own desires his deity? Couldst thou, then, [O Prophet,] be held responsible for him?
أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَٱلْأَنْعَٰمِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا
Am tahsabu annna aksarahum yasma'una au ya''qilun; in hum illaa kal an'aami bal hum adallu sabilan
atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
Or dost thou think that most of them listen [to thy message] and use their reason? Nay, they are but like cattle - nay, they are even less conscious of the right way!
أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوْ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنًۭا ثُمَّ جَعَلْنَا ٱلشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلًۭا
Alam tara ilaa Rabbika kaifa maddaz zilla wa lau syaaa'a laja'alahu saakinan summa ja'alnasy syamsa 'alaihe dalilaa
Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,
Art thou not aware of thy Sustainer [through His works]? - how He causes the shadow to lengthen [towards the night] when, had He so willed, He could indeed have made it stand still: but then, We have made the sun its guide;
ثُمَّ قَبَضْنَٰهُ إِلَيْنَا قَبْضًۭا يَسِيرًۭا
Summa qabadnaahu ilainaa qabdany yasiraa
kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami dengan tarikan yang perlahan-lahan.
and then, [after having caused it to lengthen,] We draw it in towards Ourselves with a gradual drawing-in.
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِبَاسًۭا وَٱلنَّوْمَ سُبَاتًۭا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورًۭا
Wa Huwal lazi ja'ala lakumul laila libaasanw wannauma subaatanw wa ja'alan nahaara nusyuraa
Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
And He it is who makes the night a garment for you, and [your] sleep a rest, and causes every [new] day to be a resurrection.
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ طَهُورًۭا
Wa Huwal lazie arsalar riyaaha busyram baina yadai rahmatih; wa anzalnaa minas samaaa'i maaa'an tahuraa
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,
And He it is who sends forth the winds as a glad tiding of His coming grace; and [thus, too,] We cause pure water to descend from the skies,
لِّنُحْۦِىَ بِهِۦ بَلْدَةًۭ مَّيْتًۭا وَنُسْقِيَهُۥ مِمَّا خَلَقْنَآ أَنْعَٰمًۭا وَأَنَاسِىَّ كَثِيرًۭا
Linuhyiya bihi balda tam maitanw wa nusqiyahu mimmaa khalaqnaaa an'aa manw wa anaasiyya kasiraa
agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.
so that We may bring dead land to life thereby, and give to drink thereof to many [beings] of Our creation, beasts as well as humans.
وَلَقَدْ صَرَّفْنَٰهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوا۟ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًۭا
Wa laqad sarrafnaahu bainahum li yazzakkaru fa abaaa aksarun naasi illaa kufuraa
Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).
And, indeed, many times have We repeated [all] this unto men, so that they might take it to heart: but most men refuse to be aught but ingrate.
وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍۢ نَّذِيرًۭا
Wa lau syi'naa laba'asnaa fi kulli qar yatin naziraa
Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul).
Now had We so willed. We could have [continued as before and] raised up a [separate] warner in every single community:
فَلَا تُطِعِ ٱلْكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدْهُم بِهِۦ جِهَادًۭا كَبِيرًۭا
Falaa tuti'il kaafirina wa jaahidzum bihi jihaadan kabiraa
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.
hence, do not defer to [the likes and dislikes of] those who deny the truth, but strive hard against them, by means of this [divine writ], with utmost striving.
۞ وَهُوَ ٱلَّذِى مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌۭ فُرَاتٌۭ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌۭ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًۭا وَحِجْرًۭا مَّحْجُورًۭا
Wa Huwal lazi marajal bahraini haazaa 'azbun furaatunw wa haazaa milhun ujaaj; wa ja'ala bainahumaa barzakhanw wa hijram mahjuraa
Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
AND HE it is who has given freedom of movement to the two great bodies of water – the one sweet and thirst-allaying, and the other salty and bitter - and yet has wrought between them a barrier and a forbidding ban.
وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ مِنَ ٱلْمَآءِ بَشَرًۭا فَجَعَلَهُۥ نَسَبًۭا وَصِهْرًۭا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًۭا
Wa Huwal lazi khalaqa minal maaa'i basyarran fa ja'alahu nasaban wa sihraa; wa kaana Rabbuka Qadiraa
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.
And He it is who out of this [very] water has created man, and has endowed him with [the consciousness of] descent and marriage-tie: for thy Sustainer is ever infinite in His power.
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ ۗ وَكَانَ ٱلْكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرًۭا
Wa ya'buduna min dunil laahi maa laa yanfa'uhum wa laa yadurruhum; wa kaanal kaafiru 'alaa Rabbihi zahiraa
Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (syaitan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.
And yet, some people worship, instead of God, things that can neither benefit them nor harm them: thus, he who denies the truth does indeed turn his back on his Sustainer!
وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا مُبَشِّرًۭا وَنَذِيرًۭا
Wa maa arsalnaaka illaa mubasysyiranw wa naziraa
Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
Yet [withal, O Prophet,] We have sent thee only as a herald of glad tidings and a warner.
قُلْ مَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًۭا
Qul maaa as'alukum 'alaihi min ajrin illaa man syaaa'a ai yattakhiza ilaa Rabbihi sabilaa
Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya.
Say: “For this, no reward do I ask of you [- no reward] other than that he who so wills may unto his Sustainer find a way!”
وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْحَىِّ ٱلَّذِى لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا
Wa tauakkal 'alal Haiyil lazi laa yamutu wa sabbih bihamdih; wa kafaa bihi bizunubi 'ibaadihi khabiraa
Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
Hence, place thy trust in the Living One who dies not, and extol His limitless glory and praise: for none is as aware as His creatures’ sins as He –
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ ٱلرَّحْمَٰنُ فَسْـَٔلْ بِهِۦ خَبِيرًۭا
Allazi khalaqas samaauaati wal arda wa maa bainahumaa fi sittati aiyaamin summmmastauaa 'alal 'Arsy; ar Rahmaanu fas'al bihi khabiraa
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.
He who has created the heavens and the earth and all that is between them in six aeons, and is established on the throne of His almightiness: the Most Gracious! Ask, then, about Him, [the] One who is [truly] aware.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسْجُدُوا۟ لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا۟ وَمَا ٱلرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًۭا ۩
Wa izaa qila lahumus judu lir Rahmaani qaalu wa mar Rahmaanu anasjudu limaa taamurunaa wa zaadahum nufuraa
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab: "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).
Yet when they [who are bent on denying the truth! are told, “Prostrate yourselves before the Most Gracious.” they are wont to ask, “And [who and] what is the Most Gracious? Are we to prostrate ourselves before whatever thou biddest us [to worship]?” - and so [thy call] but increases their aversion,
تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًۭا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٰجًۭا وَقَمَرًۭا مُّنِيرًۭا
Tabaarakal lazi ja'ala fis samaaa'i burujanw wa ja'ala fihaa siraajanw wa qamaram muniraa
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
HALLOWED is He who has set up in the skies great constellations, and has placed among them a [radiant] lamp and a light-giving moon.
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةًۭ لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًۭا
Wa huwal lazi ja'alal laila wannahaara khilfatal liman araada ai yazzakkara au araadaa syukuraa
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
And He it is who causes the night and the day to succeed one another, [revealing Himself in His works] unto him who has the will to take thought - that is has the will to be grateful.
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًۭا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًۭا
Wa 'ibaadur Rahmaanil lazina yamsyuna 'alal ardi haunanw wa izaa khaata bahumul jaahiluna qaalu salaamaa
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
For, [true] servants of the Most Gracious are [only] they who walk gently on earth, and who, whenever the foolish address them, reply with [words of] peace;
وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًۭا وَقِيَٰمًۭا
Wallazina yabituna li Rabbihim sujjadanw wa qiyaamaa
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
and who remember their Sustainer far into the night, prostrating themselves and standing;
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Wallazina yaquluna Rabbanas rif 'annnaa 'azaaba Jahannama inn 'azaabahaa kaana gharaamaa
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".
and who pray: “O our Sustainer, avert from us the suffering of hell - for, verily, the suffering caused by it is bound to be a torment dire:
إِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّۭا وَمُقَامًۭا
Innahaa saaa'at mustaqarranw wa muqaamaa
Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
verily, how evil an abode and a station!” -;
وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًۭا
Wallazina izaaa anfaqu lam yusrifu wa lam yaqturu wa kaana baina zaalika qauaamaa
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
and who, whenever they spend on others, are neither wasteful nor niggardly but [remember that] there is always a just mean between those [two extremes];
وَٱلَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًۭا
Wallazina laa yad'una ma'al laahi ilaahan aakhara wa laa yaqtulunan nafsal lati harramal laahu illaa bilhaqqi wa laa yaznun; wa mai yaf'al zaalika yalqa asaamaa
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
and who never invoke any [imaginary] deity side by side with God, and do not take any human beings life - [the life] which God has willed to be sacred - otherwise than in [the pursuit of] justice, and do not commit adultery. And [know that] he who commits aught thereof shall [not only] meet with a full requital
يُضَٰعَفْ لَهُ ٱلْعَذَابُ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِۦ مُهَانًا
Yudaa'af lahul 'azaabu Yaumal Qiyaamati wa yakhlud fihi muhaanaa
(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
[but] shall have his suffering doubled on Resurrection Day: for on that [Day] he shall abide in ignominy.
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلًۭا صَٰلِحًۭا فَأُو۟لَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَٰتٍۢ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
Illaa man taaba wa 'aamana wa 'amila 'amalan saalihan fa ulaaa'ika yubad dilul laahu saiyi aatihim hasanaat; wa kaanal laahu Ghafurar Rahimaa
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Excepted, however, shall be they who repent and attain to faith and do righteous deeds: for it is they whose [erstwhile] bad deeds God will transform into good ones - seeing that God is indeed much-forgiving, a dispenser of grace,
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحًۭا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًۭا
Wa man taaba wa 'amila saalihan fa innnahu yatubu ilal laahi mataabaa
Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
and seeing that he who repents and [thenceforth] does what is right has truly turned unto God by [this very act of] repentance.
وَٱلَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا۟ بِٱللَّغْوِ مَرُّوا۟ كِرَامًۭا
Wallazina laa yasy hadunaz zura wa izaa marru billaghwi marru kiraamaa
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
And [know that true servants of God are only] those who never bear witness to what is false, and [who], whenever they pass by [people engaged in] frivolity, pass on with dignity;
وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا۟ عَلَيْهَا صُمًّۭا وَعُمْيَانًۭا
Wallazina izaa zukkiru bi Aaiaati Rabbihim lam yakhirru 'alaihaa summanw wa'umyaanaa
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
and who, whenever they are reminded of their Sustainer’s messages, do not throw themselves upon them [as if] deaf and blind;
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍۢ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Wallazina yaquluna Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyaatinaa qurrata a'yuninw waj 'alnaa lilmuttaqina Imaamaa
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
and who pray “O our Sustainer! Grant that our spouses and our offspring be a joy to our eyes, and cause us to be foremost among those who are conscious of Thee!”
أُو۟لَٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةًۭ وَسَلَٰمًا
Ulaaa'ika yujzaunal ghurfata bimaa sabaru wa yulaqqauna fihaa tahiyyatanw wa salaamaa
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
[Such as] these will be rewarded for all their patient endurance [in life] with a high station [in paradise], and will be met therein with a greeting of welcome and peace,
خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّۭا وَمُقَامًۭا
Khaalidina fihaa; hasunat mustaqarranw wa muqaamaa
mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
therein to abide: [and] how goodly an abode and [how high] a station!
قُلْ مَا يَعْبَؤُا۟ بِكُمْ رَبِّى لَوْلَا دُعَآؤُكُمْ ۖ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامًۢا
Qul maa ya'ba'u bikum Rabbi lau laa du'aaa'ukum faqad kazzabtum fasaufa yakunu lizaamaa
Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): "Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)".
SAY [unto those who believe]: “No weight or value would my Sustainer attach to you were it not for your faith [in Him]!” And say unto those who deny the truth:] “You have indeed given the lie [to God’s message], and in time this [sin] will cleave unto you!”